Berzikir Kepada Allah SWT

In this Feb. 24, 2020, photo, Muslim pilgrims pray near the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, as worshippers circumambulate around during the minor pilgrimage, known as Umrah in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia. Saudi Arabia halted Thursday, Feb. 27 travel to the holiest sites in Islam over fears of the global outbreak of the new coronavirus just months ahead of the annual hajj pilgrimage, a move coming as the Mideast has over 220 confirmed cases of the illness. (AP Photo/Amr Nabil)

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

Assalamualaikum wr. wb.

Apa kabar saudaraku? Semoga kita selalu mendapat curahan rahmat Allah SWT dan di mana pun dan kapan pun kita selalu berzikir kepada Allah SWT. Amin!

. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS Al-Ahzab: 41-42)

Manusia tidak mungkin ada di dunia ini tanpa penciptaan dari Allah SWT. Manusia adalah ciptaan Allah SWT (makhluk), sedangkan Allah adalah Penciptanya (Khalik). Oleh karena itu, manusia tidak sepantasnya melepaskan diri dari Penciptanya.
Untuk mengikat hubungan manusia dengan Allah SWT adalah iman yang diejawantahkan dalam bentuk ibadah kepada-Nya. Ibadah kepada Allah SWT itulah tujuan manusia itu diciptakaan. Allah SWT berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (QS Az-Zariyat: 56)

Tata cara beribadah di dalam Islam sudah diatur dengan jelas. Ada ibadah mahdah dan ada pula ibadah gairu mahdah. Ibadah mahdah merupakan ibadah utama yang diwujudkan dalam bentuk ibadah wajib, seperti salat, puasa Ramadan, zakat bagi memiliki harta sesuai dengan nisabnya dan per tahun, dan haji bagi yang mampu. Sementara itu, ibadah gairu mahdah adalah ibadah sunat untuk mendukung dan melengkapi ibadah mahdah.

Ibadah salat merupakan salah satu ibadah yang bertujuan untuk mengingat (zikir kepada) Allah. Di kalangan tasawuf, seperti menurut Ibnu Atta’, zikir dibagi menjadi (1) zikir jali, (2) zikir khafi, dan (3) zikir hakiki. Zikir jali adalah zikir yang dinyatakan dalam ucapan atau secara lisan sehingga bacaan zikir dapat didengar dengan jelas. Zikir khafi lebih banyak pada zikir dalam hati, baik dengan bacaan yang disirkan (disembunyikan) maupun hanya menimbulkan kesadaran batin untuk mengingat Allah SWT. Sementara itu, zikir hakiki adalah zikir yang sudah menyatukan gerak rohani dan jasmani yang dilakukan di mana dan kapan saja sehingga menjadi kendali untuk tidak melanggar perintah Allah dan melakukan larangan-Nya. Zikir yang terakhir itu memerlukan pelatihan yang rutin dan maksimal sehingga hati dan lisan selalu terkoneksi dengan Allah SWT.

Mengapa kita harus selalu berzikir kapada Allah SWT? Jawabannya sederhana, yakni karena kita sangat memerlukan dan mencintai Allah SWT. Orang beriman di dalam hidupnya tidak dapat dilepaskan dengan kehadiran Allah SWT di dalam dirinya. Dengan mengahadirkan Allah SWT di dalam diri, mukmin akan selalu terhubung dengan-Nya. Hal itu yang sulit dilakukan. Kadang-kadang orang menganggap bahwa zikir itu hanya dilakukan pada saat salat karena salat memang berarti zikir juga. Ada yang manganggap Bahwa zikir hanya dilakukan pada waktu membaca Al-Qur’an karena sedang melantunkan firman Allah SWT. Ada yang menganggap bahwa zikir hanya dilakakukan ketika berada di masjid, musala, dan surau. Itulah pemahaman yang sempit terhadir zikir.

Ada pula anggapan bahwa pada saat di jalan, kendaraan, kantor, kampus, parlemen, mal, pasar, dan keramaian zikir tidak diperlukan. Seseorang lepas dari mengingat Allah SWT di tempat-tempat itu. Apakah betul demikian?

Berzikir tidak dibatasi di suatu tempat, tetapi di mana pun seorang mukmin berada selalu berzikir. Pada waktu salat, selepas salat, ketika membaca Al-Qur’an, di masjid, musala, surau memang waktu dan tempat yang seharusnya terkait dengan zikir kapada Allah SWT. Namun, waktu dan tempatnya tidak terbatas pada waktu dan tempat-tempat tersebut. Di jalan sambil berjalan kaki, beolahraga maraton, berkendara, bekerja di kantor atau tempat kerja, kampus, bersidang di parlemen, bertransaksi di mal atau pasar, berada di keramaian tetap selalu berzikir. Mukmin tinggal menyesuaikan bentuk zikir, apakah zikir jali. khafi, atau hakiki.

