Hizbul Wathan Dari Jaman Soedirman Hingga Internasionalisasi

Kwartir Pusat (Kwarpus) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan akan melaksanakan Muktamar ke-4 pada tanggal 8-11 Muharram 1445 H bertepatan 26 – 29 Juli 2023 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur. Muktamar ke-4 mengusung tema Menggerakkan Sumber Daya Membangun Kader Utama. Ketua Umum Kwarpus Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Endra Widyarsono, mengatakan tema yang diusung itu dalam rangka menjawab tantangan perubahan. “Tema Menggerakkan Sumber Daya Membangun Kader Utama adalah wujud Hizbul Wathan ingin menghadirkan perubahan,” kata Endra dalam Konferensi Pers, Senin (6 Muharram 1445 H bertepatan 24 Juli 2023), di Madrasah Mu’allimaaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Tema yang dipilih selaras dengan harapan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Terlebih, HW merupakan organisasi otonom di Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan. “Menitikberatkan tema sumber daya, kita akan melibatkan generasi muda, generasi milenial untuk lebih banyak di Hizbul Wathan khususnya untuk menghadapi era disruption,” ujarnya.

Saat pembukaan Muktamar HW, pegiat pendidikan sekaligus guru ini mengungkapkan, akan mengukuhkan Jenderal Soedirman sebagai Bapak Pandu Hizbul Wathan. “Kita ingin Soedirman bukan saja dikenal sebagai Bapak TNI, tetapi juga Bapak Pandu Hizbul Wathan,” ujarnya. Selain itu, pada Muktamar ke-4, HW ingin melakukan Repositioning Kepanduan HW. Artinya, mengambil posisi strategis sesuai kemajuan zaman dengan mengabdi dan pengembangan karakter di masyarakat. Repositioning ini melalui pendidikan HW di luar ruangan dengan metode yang menyenangkan dan menantang.

Sekretaris Umum, Muhammad Zairin, menjelaskan bahwa pengukuhan Jenderal Soedirman sebagai Bapak Pandu HW, berdasarkan kiprahnya saat muda yang memang tidak bisa dilepaskan dari Hizbul Wathan. Soedirman dididik, dilatih, dan disiplin untuk memimpin saat menjadi seorang pandu HW. Pria asal Palembang ini juga menambahkan, Muktamar ke-4 adalah momentum Hizbul Wathan untuk mendunia dengan mendirikan qabilah di luar negeri, terutama di PCIM. Hal ini untuk mendorong diaspora kader HW di seluruh penjuru dunia. “Sudah ada rintisan HW ingin berdiri di Malaysia, nanti di Muktamar HW akan dirumuskan bagaimana keterlibatan HW di kancah global,” jelasnya.

Tak hanya mendirikan qabilah di luar negeri, upaya lain untuk internasionalisasi HW juga dengan mendaftarkan diri ke organisasi kepanduan internasional yang berpusat di Swiss. Selain merumuskan program periode mendatang, Muktamar ke-4 bakal menetapkan Ketua Umum Kwartir Pusat HW periode 2023-2028. Muktamar diikuti 1.400 peserta dari 34 Kwartir Wilayah (Kwarwil) se-Indonesia dan akan dihadiri Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin untuk membuka Muktamar ke-4 HW. (Red)