Siswa SMP Muhammadiyah Adiwerna Raih Predikat Taqwa

Ramadhan merupakan bulan sarana untuk memotivasi diri untuk meningkatkan ibadah yang lebih baik (berkualitas) dalam menunaikan perintah Allah SWT dalam Qs. Al Baqarah; 183, artinya; “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan kamu untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum agar kamu bertaqwa”. Dan tidak hanya ibadah puasa namun menjalankan rangkaian ibadah lainnya selama bulan Ramadhan.

Bersyukur kepada Allah SWT, tahun 1445 H/ 2024 H. SMP Muhammadiyah Adiwerna (Musawerna) dapat melaksanakan program kegiatan selama bulan Ramadhan. Adapun kegiatan yang dimaksud diantaranya; Pembagian Takjil, Buka Bersama, Tarawih, Silaturrahim dan Kultum serta Pesantren Kilat. Pembagian takjil dilakukan oleh siswa dan dari siswa untuk masyarakat yang hendak membatalkan puasa.

Harapan adanya pembagian takjil dan buka bersama di sekolah melatih siswa lebih bersemangat melakukan kebaikan dan termotivasi untuk berbagai kepada sesama penuh kasih sayang sesama muslim (empati) dan mengharapkan keberkahan di bulan Ramadhan tahun 1445 H. Dimana sumber takjil ini berasal dari masing-masing siswa membawa 3 bungkus (1 bungkus untuk sendiri dan 2 untuk berbagi).

Siswa sebagai makhluk sosial membutuhkan orang lain dan membangun mental dirinya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, terutama dalam beribadah. Untuk itu Musawerna mefasilitasi siswa dengan kegiatan tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) sekaligus kultum oleh siswa. Tarhim telah berlangsung di masjid Muhammad Ar-Rosyid PRM Kaliwadas, Al Islah PRM Tembok Lor dan Al Mujahidin PRM Ujungrusi di wilayah kecamatan Adiwerna serta di masjid At-Taqwa PRM Grogol kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal (3/4/2024).

Penghujung akhir pembelajaran pada bulan Ramadhan. Musawerna melanjutkan program kegiatan Ramadhan berupa pesantren kilat yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas VII-IX. Pesantren kilat merupakan kegiatan yang lazim dilakukan sekolah dalam rangka mengisi bulan Ramadhan atau liburan sekolah. Tujuannya adalah agar menjadikan siswa lebih paham agama serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan pesantren kilat berlangsung selama 3 hari (1-4 April 2024). Dengan materi ibadah praktis dan perawatan jenazah. Perawatan jenazah penting untuk bekal siswa ketika menghadapi saudara dan tetanngganya meninggal dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang mengiringi jenazah dan turut menyolatkannya maka ia memperoleh pahala sebesar satu qirath (pahala sebesar satu gunung). Dan barang siapa yang mengiringinya sampai selesai penyelenggaraannya, ia akan memperoleh dua qirath,” (HR Jamaah dan Muslim).

Kepala sekolah Musawerna berharap dengan adanya kegiatan selama bulan Ramadhan. Siswa dapat mengerjakan ibadah puasa dan lainnya secara maksimal serta berkualitas. Sehingga tidak hanya mengejar kuantitas dalam beribadah. Dengan keimanan dan mencari meraih ridla-Nya (ihtisab). Ibadah puasanya diterima oleh Allah SWT dan pada akhirnya mereka mendapatkan predikat Taqwa dihadapan -Nya. Aamiiin. (Daryono)