Beranda Khazanah Berprasangka Baik kepada Allah SWT

Berprasangka Baik kepada Allah SWT

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

Assalamulaikum wr. wb.

Apa kabar saudaraku? Semoga kita senantiasa berada dalam keadaan sehat walafiat dan mendapatkan jalan keluar dalam setiap kesulitan hidup yang kita hadapi. Amin!

Nabi saw.bersabda,

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku bergantung pada persangkaan hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingat-Ku pada keadaan sediri, Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingat-Ku di dalam suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di dalam kumpulan yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR Bukhari No. 7405 dan Muslim No. 2675)

Di dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang ada orang yang mengatakan bahwa mengapa dia tidak seberuntung temannya? Apa yang kurang pada dirinya? Padahal, sama-sama sarjana. Jurusannya pun juga sama. Akhirnya, dia mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil? Semua tahap untuk memperoleh pekerjan sudah dilakukan, tetapi mengapa masih belum ada pekerjaan seperti teman itu?

Di dalam kondisi wabah Covid-19 ini pun banyak di antara saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan. Ada yang gajinya diterima 50%, ada yang dirumahkan sementara, dan ada pula yang di-PHK dengan alasan produksi tidak jalan. Belum lagi yang pekerjaan manarik taksi, grap, ojek, dan sebagainya jarang mendapatkan penumpang. Muncul buruk sangka kepada Allah SWT. Padahal, apa pun yang terjadi seorang mukmin harus berbaik sangka terhadap Allah SWT.

Berbaik sangka merupakan salah satu akhlak yang harus dimiliki seorang hamba kepada Tuhannya. Kehidupan ini tidak terlepas dari pengaturan dan ketenrtuan Allah SWT terhadap siapa pun. Jika Allah menghendaki sesuatu terhadap hamba, apakah keberuntungan, kebaikan, kesuksesan maupun kerugian, keburukan, dan kegagalan sangat mudah bagi-Nya.

Hadis di awal mengingatkan kita bahwa Allah SWT akan melakukan sesuatu terhadap seorang hamba pada saat hamba berprasangka baik kepada-Nya. Pada saat hamba mengingat Allah SWT dalam keadaan sendiri, Allah SWT akan ingat pula kepada hamba dengan diri-Nya sendiri. Bahkan, pada saat hamba mengingat Allah SWT dalam keramaian dan bersama-sama, Allah SWT pun akan mengingat pula hamba itu secara bersama-sama dalam kumpulan para malaikat-Nya.Bahkan Allah SWT memberikan kesempatan kepada hamba untuk mendatangi-Nya agar lebih dekat dengan Allah SWT.

Seorang mukmin harus yakin betul bahwa Allah SWT akan berpihak kepadanya manakala dia senantiasa mengingat dan berprasangka baik kepada-Nya. Prasangka baik itu modal bagi mukmin untuk menjalani kehidupan ini. Bukankah setiap gerak langkah kita tidak terlepas dari kendali Allah SWT. Jangankan kepada Allah SWT, kepada orang lain yang kita harapkan kebaikannya, kita pun harus memiliki pikiran positif terhadap orang itu.

Berbagai kondisi yang dialami manusia dalam wabah Corona ini tidak lepas dari kehendak Allah SWT terhadap siapa yang terkena dampak virus itu. Hidup ini tidak ubahnya seperti roda pedati—perumpamaan yang digunakan oleh orang-orang tua kita. Sekali di atas dan sekali di bawah. Pada saat berada di atas, kita telah merasakan nikmatnya kehidupan ini. Sebaliknya, pada saat berada di bawah dengan berbagai keterbatasan dan kesuliatan, kita merasakan getirnya kehidupan. Orang yang pada saat di atas kadang lupa bahwa pada suatu saat roda itu akan menggelinding ke bawah. Namun, orang yang sedang berada di bawah harus yakin bahwa setelah itu akan ada masanya naik ke posisi di atas. Tinggal bagaimana kita menyikapi kehidupan ini.

Mukmin yang hakiki akan mensyukuri kehidupan yang telah dinikmati pada saat di atas. Ia tidak akan gamang dalam hidup dan tidak akan lupa akan ada saatnya dia tidak seperti saat dia di adas. Sebaliknya, mukmin yang diuji oleh Allah SWT pada saat dia berada di bawah atau kondisi sulit bahwa ia akan berprasangka baik dengan Allah SWT. Allah SWT tidak akan mengujinya melebihi kemampuannya. Allah SWT berfirman,

لا يكلف الله نفساً إلا وسعها

“Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.” (QS Al-Baqarah: 286)

Apa yang dirasakan dalam kondisi saat ini berupa pembatasan rezeki dari Allah SWT masih dalam kesanggupan seseorang. Jika seseorang bekerja dengan gaji yang diterima 50 %, alhamdulillah gaji masih ada yang diterima. Bandingkan dengan orang lain yang dirumahkan untuk sementara sehingga tidak menerima gaji. Jika ada orang yang dirumahkan dari pekerjaan, masih ada harapan jika kondisi membaik akan dipanggil lagi untuk bekerja. Jika ada di antara kita yang di-PHK, coba lihat orang lain yang sudah di-PHK, tetapi dia harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk keluarganya. Oleh karena itu, di dalam hati seorang mukmin harus tertanam bahwa Allah SWT tidak akan memberikan kesusahan yang melebihi kemampuan kita. Harus ditanamkan dalam hati pasti akan ada yang lebih baik lagi di balik apa yang kita rasakan.

