Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Purbalingga Soroti IPM Kabupaten Purbalingga Masih Rendah

Ahad, 25 Desember 2022, Mahasiswa Purbalingga menggelar acara diskusi mahasiswa di lingkungan kampus ITBMP. Acara yang di selenggarakan oleh Bidang Hikmah PK IMM ITBMP dan PK IMM Abu Dardiri ini bertemakan Refleksi Hari Jadi Purbalingga ke-192. Dalam diskusi kali ini mahasiswa membahas tentang euforia dalam perayaan hari jadi Kabupaten Purbalingga ke-192, yang dimana sangat berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat Purbalingga saat ini.

Menurut para mahasiswa, kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM) kabupaten purbalingga yang sering di beritakan oleh media purbalingga hanyalah kenaikan secara angka saja, bahkan naiknya pun tidak signifikan. “Memang jika dilihat secara angka pada tahun 2021, Kabupaten Purbalingga mengalami pertumbuhan ekonomi dari yang sebelumnya 1,23% menjadi 3,19% dan tingkat pengangguran di tahun 2021 pun turun dari 6,10% menjadi 6,05%, namun hal tersebut belum berdampak secara signifikan untuk pertumbuan IPM di Purbalingga. Meskipun memang pada tahun 2022 IPM Kabupaten Purbalingga sedikit mengalami peningkatan dari yang sebelumnya di angka 69,15% pada tahun 2021, naik menjadi sebesar 69,54% pada tahun 2022. Namun meskipun mengalami kenaikan, untuk rangking IPM Kabupaten Purbalingga di provinsi Jawa Tengah masih berada diperingkat ke 29 dari 35 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah,” kata Kabid Hikmah PK IMM Abu Dardiri Fajar Aji Anugrah.

Mahasiswa berharap adanya sinergi yang terjalin antara pemrintah tingkat desa sampai kabupaten dalam menjalankan program kerja yang sudah ada secara sungguh-sungguh. “6 proyek fisik yang di resmikan Ibu Bupati Purbalingga bertepatan dengan hari jadi Purbalingga ke 192 rasanya hanya akan menjadi seremonial belaka, jika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purbalingga masih saja rendah dan tetap mengalami tren penurunan dalam 10 tahun terakhir. Selain pro dengan investor asing yang sampai saat ini masih belum sepenuhnya bisa memenuhi hak pekerjanya, semestinya perhatian dalam peningkatan pendidikan, kesehatan, dan pendampingan yang intensif kepada para petani dan pelaku UMKM di purbalingga menjadi wujud nyata yang bagus yang telah dilakukan oleh pemerintah Purbalingga.

Semoga pemerintah dapat membentuk persamaan tekad yang kuat dalam proses peningkatan IPM purbalingga, yang di lakukan secara bersinergi dari pemerintah tingkat desa hingga kabupaten. Agar dapat merealisasikan program kerja yang ada secara sungguh – sungguh,” kata Kabid Hikmah PK IMM ITBMP Bayu Kisnandi. Menanggapi hal tersebut untuk membantu mendorong usaha pemerintah Purbalingga dalam proses pengembangan IPM, mahasiswa di Kabupaten Purbalingga berencana untuk mengadakan kegiatan pelatihan advokasi dan mediasi dalam waktu dekat dengan harapan nantinya mahasiswa dapat berperan maksimal sebagai penyambung lidah antara masyarakat dengan stakeholder ataupun pemangku kebijakan terkait, terutama di bidan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. “Kita wajib resah menanggapi permasalahan yang ada saat ini, Purbalingga butuh mahasiswa yang kritis, bukan untuk menghakimi pemerintah, karna semakin banyak mahasiswa kritis maka tata kelola di kabupaten ini semakin bagus,” kata Bimba Valid Fathoni S.ag mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Red)