Warek Universitas Muhammadiyah Ponorogo Meninggal di Tempat, Berikut Faktanya

Kecelakaan maut melibatkan pikap dan sepeda motor terjadi di Jalan Sultan Agung, Ponorogo. Pengemudi motor yang juga Wakil Rektor (Warek) III Universitas Muhammadiyah Ponorogo Elmie Mufitiana meninggal di lokasi.
Elmie mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 3 juta.

Berikut Fakta-fakta Kecelakaan Maut hingga korban meninggal dunia Warek Universitas Muhammadiyah Ponorogo:

1. Kecelakaan Terjadi Pukul 12.45 WIB

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB, Sabtu (20/4/2024). Elmie mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna merah dan bernopol AE 3284 SAD. “Korban bekerja sebagai Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Ponorogo,“ jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo Ipda Ari Setiawan kepada wartawan, Sabtu (20/4/2024).

2. Korban Ingin Menyebrang dan Mengendarai Motor dengan Kecepatan 40 Kilometer

Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo Ipda Ari Setiawan mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi karena korban ingin menyebrang. “Korban dari arah barat menyeberang jalan ke arah timur,“ tutur Ari. Segini Kecepatan Motor Korban
Polisi juga membeberkan berapa kecepatan korban dalam mengendarai motornya. “Kecepatan 40 kilometer per jam,“ tutur Ari.

4. Pik-up Melaju dengan Kecepatan 60 Kilometer

Nahas, saat bersamaan dari arah selatan menuju ke utara ada kendaraan pikap bernopol AE 8349 SK yang dikemudikan oleh Muhammad Amirul (22), warga Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo. Saat itu, kendaraan pikap berjalan dengan kecepatan 60 kilometer per jam. “Di TKP langsung terjadi tabrakan antara dua kendaraan, korban yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia,“  terang Ari.

5. Korban Mengalami Luka di Kepala

Akibat kecelakaan itu Elmie tewas di lokasi. Dia mengalami luka kepala belakang bengkak, pendarahan telinga kiri, leher bengkak, rahang bengkak. Sementara kerugian material ditaksir sebesar Rp 3 juta.

6. Korban Diduga Tak Memperhatikan Situasi Ketika Menyeberang

Ari menyebut, dari hasil olah TKP kecelakaan, korban diduga kuat tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas saat menyeberang. Perwira polisi dengan satu balok di pundak itu berpesan kepada seluruh pengendara agar selalu waspada. “Dimohon kepada para pengguna jalan agar selalu memperhatikan arus lalu lintas di jalan dan terus berhati-hati serta waspada,“  pungkas Ari. (Red)