Jika seorang buruh sedang menggali tanah atau memasang batu bata dengan adukan semen, subhanallah, zikirnya akan terasa dalam hatinya bahwa tanah yang memiliki berbagai manfaat bagi manusia dan batu bata dan semen pun berasal dari bumi yang kaya dengan berbagai unsurnya. Zikirnya pun sampai pada perintah Allah SWT untuk mencari rezeki dari-Nya. Mereka yang bekerja sendiri, apakah pedagang kaki lima, pedagang asongan, pedagang makanan, pedagang sayur, buah-buah, dan sebagainya merupakan orang yang terbaik di sisi Rasulullah saw. sehingga mereka berdagang tanpa mengurangi timbangan, takaran, dan ukuran. Begitu pula zikirnya pelaku bisnis ditunjukkan dengan kejujuran dan terjauhnya mereka dari kecurangan dengan mitra dan pemanfaat bisnisnya. Bukankah Rasulullah saw. memberi apresiasi kepada mereka yang berkerja sendiri dengan hasil keringatnya melalui hadis dari Ali bin Abi Talib r.a. dengan sabda beliau,

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Tidak ada yang lebih baik dari usaha seorang laki-laki, kecuali dari hasil tangannya sendiri. Apa-apa yang diinfakkan oleh seorang laki-laki kepada diri, istri, anak, dan pembantunya adalah sedekah.” (HR Ibnu Majah).

Sopir dan pengendara mobil dapat berzikir dengan senantiasa melafalkan kalimah-kalimah tayibah (kalimat-kalimat yang baik), seperti asamaulhusna, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan tilawah atau muratal Al-Qur’an dari kaset yang dapat menuntun kita untuk ingat kapada Allah SWT. Pada saat menyetir hati perlu dituntun untuk selalu ingat kapada Allah SWT karena kita tidak tahu apa yang terjadi di luar kemampuan kita berupa kecelakaan. Dengan zikir, insyaallah, Allah SWT selalu bersama kita, sesuai dengan ayat di awal tulisan ini, “Berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Zikirnya petugas keamanan adalah bagaimana mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan menjalankan aturan yang berlaku tanpa mencari-cari kesalahan orang lain untuk meperoleh keuntungan pribadi. Zikirnya akan menghalanginya untuk berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain, mendatangkan kebencian kepada pengguna jalan dan pengendara, menimbulkan kegaduhan terhadap orang banyak, dan sebagainya. Mereka selalu terkoneksi dengan Allah SWT sehingga Dia selalu mengawasinya dalam segala tindak tanduknya dalam melaksanakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Zikirnya penegak hukum dan penentu keadilan adalah bagaimana para penegak hukum, seperti jaksa dalam memberikan tuntutan hukum terhadap terdakwa sesuai dengan norma hukum yang dilanggar tanpa mencari-cari celah untuk memberatkan atau meringankan dakwaannya karena pengaruh atau tekanan kepadanya. Begitu pula hakim akan menimbang-nimbang dan menelaah dakwaan yang diajukan jaksa dan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga vonis yang dijatuhkan tidak mencederai hukum dan keadilan. Mereka senatiasa berzikir kepada Allah setiap dakwaan dan putusan yang diambil sehingga betul-betul sesuai dengan firman Allah SWT,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Maidah: 8)

Zikirnya pembuat undang-undang di parlemen adalah bahwa setiap produk undang-undang yang mereka buat harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara sehingga hak-hak rakyat yang terdiri atas berbagai adat, budaya, suku bangsa, agama dapat terjamin, keutuhan bangsa dan negara terjaga, kepentingan bersama terakomodasi, dan keadilan merata. Dalam setiap pembahasan daftar isian masalah (DIM) di dalam rancangan undang-undang yang dibahas betul-betul mempertimbangkan kepentingan rakyat dan bangsa, bukan kepentingan perseorangan, pengusaha, golongan, dan partai. Apa yang diberikan kepada bangsa dan negara adalah yang terbaik karena bangsa dan negara menanti kebaikan dan terjaga dari keburukan mereka, seperti sabda Rasulullah saw.,

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

“Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya, sedangkan keburukannya terjaga.” (HR Tirmidzi)

Zikirnya pejabat dan penguasa adalah pada saat mereka membuat kebijakan dan mengambil keputusan, kebijakannya dan keputusannya itu berpihak kepada rakyat. Kibijakan yang berpihak kepada kelompok atau pengusaha karena keuntungan pribadi atau golongan jauh dari mereka karena mereka mengingat Allah SWT bahwa kibijakan itu tidak dapat dibuat karena merugikan rakyat. Keputusan yang tidak menguntungkan bangsa dan negara disadarinya untuk tidak diambil karena akan bertentangan dengan aturan hukum dan keadilan masyarakat. Jadi, zikirnya itu akan mengingatkannya untuk membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang bermanfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS An-Nisa: 58)

