Tingkatkan Potensi Komunikasi dan Pembelajaran Bahasa Inggris SDN Karangpring Bersama PMM Mahasiswa Muhammadiyah Malang

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di Universitas Muhammadiyah Malang.

Disini kami terdiri dari 5 anggota yaitu Reynaldi Azhari Putong sebagai Ketua Pelaksana, M. Ade Rafli Syahputra sebagai Humas & PIC Kopi Durjo, Sekar Triantis Banowattie sebagai Bendahra, Nur Fitri Devanda sebagai Sekertaris, Benadona Ajizah sebagai PIC SDN Karangpring 2. Dan pak Jamroji,S.sos, M.Comms selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kita.

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang merangsang minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris secara aktif. Salah satu inisiatif utamanya adalah English Fun Learning yang di jalankan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran Program yang menyenangkan melalui pendekatan gamifikasi dan public speaking. Selain itu, English Corner juga menjadi bagian penting dari program ini, dimana siswa diajak untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris di luar jam pelajaran biasa.

Namun, tantangan tidaklah sedikit. Kendala-kendala seperti pengondisian siswa yang kurang kondusif dan kurangnya pemahaman terhadap materi Bahasa Inggris menjadi hal yang harus diatasi. Namun, dengan dukungan dari guru serta pendekatan yang tepat, program ini berhasil mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan memberikan dampak positif yang signifikan dalam peningkatan kemampuan berbahasa Inggris siswa.

Melalui kolaborasi antara Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, sekolah, dan masyarakat, program ini bukan hanya sekadar membuka akses pendidikan, tetapi juga menciptakan peluang bagi siswa di daerah pedesaan untuk bersaing secara global. Dengan demikian, SDN Karangpring 2 menjadi contoh bagaimana upaya bersama dapat mengatasi hambatan dan meningkatkan potensi komunikasi serta pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan pedesaan.

Meskipun SDN Karangpring 2 terletak di Dusun Durjo, Kabupaten Jember, yang merupakan wilayah yang subur dengan jumlah siswa sebanyak 152 orang dan 8 pengajar, namun tantangan besar datang dari kondisi sosial ekonomi yang kurang mendukung serta kurangnya minat siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara potensi yang tersedia dan pemanfaatannya dalam hal pembelajaran Bahasa Inggris. Dengan adanya kendala sosial ekonomi yang dialami oleh sebagian warga, seperti rendahnya tingkat pendapatan dan akses terhadap sumber daya pendidikan yang memadai, serta minimnya minat siswa dalam belajar bahasa Inggris, menjadi hal yang perlu diatasi secara menyeluruh untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan.

Kegiatan ENGLISH FUN LEARNING di kelas
Program ini menghadirkan dua kegiatan utama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa dengan pendekatan yang berbeda. Pertama, English Fun Learning, dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan melalui metode gamifikasi dan public speaking. Pendekatan ini bertujuan untuk merangsang minat siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Kegiatan English Corner di perpustakaan
Kedua, English Corner, diciptakan sebagai lingkungan santai di luar jam pelajaran biasa yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Melalui English Corner, siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam Bahasa Inggris dengan suasana yang lebih santai dan informal. Kegiatan ini mencakup membaca buku, bermain permainan Bahasa Inggris seperti flash card dan block kartu, serta hal ini dapat memancing siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi kelompok, yang semuanya bertujuan untuk memperluas keterampilan berbahasa Inggris mereka di luar ruang kelas. Dengan demikian, kedua kegiatan ini saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik bagi siswa SDN Karangpring 2.

Kegiatan ENGLISH FUN LEARNING di kelas
Dari hasil pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), terbukti bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbahasa Inggris siswa SDN Karangpring 2. Namun, untuk memastikan kelangsungan dan kesuksesan jangka panjang program, beberapa saran perlu dipertimbangkan. Pertama, pentingnya menjalin kerjasama dengan komunitas lokal atau lembaga pendidikan lain di sekitar desa Karangpring untuk mendapatkan relawan atau mentor tambahan. Kedua, memberikan pelatihan lanjutan kepada para guru dalam penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi. Ketiga, mengembangkan English Corner menjadi program yang lebih berkelanjutan dengan melibatkan relawan atau sukarelawan. Keempat, mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran siswa. Dan terakhir, melakukan evaluasi dan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan program untuk mengetahui efektivitasnya serta menemukan potensi perbaikan di masa mendatang. Dengan mengimplementasikan saran-saran ini, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa serta memperluas akses mereka terhadap peluang-peluang di masa depan.

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam akses pendidikan, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk memberikan peluang kepada generasi muda pedesaan agar dapat bersaing secara global. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, SDN Karangpring 2 menjadi contoh bagaimana upaya bersama dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Tantangan dan Solusi
Kendala yang dihadapi termasuk pengondisian siswa yang kurang kondusif dan kurangnya pemahaman terhadap materi. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari guru serta pengawas, kendala tersebut dapat diatasi. Meskipun menghadapi kendala seperti pengondisian siswa yang kurang kondusif dan kurangnya pemahaman terhadap materi, namun dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari guru serta pengawas, kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan efektif. Melalui pendekatan yang mengutamakan pemahaman dan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran, serta bantuan dan arahan dari para pendidik, siswa dapat terdorong untuk mengatasi kesulitan mereka dalam belajar bahasa Inggris.

Pendekatan yang tepat mencakup strategi pembelajaran yang inovatif, seperti penggunaan metode gamifikasi atau pengajaran berbasis proyek, yang dapat menarik minat siswa dan membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, dukungan yang diberikan oleh guru dan pengawas dalam memfasilitasi pembelajaran yang kondusif dan memberikan bimbingan individual kepada siswa yang membutuhkan juga sangat penting dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.

Dengan demikian, meskipun kendala-kendala tersebut merupakan tantangan yang nyata, namun dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang memadai, siswa dapat mengatasi kesulitan dalam pembelajaran bahasa Inggris dan mencapai potensi mereka yang sebenarnya.

Kesimpulan dan Saran
Dari hasil pelaksanaan program, terbukti bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbahasa Inggris siswa SDN Karangpring 2. Namun, untuk memastikan kelangsungan dan kesuksesan jangka panjang program, beberapa saran perlu dipertimbangkan. Pertama, pentingnya menjalin kerjasama dengan komunitas lokal atau lembaga pendidikan lain di sekitar desa Karangpring untuk mendapatkan relawan atau mentor tambahan. Kedua, memberikan pelatihan lanjutan kepada para guru dalam penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi. Ketiga, mengembangkan English Corner menjadi program yang lebih berkelanjutan dengan melibatkan relawan atau sukarelawan. Keempat, mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran siswa. Dan terakhir, melakukan evaluasi dan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan program untuk mengetahui efektivitasnya serta menemukan potensi perbaikan di masa mendatang. Dengan mengimplementasikan saran-saran ini, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa serta memperluas akses mereka terhadap peluang-peluang di masa depan.

Mengakhiri Minimnya Akses dan Meningkatkan Peluang
Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam akses pendidikan, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk memberikan peluang kepada generasi muda pedesaan agar dapat bersaing secara global. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, SDN Karangpring 2 menjadi contoh bagaimana upaya bersama dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini mengakhiri minimnya akses dan membuka peluang baru bagi siswa untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Ditulis oleh:
Nur Fitri Devananda dan Bena Dona
Mahasiswa PMM Kelompok 1 Gelombang 2
Universitas Muhammadiyah Malang