Berprasangka baik kepada Allah SWT harus ada dalam hati dan pikiran seorang mukmin. Allah SWT mempunyai rencana terhadap hamba karena dengan prasanggka baik itu akan menjadi pemantik semangat kita untuk berbuat yang terbaik lagi.

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا. فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ. وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka, apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS Al-Insyirah: 5-8)

Setiap mukmin harus yakin dengan firman Allah SWT karena Allah Mahakuasa atas segalanya. Allah sudah menjanjikan bahwa di balik kesulitan hamba pasti ada kemudahan yang akan diberikan. Harus ada di dalam hati setiap muslim bahwa pintu kemudahan Allah begitu banyak. Tinggal Allah SWT akan membukakannya kepada orang yang yakin akan janji Allah SWT dan memiliki prasangka baik kepada-Nya. Pintu kemudahan itu hanya akan dibuka bagi orang yang berkeyakinan bahwa Allah SWT tidak sudi hambanya merasakan derita dan kesulitan sepanjang hari. Hari air mata menetes yakinlah sebentar lagi akan tersenyum. Hari ini susah yakinlah esoknya akan terbit matahari kesejukan bagi hidup yang membawa angin kesejahteraan bagi yang sabar dan yakin akan pertolongan Allah SWT.

Ada beberapa syarat yang diminta Allah SWT agar pertolongan Allah SWT itu datang kepada orang yang ditimpa kesulitan. Allah SWT berfirman,

‏‏وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا‏

“Siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar dan menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (At-Thalaq 2-3)

Ayat itu menyatakan bahwa ketakwaan seseorang, apalagi dalam kondisi sulit, akan manjadi pintu masuk ke solusi dalam kehidupan. Solusi itu mencakupi kemudahan yang Allah SWT berikan kapadanya berupa rezeki dan peluang yang tidak disangka-sangka. Di samping itu, ia harus yakin akan kekuasaan Allah SWT dengan menyerahkan segala rencana kehidupannya kepada Allah SWT. Namun, selain berharap pertolongan Allah SWT, ia berusaha dan bersikap optimistis terhadap rezeki Allah SWT itu. Bahkan, pada ayat terakhir Allah SWT akan membuat perencanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya karena Allah SWT menetapkan ketentuan terhadap hamba. Oleh karena itu, mukmin harus memiliki keyakinan akan pertolongan Allah SWT.

Memang ada orang yang sulit keluar dari berbagai masalah hidup karena kurang bertakwa dan kurang yakin akan pertolongan Allah SWT. Orang yang seperti itu biasanya mengandalkan akal dan kemampuan dirinya untuk lepas dari persoalan hidupnya sehingga kurang yakin akan kemampuan Allah SWT. Keengganan pada pertolongan Allah SWT itu menyebabkan dirinya masih tetap dalam kondisi apa adanya. Bisa jadi doa dan tawakal sebagai usaha yang sia-sia. Namun, muslim yang taat akan memahami rencana Allah SWT yang disebutkan dalam firman-Nya,

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

”Jika mereka sungguh-sungguh rida dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah (Tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).” ( QS At-Taubah: 59)

Keridaan terhadap kenyataan kesulitan hidup dengan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai penolong akan mengundang karunia Allah SWT. Allah SWT–sebagimana Rasul-Nya juga bersabda–berjanji akan memberikan sebagian karunia-Nya dengan kemudahan untuk medapatkan rezeki Allah SWT. Berharap kepada Allah SWT untuk memberikan pertolongan itulah jalan yang terbaik bagi hamba dalam menghadapi keadaan sesulit apa pun. Di balik itu, perbuatan baik yang dilakukan akan mendapatkan ganjaran dari Allah SW. Mereka tidak merasa khawatir dan sedih dalam menghadapi situasi yang yang terjadi di dalam kehidupan yang sulit seperti dalam kondisi wabah Corona . Allah SWT berfirman,

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“(Tidak demikian) bahkan siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah:112)

Kondisi seperti itu ada kemungkinan dikehandaki oleh Allah SWT karena Dia akan mengetahui seberapa sabar seseorang terhadap keadaan yang dialaminya. Hal itu ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya,

وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah: 216)

Jika kondisi yang sulit masih menyelimuti kehidupan sesorang dan belum ada tanda-tanda perbaikan itu boleh jadi ada rahasia dan rencana Allah SWT untuk yang bersangkutan. Pilihan itulah yang terbaik bagi Allah SWT. Sebaliknya, sesuatu yang menurut kita buruk bisa jadi itu baik bagi Allah SWT.

Allah SWT memberi harapan dan janji kepada orang yang berbaik sangka kepada Allah SWT bahwa Dia akan memberi pertolongan kepadanya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan,

اَلَاۤ اِنَّ نَصۡرَ اللّٰہِ قَرِیۡبٌ

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. 2: 214)

Intinya bahwa dalam kondisi apa pun kita harus yakin akan ketentuan dan pertolongan Allah SWT. Pada saat kita menghadapi ujian, kita makin yakin akan kebaikan Allah SWT kepada kita. Prasangka baik, ketakwaan, kesabaran, dan kepasrahan kepada Allah SWT pada saat kita menghadapi problematika hidup akan mampu mengundang penyelesaian atau jalan keluarnya. Oleh karena itu, kita berharap agar Allah SWT selalu berpihak kepada kita selama kita mendekat kepada-Nya. Amin!

Wallahu a’lam bis-sawab.

Wassalamualaikum wr. wb.

++++++

Telah dibuka Pendaftaran Pondok Pesantren Modern Almuflihun Putra.

Formulir pendaftaran sebagai berikut:
https://bit.ly/3d9LaR0

Kontak: 0813-9278-8570

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Tangerang,