Manusia dan Pengetahuan (Bagian XXXIX)

اَمَّا بَعْدُ فَاِنَّ الفِرْقَةَ النَّاجِيَةَ (1 (مِنَ السَّلَفِ اَجْمَعُوا عَلَى الإِعْتِقَادِ بِأَنَّ العَالَمَ كلَّهُ حَادِثٌ خَلَقَهُ االلهُ مِنَ العَدَمِ وَهُوَ اَىِ العَالَمُ) قَابِلٌ لِلفَنَاءِ (2 (وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (3 (وَهَا نَحْنُ نَشْرَعُ فِى بَيَانِ اُصُولِ العَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ.

Kemudian dari pada itu, maka kalangan ummat yang terdahulu, yakni mereka yang terjamin keselamatannya (1), mereka telah sependapat atas keyakinan bahwa seluruh ‘alam seluruhnya mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidak-adaan dan mempunyai sifat akan punah (2). Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang ‘alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran Agama (3). Dan demikianlah maka kita hendak mulai menerangkan pokok-pokok kepercayaan yang benar.

Syarah HPT:
Kata Kunci: Kata Kunci: لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (Untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran Agama).
Manusia adalah makhluk paling sempurna. Firman Allah:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS:At tin:4).
Kelebihan manusi dari makhluk lainnya adalah bahwa manusia dianugerahi akal. Dengan akal inilah, manusia dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Sementara makhluk Tuhan lainnya tidak memiliki akal sehingga manusia sering disebut sebagai binatang yang berakal.
Al-Qur’an banyak mensinyalir bahwa manusia dengan anugerah akal dapat memperoleh pengetahuan. Hal ini terlihat jelas dari awal mula Allah menciptakan Adam, yaitu dengan memberikan bekal ilmu pengetahuan kepadanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut ini:
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ () قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ ()

Artinya: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” ()Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. () Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (QS. Al-Baqarah: 31-34).
Tuhan menciptakan Adam kemudian memberikan pengetahuan kepadanya. Dengan pengetahuan ini, manusia mendapat nilai lebih dibandingkan dengan Malaikat sehingga Tuhan memerintahkan seluruh malaikat untuk bersujud sebagai tanda penghormatan kepada Adam.
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya: “Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah: 35)
Manusia sebagai anak cucu Adam tidak hanya diciptakan begitu saja, namun mengemban amanat sebagai khalifah di muka bumi. Agar manusia dapat melaksanakan amanat dengan baik tentu dibutuhkan pengetahuan dan sikap tanggung jawab. Manusia dituntut untuk mengetahui eksistensi dirinya, cara berinteraksi dengan realitas, terlebih-lebih berinteraksi dengan Tuhan. Manusia juga dituntut untuk mengetahui rahasia alam, dan bagaimana menundukkan alam raya demi kemaslahatan umat manusia. Karena alam ciptaan-Nya hanya diperuntukkan bagi umat manusia seluruhnya.
Manusia adalah subyek pengetahuan, sedangkan Tuhan serta alam ciptaan-Nya adalah obyek pengetahuan. Tuhan adalah obyek pengetahuan yang paling utama, karena Ia adalah sumber ilmu pengetahuan. Keberadaan Tuhan dapat diketahui melalui alam ciptaannya sebagaimana firman Allah berikut:
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
Artinya: Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS. Al-Mulk: 3)
Dalam hal ini Imam Ghozali berkata, “Alam semesta adalah sesuatu yang baru (al hâdits). Dan sesuatu yang baru (al hâdits) membutuhkan subyek yang mewujudkannya. Dan subyek ini adalah Tuhan.
Alam raya, manusia dan ghoibyah adalah suatu pengetahuan yang sangat luas, sementara akal manusia sebagai subyek pengetahuan sangat terbatas. Bahkan antara sesama manusia pun dalam memahami sesuatu sering mengalami perbedaan sesuai dengan tingkatan kemampuan, perkembangan pendidikan, sumber pengetahuan dan metodologi yang ia gunakan. Dengan keterbatasan akal manusia ini, manusia tetap saja tidak akan pernah mempu mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan tiga hal tersebut secara sempurna. Manusia juga tidak dapat mengetahui alam metafisika, cara berinteraksi dengan Tuhan, hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk kepada kholiq-Nya hanya dengan bertumpu pada indera dan akal. Untuk itu dibutuhkan penyeimbang yang dapat menuntun manusia kepada pengetahuan lain diluar jangkauan akal. Dan penyeimbang ini adalah wahyu Tuhan.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899