Selalu Memberi Untuk Negeri, Inilah Bangunan Bersejarah “Terowongan” Amal Usaha Muhammadiyah

SPID – Muhammadiyah dikenal dengan banyaknya amal usaha yang dibangun dan didirikan. Amal usaha yang umum didirikan Muhammadiyah biasanya rumah sakit atau fasilitas kesehatan, pendidikan, atau panti asuhan. Namun amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang dibangun di Desa Bonjor, Tretep, Temanggung, ini lain dari yang lain. Muhammadiyah ranting Bonjor membangun AUM berupa terowongan.

Pembangunan terowongan bukit di Desa Bonjor itu dilatarbelakangi akibat kesulitan warga desa dalam mendapatkan air jika musim kemarau. Saat kemarau tiba, sumber air bagi warga diperoleh dari sumber mata air Tuk Teguru yang berada di balik bukit. Untuk mengambil air tersebut, warga harus berjalan memutar bukit atau menyambung selang panjang yang terhubung dengan mata air Tuk Teguru.

Melihat kondisi itu, muncullah ide untuk membuat terowongan menembus bukit agar bisa mendapatkan suplai air yang bersifat tetap sehingga warga tidak kekurangan air khususnya saat musim kemarau datang. Ide tersebut lalu diwujudkan warga dengan bergotong-royong menggali bukit membuat terowongan menuju sumber air.

Selama kurang lebih 1 bulan, warga membuat terowongan tersebut dengan peralatan manual tradisional seperti cangkul atau linggis mulai tanggal 26 Oktober 1991. Biidznillah, berdasarkan tulisan pada tembok terowongan, pekerjaan pembuatan terowongan diselesaikan pada tanggal 25 November 1991. Sejak saat itu, warga desa sudah tidak perlu bersusah payah mengitari bukit dan mengeluarkan waktu yang banyak untuk mendapatkan air.

Sebagai bentuk rasa syukur kehadirat Allah ta’ala, warga menulis pengingat bahwa “Allah Maha Kuasa”. Sopo Nyono (siapa yang bisa menyangka), atas kuasa Allah, warga bisa membuat terowongan yang menembus bukit sepanjang ±120 meter.


Sumber Bacaan: tulisan Adis Setiawan, alumni SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo Kendal pada web kemuhammadiyahan dot com