Melanjutkan Misi Rasulullah saw.

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa kabar saudaraku? Semoga kita senantiasa diberi kesehatan yang prima oleh Allah SWT, dimantapkan keimanan kita, dijadikan kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. yang setia kepadanya, dan mampu melanjutkan misi kerasulannya. Amin!

Allah SWT berfirman,

فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ وَأُمِرْتُ لأعْدِلَ بَيْنَكُمُ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ لا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ (١٥) وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ (١٦)

“Karena itu, serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. Katakanlah, “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Hanya Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.” (QS Asy-Syura: 15–16)

Nabi Muhammad saw. sudah perpisah dengan kita selama lebih empat belas abad. Walaupun belum pernah berjumpa dengan Rasulullah saw., kita yang hidup saat ini masih tetap menjadi pengikutnya yang setia terhadap petunjuk yang diberikannya dan ajaran yang dibawanya. Petunjuk itu adalah Al-Qur’an yang merupakan wahyu Allah SWT untuk panduan hidup manusia ditambah dengan sunah yang ditinggalkannya. Ajaran yang dibawanya adalah agama Islam yang menjadi jalan kehidupan manusia yang beriman. Orang yang memilih Al-Qur’an dan sunahnya sebagai panduan hidupnya dan Islam sebagai agamanya tidak akan sesat selamanya karena pilihannya sudah benar. Karena itu, kita berkewajiban untuk melanjutkan misinya dalam mendakwahkan petujuk yang dibawanya dan ajaran yang disampaikannya.

Allah SWt berfirman,
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak (benar) dan agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS Al-Fath: 28)

Petunjuk yang dibawa Rasulullah saw. adalah Al-Qur’an dan agama yang dipilih untuk disampaikan adalah agama yang hak, yaitu agama Islam yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, sesuai dengan firman-Nya,

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Siapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS Aali Imran: 19)

Misi utama para rasul adalah menyeru umatnya untuk beriman kepada Allah SWT. Iman yang diajarkan adalah pengakuan terhadap keesaan-Nya. Ketauhidan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia sehingga itulah misi yang dijalankan para rasul itu.

Rasul terdahulu mengajak umatnya saja sehingga pada periode yang sama ada kemungkinan ada beberapa rasul diutus oleh Allah SWT. Namun, kerasulan Nabi Muhhammad saw, tidak hanya diutus kepada bangsa Arab, tetapi meliputi seluruh alam, bahkan sampai akhir zaman. Karena cakupan dakwah Rasulullah itu luas dan tidak ada batasnya, misi Rasulullah lebih lengkap daripada misi para rasul terdahulu.

Misi utama Rasulullah saw adalah menyempurnakan akhlak manusia sesuai dengan sabdanya,
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Bayhaqi No. 20782, Bukhari, Ahmad 2/381, Hakim 2/613)

Akhlak yang paling utama diperbaiki Rasulullah berkaitan dengan akhlak kepada Allah SWT agar manusia hanya menyembah kepada-Nya. Penyembahan hanya kepada Allah SWT itulah yang disebut menauhidkan Allah SWT. Misi menyeru umat manusia kapada menauhitkan Allah SWT merupakan misi perbaikan akhlak manusia kepada Tuhannya.

Mengajak umat manusia kepada menyembah Allah Yang Esa merupakan misi yang harus dilanjutkan oleh pengikut Rasulullah saw. Misi itu bukan saja kepada manusia yang belum menerima ajaran tauhid, melainkan juga kepada umat Islam agar dalam beribadah kepada Allah SWT terhindar dari hal-hal yang berbau syirik.

Meluruskan tauhid umat Islam merupakan tugas pada penerus misi Rasulullah saw. Dalam beribadah kepada Allah SWT ada umat Islam yang masih saja menbaurkan antara keyakinan kepada keesaan Allah SWT dengan khurafat atau adat istiadat yang menyalahi ketauhidan kepada Allah SWT. Misalnya, pengakuan kita bahwa Allah SWT satu-satunya tempat kita meminta dan mengharap pertolongan. Namun, masih ada orang yang percaya kepada kekuatan alam sehingga dapat merusak tauhidnya. Jin dan setan selalu menyesatkan manusia, tetapi ada saja orang yang meminta pertolongan kepada jin atau setan untuk memuluskan keinginannya. Agar karier naik dan diperhatikan oleh atasan ada yang meminta jasa dukun dengan memakai azimat. Jika menginginkan keselamatan atau pertahan diri, jasa perdukunan menjadi pilihannya. Untuk mendirikan bagunan mulai dari rumah sampai ke bangunan yang monumntal, masih ada orang yang melakukan persyaratan sesajen, buah-buahan, atau kepala kerbau yang ditaman di bawah bangunan monumental itu. Logika mana yang digunakan? Apa hubungannya antara bangunan dengan kepala kerbau? Dikemanakan Allah SWT yang mengatur segalanya? Tidak yakinkah orang itu terhadap kekuasaan dan kesucian Allah SWT?

