Wacana PCR Turun Jadi Rp 300 Ribu, Gubernur Sumsel : Kalo Bisa Digratiskan

SPID – Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyambut baik rencana pemerintah pusat yang menurunkan harga tes PCR turun.

Meski begitu, Deru berharap, untuk tes di rumah sakit pemerintah ia berharap bisa dilakukan secara gratis kedepannya.

“Kalau pacak (bisa) gratis, ngapo nak bayar, dan ini keberkahan dari subsidi negara,” kata Herman Deru, Senin (25/20/2021).

Diakui Herman Deru, Pemprov Sumsel jelas akan mengikuti arahan pusat, jika memang arahan itu ada, yang menurunkan batas biaya tes PCR dari sekitar Rp 500 ribuan menjadi Rp 300 ribuan.

“Kalau ada ketentuan pusat mengratiskan maka akan digratiskan, kalau rumah sakit pemerintah bisa disubsisi, tapi kalau swasta tak bisa dikendalikan,” tuturnya.

Ditambahkan Herman Deru, dalam proteksi dari penyebaran Covid-19, ia mengajak warga Sumsel untuk tetap mawas diri dengan selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan), serta untuk melakukan vaksinasi yang disediakan gratis oleh pemerintah saat ini.
.
Sebelumnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode PCR dapat diturunkan.

Permintaan presiden itu keluar menyusul maraknya kritik atas pemberlakuan tes PCR untuk penumpang pesawat.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan batasan harga bagi tes PCR.

Harga tertinggi untuk tes PCR ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

“Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3×24 jam untuk perjalanan pesawat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Penurunan harga PCR tersebut sebagai lanjutan dari kebijakan pemerintah. (Sripoku/SP)