Zikir tidak hanya dilakukan oleh mereka yang bekerja di berbagai bidang dan profesi, Ibu rumah tangga pun dituntut untuk selalu berzikir. Pada saat ibu menyiapkan makanan untuk keluarga dan anak-anak, ucapkan zikir jali dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil pada setiap memasak, menggoreng, dan membuatkan minuman anak-anak. Insyaallah, akan ada keberkahan dan rahmat Allah SWT bagi keluarga sehingga keluarga tumbuh menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan rahmah.

Masih banyak lagi pekerjaan dan profesi yang menuntut setiap mukmin agar berzikir kapada Allah SWT. Zikir merupakan kekuatan yang akan menginginkannya untuk senantiasa berbuat yang terbaik dan tidak melenceng dari niliai-nilai ilahiah dan islamiah. Manakala zikir selalu ada pada diri mukmin, yakinlah bahwa segala perbuatan dan tindakannya selalu diawasi Allah SWT sehingga tidak melanggar aturan dan hukum-Nya.

Ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh setiap mukmin yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT.
Pertama, zikir membersihkan hati. Rasulullah saw. menjelaskan dalam hadisnya, ”Sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada pengilapnya (pembersihnya). Sesungguhnya pengilap hati adalah zikrullah.” (HR Baihaqi)

Jangan sampai seperti kaum terdahulu yang mengabaikan kebenaran yang datang kepadanya. Hati mereka tidak tunduk dengan zikir kepada Allah SWT sehingga membatu. Berberda dengan orang beriman yang hatinya tunduk dengan berzikir kapada Allah SWT. Allah SWT berfirman,

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نزلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat (zikir kepada) Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya. Kemudian, berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hadid: 16)

Kedua, zikir mengenghapuskan dosa. Orang yang sesalu berzikir kepada Allah SWT akan mendapatkan keampunan sehingga dosanya terhapus memperoleh dan pahala atas perbuatannya. Allah SWT berfirman,

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“… laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab: 35)

Ketiga, zikir membawa ketenangan. Ketenangan batin akan dapat diperoleh dengan banyak berzikir kapada Allah SWT. Allah SWT berfirman,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28)

Keempat, zikir mengundang rahmat Allah. Dengan berzikir, orang beriman berarti mengundang rahmat Allah SWT dan doa para malaikat. Allah SWT juga akan memberikan keselamatan kapada orang yang berzikir dari kegelapan, kezaliman, dan kemaksiatan menuju cahaya-Nya. Rasulullah saw. bersabda, ”Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir nama Allah, kecuali mereka dinaungi oleh para malaikat, dipenuhi oleh rahmat Allah SWT, dan diberi ketenangan kepada mereka. Allah SWT juga menyebut-nyebut nama mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Ucapan zikir yang paling disukai Allah SWT seperti yang disampaikan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya,

Serial Akhlak Terbaik:
Berzikir kepada Allah SWT (69)

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

Assalamualaikum wr. wb.

Apa kabar saudaraku? Semoga kita selalu mendapat curahan rahmat Allah SWT dan di mana pun dan kapan pun kita selalu berzikir kepada Allah SWT. Amin!

. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS Al-Ahzab: 41-42)

Manusia tidak mungkin ada di dunia ini tanpa penciptaan dari Allah SWT. Manusia adalah ciptaan Allah SWT (makhluk), sedangkan Allah adalah Penciptanya (Khalik). Oleh karena itu, manusia tidak sepantasnya melepaskan diri dari Penciptanya.
Untuk mengikat hubungan manusia dengan Allah SWT adalah iman yang diejawantahkan dalam bentuk ibadah kepada-Nya. Ibadah kepada Allah SWT itulah tujuan manusia itu diciptakaan. Allah SWT berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (QS Az-Zariyat: 56)

Tata cara beribadah di dalam Islam sudah diatur dengan jelas. Ada ibadah mahdah dan ada pula ibadah gairu mahdah. Ibadah mahdah merupakan ibadah utama yang diwujudkan dalam bentuk ibadah wajib, seperti salat, puasa Ramadan, zakat bagi memiliki harta sesuai dengan nisabnya dan per tahun, dan haji bagi yang mampu. Sementara itu, ibadah gairu mahdah adalah ibadah sunat untuk mendukung dan melengkapi ibadah mahdah.