Kalau ada hajat yang akan ditunaikan, masih ada orang yang berziarah ke makam para wali atau orang yang dimuliakan semasa hidupnya. Berziarah tidak salah, tetapi meminta pertolongan untuk suatu hajat kepada ruh yang ada di dalam kubur itu yang keliru. Berziarah ke makam wali itu boleh-beloh saja, tetapi berdoa dengan wasilah ruh di dalam makam itu agar hajatnya terlaksana dengan baik, itu yang megandung kesyirikan. Berkirim doa agar ruh di dalam kubur itu diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, diselamatkan dari siksaan kubur, dan dimasukkan ke surga, itu yang betul. Akan tetapi, meminta kepada ruh di dalam kubur itu untuk kepentingan diri, keluarga, mdan masyarakatnya, itulah perbuatan syirik.

Tugas penerus misi kerasulan Nabi Muhammad saw. adalah mengajarkan keimanan yang benar, menjelaskan kepada umat mana hal-hal yang dapat merusak keimanan, mencerahkan mukmin tentang bahaya syirik yang dapat mehapus segala kebaikan yang dilakukan. Apa pun amal saleh yang dilakukan, tetapi dibarengi dengan syirik kepada Alla SWT, amalnya tidak diterima. Allah berfirman,

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa. Siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS Al-Kahfi:110)

Di dalam ayat tersebut jelas misi Rasulullah sebagai manusia yang diberi wahyu yang bertugas meyakinkan manusia bahwa Tuhan yang wajib diibadahi adalah Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Siapa pun yang menginginkan bertemu dengan Allah SWT harus memenuhi dua syarat, yakni beramal saleh dan beribadat hanya kepada Allah tanpa mepersekutukan-Nya dengan siapa atau apa pun. Jika amal saleh sudah dilakukan, jangan diabaikan tujuannya hanya mencari rida Allah SWT.

Misi Rasulullah terkait dengan perbaikan akhlak manusia begitu jelas pada saat beliau diutus. Bangsa Arab pada saat itu jauh dari kasih sayang dan memiliki sihap bengis. Anak perempuan yang merupakan belahan jiwa ibu harus dikubur hidup-hidup karena akan membawa aib bagi keluarga. Perbudakan merupakan bagian kehidupan orang-orang kaya dan bangsawan Arab. Perbuatan mungkar manjadi hiasan di dalam masyarakat. Khamar dan judi manjadi adat dan kehormatan di kalangan suku Arab. Penipuan berupa kecurangan di dalam takaran dan timbangan merupakan pekerjaan pedagang untuk mencari keuntungan. Riba dalam dunia dagang menjadi hal yang biasa. Kedatangan Rasululah saw. ke masyarakat bertujuan untuk mengubah perilaku dan tata kehidupan karena akhlak sudah rusak menjadi kemulian bagi manusia yang menginginkan hak-haknya dihargai. Jadilah Rasulullah pembebas masyarakat Arab dan umat manusia dari dekadensi moral.

Misi Rasulullah itu berlajut sampai saat ini, bahkan sampai akhir zaman. Amar makruf dan nahi munkar yang menjadi tugas Rasulullah saw. harus pula ditegakkan oleh kita sebagai umatnya. Kemakrufan sangat diharapkan di dalam masyarakat yang beradab dan kemungkaran wajib dibasmi agar kehidupan masyarakat yang beradab itu tidak terganggu. Allah SWT berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110)

Di tengah masyarakat banyak ditemukan kemungkaran yang dilakukan sebagian anggota masyarakat. Perbuatan kemungkaran itu akan dapat mengusik keamanan masyarakat. Bukankan minuman keras, narkoba, dan apa pun jenisnya yang memabukkan akan merusak tatanan kehidupan yang harmonis dan akan menjadi virus yang mematikan bagi generasi muda. Bagimana giatnya negara dan pemerintah membasmi peredaran narkoba dan minuman keras demi menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya itu. Keseriusan pihak keamanan untuk tidak main-main dengan bahaya narkoba sangat dituntut. Jangan sampai terjadi “main mata” antara bandar narkoba dengan pihak keamanan sehingga bandar narkoba bebas berkeliaran dan keamanan berpura-pura serius membasmi pengedar narkoba. Jangan pula terjadi masyarakat yang bukan pengguna dan bukan pula pengedar terjerat sebagai penyimpan narkoba karena ulah petugas keamanan yang “memeras” dengan menaruh barang haram itu di bagian yang diperiksa agar mendapat tebusan banyak untuk membebaskan yang bukan pelaku. Betapa zalimnya jika ada petugas yang menuduh orang biasa sebagai pengguna atau pengedar sementara dia mendapat keuntungan.

