Lembaga Adat Melayu Riau Terbitkan Maklumat Usai Bentrok Warga dan Aparat di Pulau Rempang, Ini Isinya

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau mengeluarkan maklumat atas konflik di Pulau Rempang dan Galang, Kepulauan Riau. Salah satu isinya yaitu menyesalkan konflik antara aparat dan masyarakat. Dari surat yang diterima ada 4 poin maklumat yang diterbitkan LAM Riau. Maklumat diterbitkan setelah digelar rapat pada Minggu (10/9) kemarin oleh Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau. “Maklumat LAM Riau tentang Peristiwa Pada Masyarakat Melayu Pulau Rempang dan Pulau Galang,” begitulah isi dari surat tersebut.

Surat diteken Ketua Umum MKA LAM Riau Datuk Seri H.R Marjohan Yusuf dan Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Sri Taufik Ikram Jamil. Maklumat diterbitkan sesuai senasib dan sepenanggungan masyarakat Melayu. “Maklumat itu kita yang menerbitkan dari LAM Riau berdasarkan hasil rapat MKA dan DPH,” terang Sekretaris Umum LAM Riau, Alang Rizal, Selasa (12/9/2023).

Rizal memastikan LAM terus komunikasi dengan masyarakat Melayu setempat. Di sana juga ada masyarakat yang bertahap menyampaikan perkembangan di kedua daerah. “Nanti kita akan ke sana berkoordinasi sama LAM Kepulauan Riau, khususnya yang berpihak kepada masyarakat. Ya secara administrasi kita beda wilayah, tetapi secara adat dan budaya kita sama,“ katanya.

Berikut adalah 4 poin maklumat LAM Riau terkait persoalan di Pulau Rempang dan Pulau Galang:
1. LAM Provinsi Riau sangat menyesalkan terjadinya bentrokan antara tim gabungan keamanan dengan masyarakat Melayu di Pulau Rempang dan Galang, yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan baik fisik dan psikologis.
2. Meminta pemerintah dan pemerintah daerah untuk tidak menggunakan cara-cara represif, intimidatif dan kriminalisasi terhadap masyarakat Melayu yang mempertahankan hak dalam penyelesaian masalah yang berhubungan dengan masyarakat Melayu Pulau Rempang dan Pulau Galang.
3. Meminta kepada para pihak untuk menahan diri dalam proses penyelesaian yang dilakukan dengan mengedepankan azas musyawarah mufakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kemanusiaan.
4. Meminta pemerintah dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah bijak dan berkeadilan serta kepastian dalam menyelesaikan masalah dan melindungi hak-hak masyarakat Melayu Pulau Rempang dan Pulau Galang.