Tentang Pembekuan KOKAM DIY, Duduk Bersama Lebih Baik

Beberapa hari berseliweran berita tentang pembekuan KOKAM DIY oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. tentu sudah banyak yang mengetahui awal permasalahan ini muncul dari pelaksanaan apel siaga kokam yang bertempat di stadion Manahan, kota Surakarta.

Pelaksanaan Apel Siaga Kokam yang di inisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah menurut beberapa pihak diduga memiliki muatan politik, terlebih lagi saat itu terjadi kasus penggusuran di rempang yang kemudian membuat Kokam DIY mengeluarkan pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh Komandan Kokam se-DIY tertanggal 19 September 2023 berupa instruksi Kokam se-DIY untuk tidak hadir dalam pelaksanaan acara tersebut.

Reaksi yang diberikan oleh oleh Komandan Kokam se-DIY berupa pernyataan sikap yang kemudian diunggah di sosial media salah satunya bisa ditemui di fans page Facebook website Sang Pencerah atas instruksi PP Pemuda Muhammadiyah tertanggal 17 Agustus 2023, sebenarnya terasa kurang tepat dan berlebihan, tentu lebih tepat apabila Kokam DIY tidak berkenan menghadiri acara tersebut cukup di balas dengan Pemberitahuan perihal berhalangan hadir. Jika dicermati dengan obyektif tanpa dan memihak maka surat instruksi yang dibalas dengan pernyataan sikap akan sangat terasa seperti sikap pembangkangan, maka bijaksana dalam bereaksi diperlukan dalam menanggapi suatu hal.

Terkait isu-isu beredar tentang apel siaga kokam yang ditunggangi kepentingan politik hal ini tentu tidak bisa dijadikan alasan mengingat ini masih sebatas dugaan dan hal seperti ini sudah sangat sering terjadi mendekati tahun politik. Tokoh-tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah banyak yang mengingatkan agar waspada dan jangan mau dibenturkan.

Untuk kasus rempang yang kemudian diangkat dalam pernyataan sikap Kokam DIY hal ini menimbulkan satu pertanyaan, “apakah Apel Siaga Kokam yang diadakan oleh PP Pemuda Muhammadiyah tersebut kemudian seperti sebuah bukti ketidak pedulian Muhammadiyah terhadap warga rempang?”. Muhammadiyah sejak dahulu selalu memperjuangkan keadilan, anda akan temui banyak berita dan bukti tentang hal tersebut termasuk untuk kasus rempang melihat ini alasan rempang yang kemudian disebutkan dalam pernyataan sikap tersebut sejujurnya terasa mengada-ada dan kekanak-kanakan.

Pembekuan Kokam dan BPO DIY oleh PP Pemuda Muhammadiyah lewat surat keputusan tanggal 29 September 2023 tentunya bukan sesuatu yang final dan berlaku selamanya karena bagaimanapun kiprah anggota Kokam dan BPO DIY akan sangat dibutuhkan oleh negeri ini. PP Pemuda Muhammadiyah tentunya tetap akan mempertimbangkan dan bijaksana dalam melangkah agar seluruh elemen Pemuda Muhammadiyah bisa berkontribusi positif untuk agama dan negeri ini. Masalah pembekuan Kokam DIY pastinya akan sangat bisa diselesaikan dengan duduk bersama antara unsur Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dengan Elemen dari Kokam DIY.

Hal yang mungkin bisa jadi catatan dari peristiwa ini adalah bijaklah dalam menanggapi suatu masalah dan selektif terhadap apa yang patut untuk unggah di sosial media karena tidak semua hal perlu diumbar di sosial media, tentu tidak lucu jika ortom persyarikatan bergaya seperti oknum-oknum selebriti yang justru bangga mengumbar masalah rumah tangga mereka di media.

Oleh: Maolana Evendi
Anggota MPI PDM Kab. Tegal