Bermuhammadiyah Bukan (seperti) Berormas Biasa

    Seringkali ada persepsi di tengah-tengah warga Muhammadiyah bahwa bermuhammadiyah itu tidak ada bedanya dengan berorganisasi biasa. Nama Muhammadiyah hanya sekedar nama belaka tidak harus mengikuti jejak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Itulah sebabnya semua paham menurutnya bebas hidup subur di Muhammadiyah termasuk paham-paham liberal dan paham-paham Syiah, menurut sebagian intelektual bisa bebas hidup di Muhammadiyah. Inilah yang sering muncul sebagai persepsi umum tentang Muhammadiyah.

    Padahal kalau berbicara Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari dasar-dasar Muhammadiyah awal yang dibangun dan didirikan oleh seorang tokoh yang berwawasan Islam mujaddid. Ya itu KH Ahmad Dahlan yang berhasil mendirikan dan membangun Muhammadiyah di atas tatanan keagamaan yang komprehensif mulai dari persoalan keimanan sampai persoalan kemasyarakatan. Mengikuti jejak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai tonggak Awal dari perjalanan sejarah Islam sampai merebak ke negeri-negeri di nusantara ini.

    Dengan slogannya yang anti TBC menjadi asas dakwah berakidah dan beribadah, kembali kepada Alquran dan as-sunnah sebagai dasar-dasar utama dari perjalanan dakwah Muhammadiyah. Tetapi perjalanan Muhammadiyah ini tidak sepi dari berbagai keinginan kelompok-kelompok tertentu yang bersembunyi dan menjadi penumpang gelap di Muhammadiyah, untuk merubah haluan Muhammadiyah tak sesuai dengan langkah awal dan perjuangan Muhammadiyah.

    Dapat disimpulkan juga, para penumpang gelap yang ada di tubuh Muhammadiyah ini punya haluan tersendiri dan punya haluan tersembunyi meroba pola dakwah yang berkembang di Muhammadiyah sesuai dengan selera perorangan bukan lagi berpijak kepada lampu-lampu dakwah yang menjadi tatanan bagi warga Muhammadiyah. Mereka menyimpang jauh membenarkan langkah-langkah yang tidak halal itu sebagai dasar perjuangan mereka. Pada akhirnya Muhammadiyah menjadi sebuah Ormas yang bebas semua nilai berkeliaran di Muhammadiyah.

    Ditulis oleh:
    Zulkarnain Elmadury
    Ketua Majelis Tarjih PCM Pondok Gede