Tugas pelanjut misi Rasulullah saw. adalah menegakkan kebenaran, mengajak orang berbuat baik, dan mecegah orang berbuat kemungkaran. Terkait dengan kemungkaran masing-masing memiliki cara untuk mencegah kemungkaran di tengah masyarakat. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadisnya,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

“Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaklah mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya. Jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya.Yang demikian selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim dan Ahmad)

Siapa yang harus mengubah kemungkaran dengan tangan? Pemilik kekuatan dan kekuasaan adalah yang mampu mencegah kemungkaran dengan kekuatan dan kekuasaan. Pemerintah dan pihak keamanan memiliki kekuasaan untuk mencegahnya. Kemungkaran yang berskala nasional harus pemerintah pusat yang menanganinya. Yang sifatnya kedaerahan pemerintah daerah: gubernur dan bupati/walikota harus turun tangan. Kalau perlu pembuat undang-undang atau peraturan daerah memiliki kekuatan untuk menertibkan pelanggaran hukum di daerahnya dengan menerbitkan peraturan daerah yang akan melindungi ketertiban masyarakat. Petugas keamanan memiliki kewenangan untuk membasmi kemungkaran, berupa perjudian, narkoba, tempat maksiat, renternir, dan sebagainya.

Upaya menmbasmi kemungkaran dengan tangan jangan dimaknai kita datangi beramai-ramai, kita mengobrak-abrik tempatnya, kita angkat senjata tajam untuk menghancurkannya. Hal itu melangkahi wewenang petugas keamanan. Main hakim sendiri di negara kita yang menjunjung hukum untuk mengatasi masalah merupakan perbuatan yang justru menimbulkan masalah baru. Karena itu, tindakan itu pasti melanggar hukum yang akan dapat menjadi pelanggaran baru yang harus pula diselesaikan melalui jalur hukum.

Pencegahan kemungkaran dan maksiat dapat juga dilakukan melalui lisan dan tulisan. Orang yamg mampu menggunakan lisan atau tulisan harus mencegahnya dengan lisan dan nasihat atau pemikiran dan pendapat untuk mencarikan solusinnya. Para pendidik dan pemuka agama menyampaikan nasihat dan pelajaran kepada anak didik dan umat untuk mencegah perbuatan mungkar dan maksiat. Penulis dan wartawan menggunakan tulisannya untuk mencegah dan mengatasi perbuatan mungkar dan maksiaat di tengah masyarakat. Fakta yang dikemukakan dan solusi yang diberikan akan bermanfaat bagi penegak hukum dan masyarakat agar perbuatan kriminal itu tidak merambah ke anggota masyarakat yang lain.

Bisa jadi ada kelompok masyarakat, dan ini banyak sekali, yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan, tidak mempunyai kemampuan untuk memberi nasihat dan pengajaran serta tidak memiliki keterampilan menulis paling tidak membenci perbuatan maksiat itu dan hatinya tidak senang terhadap kemungkaran yang terjadi di lingkungannya. Hal itu merupakan cara mengubah kemungkaran di tengah masyarakat. Namun, cara
yang terakhir itu merupakan bukti keimanan yang paling lemah.

Ada upaya hati yang dapat dilakukan dengan melihat kemungkaran yang kita sendiri tidak mampu mengubahnya, yakni bersabar terhadap apa yang menimpa kita dan lingkungan masyarakat kita. Allah SWT berfirman dalam kisah Luqman,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik, cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS Luqman: 17)

Tugas kita sebagai orang yang mencintai Rasulullah saw. dan berjuang untuk tegaknya risalah yang dibawanya adalah melanjutkan tugas dan misi yang dibawanya. Kita adalah manusia yang terbaik untuk melajutkan perjuangan Rasulullah saw. Misi untuk memperbaiki akhlak manusia belum berhenti. Upaya untuk mengajak orang untuk melakukan kebaikan dan mencegah manusia berbuat kemungkaran merupakan kewajiban umat Nabi Muhammad saw. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengubah kemungkaran itu, sesuai dengan posisi kita di dalam masyarakat dan lingkungan kita.

Wallahul-muwafiq ila aqwamit-tariq.

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tangerang, 4 Juli 2020