Adakan Ideopolitor, PWPM DIY: Muhammadiyah Rumah Bagi Semua Caleg

Menyongsong Pemilu 2024 yang semakin dekat, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah D.I. Yogyakarta melangsungkan Diskusi IDEOPOLITOR pada Ahad (28/1) di Aula Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Wirobrajan, Yogyakarta. Diskusi ini diikuti para kader dan pimpinan PWPM DIY serta caleg e-DIY yang berasal dari elemen Muhammadiyah dan beberapa ketua partai. “Kami mengundang seluruh kader Muhammadiyah yang berdiaspora di partai politik dan berjuang pada Pemilu di tahun 2024. Kami berharap ini menjadi bagian dari perjuangan, bahwa Muhammadiyah memang tidak mendiamkan kader-kadernya yang berdiaspora di partai,” kata Ketua PWPM DIY Muhammad Arif Darmawan, S.Pd.I. dalam sambutannya.

Ikhtiar dan kebersamaan ini diharapkan betul-betul mewujudkan suatu tujuan bersama, yaitu sukses untuk menempatkan posisi kader di kancah perpolitikan di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Maka, IDEOPOLITOR ini bisa menjadi bekal perjuangan bagi para caleg nanti. Selain itu, IDEOPOLITOR bisa menjadi ajang untuk bersilaturahim antar kader yang sedang nyaleg. Terbukti, meskipun berbeda partai, namun jika berada di satu rumah besar Muhammadiyah, semuanya menjadi akrab dan bersahabat. “Kita tunjukkan bahwa Muhammadiyah ini adalah rumah besar bagi semuanya, dan semoga apa yang dijalankan mampu memberikan kebaikan bagi Muhammadiyah. Semoga para caleg bisa jadi dan mewakili aspirasi Muhammadiyah,” harap Arda.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Dr. M. Ikhwan Ahada menyambut positif Diskusi IDEOPOLITOR dari Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga PWPM DIY ini. Ikhwan mengatakan bahwa Muhammadiyah punya sejarah panjang, baik bersentuhan langsung dengan partai politik atau tidak secara langsung. “Bagaimana Indonesia tumbuh dan berkembang partai politik sehingga Muhammadiyah tidak keliru kalau kemudian dikatakan sebagai bagi rumah kader-kader yang memiliki afiliasi politik,” kata Ikhwan. 

Meskipun tidak menyatakan terafiliasi dengan partai politik manapun, mengacu pada khittah perjuangan yang dikeluarkan Muhammadiyah, perjuangan di bidang politik ini tidak betul-betul dilepas. Maka, menjaga silaturahim dan kedekatan yang sama dengan partai politik manapun dalam rangka untuk dakwah yang lebih luas. Sehingga, pasca 2002 bisa dilihat kader-kader Muhammadiyah ini mulai berani atau banyak bertumbuh di berbagai partai politik.

Sebagaimana disampaikan Arda, Ikhwan menekankan jika Muhammadiyah adalah rumah besar bagi semua kader, termasuk yang terjun menjadi caleg di partai manapun. “Sehingga, semua kader Muhammadiyah di berbagai partai bisa dekat-dekatan dengan kader yang lain, dan kemesraan ini harus dijaga,” ujar Ikhwan.

Maka dari itu, Ikhwan mengapresiasi upaya PWPM DIY menjadi tenda besar bagi kader yang sekarang sedang berproses di berbagai partai politik. Namun, beliau mengingatkan untuk pada saatnya kembali ke Muhammadiyah. “Kita semua berharap teman-teman semuanya yang berkiprah di levelnya ini menjadi seorang negarawan atau setidaknya calon-calon yang akan melakukan pembenahan dan perubahan di level masing-masing. Dengan harapan yang tentu tulus agar di kemudian hari suasana betul-betul menjadi lebih baik,” tutup Ikhwan. (Red)