Komunitas Masyarakat Santri (Komas) Totalitas Dukung Anies-Muhaimin

Komunitas Masyarakat Santri atau yang biasa disebut Komas, secara bulat mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) menjadi calon presiden dan wakil presiden 2024. Bahkan, komas dalam merealisasikan dukungannya pada AMIN, sudah menyediakan rumah pemenangan di beberapa wilayah yg akan difungsikan sebagai posko bagi gerakan pemenangan capres no 01.

Keputusan Komas, yang memiliki banyak anggota di seluruh Indonesia ini, dalam mendukung AMIN didasari banyak pertimbangan, diantaranya Anies dan Muhaimin merupakan santri, selain memiliki visi dan misi keummatan dan diyakini akan mampu *Merajut Ukhuwah dan Membangun Negeri*, sebagaimana yang terus diupayakan Komas dari sejak didirikannya. “Kami ini adalah para santri, dukungan kami jelas bulat ke calon Presiden dan wakilnya yang jelas-jelas santri. Kami yakin Anies dan Muhaimin bisa mewakili para santri. Saatnya santri memimpin Indonesia, untuk merajut ukhuwah membangun negeri,“ kata Ketua umum Komas Muhammad Faiq Hafidz, di Ponorogo Sabtu, 30 Desember 2023.

“Komas mengerahkan semua anggota di seluruh Indonesia untuk memenangkan AMIN dalam pemilihan umum presiden 2024. Komas sudah bergerak untuk menyusun strategi dan menyiapkan upaya pemenangan”, lanjut sang ketum. Komas merupakan organisasi yang terdiri dari para santri di seluruh Indonesia. Bakal calon presiden/wakil presiden ini sesuai dengan visi dan misi Komas. Organisasi ini mempunyai visi menjadi wadah yang aktif dalam membentuk dan mengembangkan masyarakat santri yang berperan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai keislaman serta berkontribusi dalam memajukan masyarakat.

Misinya adalah mengembangkan kesadaran keagamaan: Komas berupaya meningkatkan pemahaman agama dan mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk membentuk individu yang taat beragama.
Komas mendukung program-program pendidikan santri untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Komas berperan dalam menjaga warisan budaya pesantren seperti kajian kitab kuning, kegiatan pengajian, dan ritual keagamaan tradisional, dengan tujuan agar generasi muda tetap terhubung dengan tradisi keislaman yang kuat. “Mereka (Amin) sangat sesuai untuk memperjuangkan santri di segala bidang,“ kata Faiq.

Ditambahkan oleh HM. Irzal ketua 1 yang membidangi Ekonomi Keumatan Komas, menyampaikan bahwa Komas mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan untuk membantu masyarakat santri agar dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki usaha yang berkelanjutan. Menjalin kerjasama dengan lembaga lainnya, memperkuat integrasi masyarakat santri dalam pembangunan daerah dan negara. “Dengan visi dan misi ini, Komas berupaya menjaga dan mengembangkan identitas keislaman masyarakat santri serta berperan aktif dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Komas juga membangun politik keumatan, memenangkan santri menjadi presiden dan wakil presiden itu sudah menjadi kewajiban,” kata M. Irzal.

Tak hanya itu, Komas bekerjasama dengan partai pengusung Anies-Muhaimin (Partai Nasdem, PKB, PKS dan Partai Ummat) dalam hal penentuan dan legalisasi saksi Pilpres di TPS tingkat Desa/Kelurahan. Bahkan, Komas mengupayakan bantuan finansial yang berasal dari para dermawan yang bersifat tidak mengikat. Bantuan finansial akan diberikan langsung dari dermawan kepada para saksi di tempat pemungutan suara. “Dukungan penjagaan suara oleh Komas dilakukan serempak seluruh Indonesia. Sosialisasi dan pengupayaan penjagaan suara dilakukan bertahap dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua,” lanjut ketua ekonomi keumatan tersebut. (Tarqum Aziz)