Ratusan Mahasiswa Muhammadiyah Kalianda Lampung Selatan gelar Aksi Bela Palestina

Ratusan kader Muhammadiyah Kalianda, Lampung Selatan, menggelar aksi bela Palestina di Lapangan Kampus STIE Muhammadiyah pada Selasa. Berdasarkan pantauan di lokasi terlihat ratusan kader seperti dosen, mahasiswa, dan pemuda Muhammadiyah, menyatakan sikap mengutuk keras serangan Israel ke Palestina.

Ketua STIE Muhammadiyah Kalianda Susilawati, di Kalianda, Selasa, mengatakan hampir satu abad konflik Israel dengan Palestina tidak kunjung berujung. Hal ini tidak lepas dari misi Zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina. “Berbagai serangan, penindasan, pengusiran, dan pembunuhan, dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal, dalam sejarah konflik Israel dan Palestina,“ kata dia.

Ia mengatakan korban terbunuh telah mencapai hampir kurang lebih 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Bahkan saat ini, menurutnya, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Palestina diawasi dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel, sehingga kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memilukan. “Tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru mendapat pembiaran dan dukungan dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Menyikapi hal tersebut, kami dari Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah menyatakan sikap tegas,“ kata Susilawati.

Ia menyatakan mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang sangat tidak proporsional, penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas Kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan. “Mengecam sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara-negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangannya terhadap Palestina,“ ujar dia.

Ia juga meminta Pemerintah Indonesia agar tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genosida, Israel. “Atas nama hak asasi manusia dan pesan agung Konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan, serta aspek historis relasi Indonesia dan Palestina, kami meminta agar Pemerintah Indonesia memperkuat jalinan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,“ ujarnya.

Susilawati juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina. Mendukung Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh-tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genosida warga Palestina. “Mengecam Organisasi Kerjasama Islam, Rabithah Alam Islami, dan negara-negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan hanya untuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri,“ ujarnya. 

Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina. (Red)