Terpilih Kembali Menjadi Ketua Muhammadiyah Wilayah Jateng Sosok Kyai Tafsir Masih Sangat Dibutuhkan

Perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Tengah telah menghasilkan 13 formatur pada pemilihan formatur. Formatur terpilih kemudian berembug untuk memutuskan ketua dan sekretaris pada Ahad, (5/3) di Hotel Shangri-La Kota Tegal. Adapun 13 formatur tersebut diantaranya: Tafsir, Sofyan Anif, Wahyudi, Rosihan, Ibnu Hasan, Ibnu Naseer, Masrukhi, Jumari, A. Hasan Asy’ari Ulamai, M. Abdul Fattah Santoso, Dodok Sartono, Zakiyuddin Baidhawy, dan M. Abduh Hisyam.

Dari hasil rapat formatur dalam menentukan ketua dan sekretaris terpilihlah ketua Kyai Tafsir, dan sekretaris Dodok Sartono. Artinya Kyai Tafsir terpilih kembali menjadi ketua PWM Jateng kedua kalinya.
Pria kelahiran Kebumen, 16 Januari 1964 tersebut konsisten memperjuangkan ide-ide progresif didalam tubuh Muhammadiyah (struggle from within) meski secara organisasional masih sulit diterima. Ide-idenya tersebut juga pernah dituangkan dalam buku “Jalan lain Muhammadiyah”.

Sosoknya masih sangat dibutuhkan di tubuh PWM Jawa Tengah pasalnya ia memiliki radius pergaulan lintas agama yang luas, Tafsir tidak ragu untuk berinteraksi bahkan terlibat intens dengan kelompok-kelompok marginal seperti kelompok waria, preman, korban narkoba, dan penderita schizophrenia. Tafsir juga berperan dalam pendirian Muhammadiyah Disaster Managemen Centre (MDMC) di Jawa Tengah, sebuah lembaga penanggulangan bencana alam milik Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Dalam pandangannya, Islam harus benar-benar menjadi kado terindah untuk alam. Latar belakang Muhammadiyah tidak membuat dirinya larut dalam sektarianisme kelompok yang anti pluralisme. Justru Tafsir berkeyakinan Muhammadiyah sudah seharusnya terbuka dan memberi manfaat kepada semua golongan sebab menurutnya Muhammadiyah itu untuk semua. Selain sosoknya yang masih dibutuhkan di Jawa Tengah, jajaran formatur lainnya juga disini oleh 7 orang “darah segar” yang tentunya menjadi semangat baru gerakan dakwah Muhammadiyah di Jawa Tengah. Semoga PWM Jateng bisa bergeliat dan berkiprah di masyarakat dalam rangka memajukan Jawa Tengah dan mencerahkan semesta. (ranov/red).