Home News Kabar Nasional Nurlina Sang Nenek Viral Muktamar 48, Ternyata Sudah Ikut Keempat Muktamar Muhammadiyah

Nurlina Sang Nenek Viral Muktamar 48, Ternyata Sudah Ikut Keempat Muktamar Muhammadiyah

Nurlina Tanjung, nenek viral di Muktamar 48 asal Pematangsiantar, Sumatera Utara kelahiran Minangkabau ini akhirnya ditemukan di tribun VIP Gate IV Sektor 9, Stadion Manahan, Solo, tempat pembukaan muktamar, Sabtu (19/11/22). Di tribun, ibu enam anak yang merantau ke Pematang Siantar, pada 1965, itu duduk bersama Fauzan Hasibuan, koordinator penggembira yang berasal dari kota yang sama.

Fauzan, panggilannya, menyampaikan, jika pemberitaan nenek berangkat sendirian ke Surakarta sebenarnya kurang tepat. “Karena nenek aslinya ingin mampir ke rumah anak ketiganya yang ada di Jakarta,” jelasnya. Dari Jakarta, kata dia, nenek kemudian melanjutkan perjalanan ke Surakarta. “Jadi saat gebyar muktamar di Kota Pematangsiantar kita bertemu nenek. Di sana beliau menyampaikan keinginan ikut muktamar,” ungkapnya.

Karena kuota sudah penuh, dan menyisakan satu kursi yang belum dipastikan, akhirnya Fauzan menjanjikan nantinya akan mengabari nenek Nurlina lebih lanjut. Penggembira Muktamar dari Sumatra Ini Dicari Rektor UMS “Eh, tak tahunya, nenek kemudian telepon ke saya, jika ingin berangkat sendiri lebih dulu dari Pematangsiantar ke Jakarta naik ALS, dikarenakan ingin singgah di rumah anaknya yang ada di Pondok Gede, Jakarta,” tuturnya.

Fauzan juga mengakui, ghirah nenek Nurlina untuk mengikuti Muktamar luar biasa. “Kita kemudian bertemu di homebase warga Pematang Siantar di Muktamar Surakarta. Yakni menginap di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta,” tuturnya. Nurlina Tanjung sendiri menyampaikan, jika Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48

Surakarta menjadi gelaran muktamar keempat yang diikutinya. Sebelumnya, beberapa muktamar pernah diikutinya. Pertama adalah muktamar di Aceh pada 1995, kedua di Jakarta pada 2000, dan Yogyakarta pada 2010. “Muktamar di Surakarta ini menjadi yang keempat yang saya ikuti,” ungkap nenek berusia 79 tahun itu. Ditanya berapa uang saku yang dibawanya. Nenek yang ditinggal suaminya wafat pada 2017 itu menjawab malu-malu sambil tersenyum. “Segini,” ujarnya sambil menunjukkan dua jarinya.

Nenek Nurlina mengaku membawa uang saku dua juta rupiah untuk berangkat ke Surakarta. Dia menyampaikan jika uang tersebut hasil tabungannya sendiri. Nurlina akan kembali pulang ke Sumatera Utara pada Ahad (20/11/22) pagi. “Insyaallah akan bersama dengan penggembira lain dari Pematang Siantar yang berjumlah 40 orang,” pungkas Fauzan. (Red)