Lilis, Mantan TKI yang Kini Jadi Ketua ‘Aisyiyah Taiwan

40
Lilis paling kiri foto bersama usai pelantikan (Foto: Tri Astuti)

SangPencerah.id– Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Taiwan dilantik pada Ahad (14/5). Pelantikan tersebut dilakukan di aula Taipei Medical University. Pengukuhan PCIA Taiwan ini merupakan PCIA ke-4 yang dibina langsung oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah. Dari 34 lebih pengurus PCIA Taiwan, separuhnya merupakan buruh migran Indonesia dan juga mahasiswa Indonesia yang kuliah di Taiwan.

Dalam kepengurusan ini, Lilis Setyowati ditunjuk sebagai ketua PCIA Taiwan. Lilis merupakan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah. Selama ini, Lilis dikenal sebagai aktivis Aisiyah dari Malang, Jawa Timur.

Kini, aktivitas Lilis sebagai dosen keperawatan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penjukkan Lilis sebagai ketua PCIA Taiwan lantaran ia sedang menempuh studi gelar master di Taipei Medical University.

“Anggota PCIA Taiwan harus terus bersemangat dalam bekerja dan berdakwah. Marilah kita bersama-sama memajukan persyarikatan ini di Taiwan. Jadikan organisasi Aisyiyah sebagai ladang dakwah kita bersama,” ajak Lilis.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Siswadi T Subero. Siswadi berharap kehadiran organisasi-organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah di Taiwan telah menjadi mitra pemerintah untuk mengurai banyak masalah buruh migran di Taiwan.

Menurut Siswadi, saat ini terdapat 251 ribu buruh migran legal di Taiwan, dan sekitar 25 ribu buruh migran Indonesia yang ilegal berada di Taiwan.

“Masalah utama yang dihadapi selain jumlah buruh ilegal yang semakin bertambah, juga mulai banyaknya buruh migran Indonesia yang terlibat dalam narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar,” kata Siswadi.

Selain itu, lanjut Siswadi banyak TKI illegal yang terlibat dalam prostitusi, dan kerap antar TKI tawuran. Hal tersebut menurut Siswandi yang mencoreng citra dan nama baik Indonesia.

Organisasi keagamaan seperti Aisyiyah di Taiwan diharapkan dapat menurunkan tingkat kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh TKI di Taiwan.

Sekretaris Pimpinan Pusat Aisyiyah, Tri Hastuti mengatakan, PCIA Taiwan merupakan kado bagi Aisiyah yang telah masuk usia 1 abad pada 19 Mei 2017 mendatang. Tri berharap, PCIA Taiwan dapat berkontribusi dalam pemberdayaan buruh migran, dan bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan.

“PCIA Taiwan harus mampu mempromosikan Islam yang damai, dan juga memberi kemaslahatan pada masyarakat luas,” terang dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Selain itu, Tri berharap agar PCIA Taiwan dapat lebih berkontribusi dalam membangun kebhinekaan dan solidaritas dalam memperkokoh NKRI. Terdapat berbagai program yang telah dicanangkan PCIM dan PCIA Taiwan.

“Program antara lain pendampingan literasi Al quran, pendidikan bagi buruh migran Indonesia, mengadakan program-program pengembangan ekonomi dan soft skill pada buruh migran, megadakan bazar dan juga layanan kesehatan melalui klinik all in one,” jelas Tri (sp/rj)