Ibadah salat merupakan salah satu ibadah yang bertujuan untuk mengingat (zikir kepada) Allah. Di kalangan tasawuf, seperti menurut Ibnu Atta’, zikir dibagi menjadi (1) zikir jali, (2) zikir khafi, dan (3) zikir hakiki. Zikir jali adalah zikir yang dinyatakan dalam ucapan atau secara lisan sehingga bacaan zikir dapat didengar dengan jelas. Zikir khafi lebih banyak pada zikir dalam hati, baik dengan bacaan yang disirkan (disembunyikan) maupun hanya menimbulkan kesadaran batin untuk mengingat Allah SWT. Sementara itu, zikir hakiki adalah zikir yang sudah menyatukan gerak rohani dan jasmani yang dilakukan di mana dan kapan saja sehingga menjadi kendali untuk tidak melanggar perintah Allah dan melakukan larangan-Nya. Zikir yang terakhir itu memerlukan pelatihan yang rutin dan maksimal sehingga hati dan lisan selalu terkoneksi dengan Allah SWT.

Mengapa kita harus selalu berzikir kapada Allah SWT? Jawabannya sederhana, yakni karena kita sangat memerlukan dan mencintai Allah SWT. Orang beriman di dalam hidupnya tidak dapat dilepaskan dengan kehadiran Allah SWT di dalam dirinya. Dengan mengahadirkan Allah SWT di dalam diri, mukmin akan selalu terhubung dengan-Nya. Hal itu yang sulit dilakukan. Kadang-kadang orang menganggap bahwa zikir itu hanya dilakukan pada saat salat karena salat memang berarti zikir juga. Ada yang manganggap Bahwa zikir hanya dilakukan pada waktu membaca Al-Qur’an karena sedang melantunkan firman Allah SWT. Ada yang menganggap bahwa zikir hanya dilakakukan ketika berada di masjid, musala, dan surau. Itulah pemahaman yang sempit terhadir zikir.

Ada pula anggapan bahwa pada saat di jalan, kendaraan, kantor, kampus, parlemen, mal, pasar, dan keramaian zikir tidak diperlukan. Seseorang lepas dari mengingat Allah SWT di tempat-tempat itu. Apakah betul demikian?

Berzikir tidak dibatasi di suatu tempat, tetapi di mana pun seorang mukmin berada selalu berzikir. Pada waktu salat, selepas salat, ketika membaca Al-Qur’an, di masjid, musala, surau memang waktu dan tempat yang seharusnya terkait dengan zikir kapada Allah SWT. Namun, waktu dan tempatnya tidak terbatas pada waktu dan tempat-tempat tersebut. Di jalan sambil berjalan kaki, beolahraga maraton, berkendara, bekerja di kantor atau tempat kerja, kampus, bersidang di parlemen, bertransaksi di mal atau pasar, berada di keramaian tetap selalu berzikir. Mukmin tinggal menyesuaikan bentuk zikir, apakah zikir jali. khafi, atau hakiki.

Jika seorang buruh sedang menggali tanah atau memasang batu bata dengan adukan semen, subhanallah, zikirnya akan terasa dalam hatinya bahwa tanah yang memiliki berbagai manfaat bagi manusia dan batu bata dan semen pun berasal dari bumi yang kaya dengan berbagai unsurnya. Zikirnya pun sampai pada perintah Allah SWT untuk mencari rezeki dari-Nya. Mereka yang bekerja sendiri, apakah pedagang kaki lima, pedagang asongan, pedagang makanan, pedagang sayur, buah-buah, dan sebagainya merupakan orang yang terbaik di sisi Rasulullah saw. sehingga mereka berdagang tanpa mengurangi timbangan, takaran, dan ukuran. Begitu pula zikirnya pelaku bisnis ditunjukkan dengan kejujuran dan terjauhnya mereka dari kecurangan dengan mitra dan pemanfaat bisnisnya. Bukankah Rasulullah saw. memberi apresiasi kepada mereka yang berkerja sendiri dengan hasil keringatnya melalui hadis dari Ali bin Abi Talib r.a. dengan sabda beliau,

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Tidak ada yang lebih baik dari usaha seorang laki-laki, kecuali dari hasil tangannya sendiri. Apa-apa yang diinfakkan oleh seorang laki-laki kepada diri, istri, anak, dan pembantunya adalah sedekah.” (HR Ibnu Majah).

Sopir dan pengendara mobil dapat berzikir dengan senantiasa melafalkan kalimah-kalimah tayibah (kalimat-kalimat yang baik), seperti asamaulhusna, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan tilawah atau muratal Al-Qur’an dari kaset yang dapat menuntun kita untuk ingat kapada Allah SWT. Pada saat menyetir hati perlu dituntun untuk selalu ingat kapada Allah SWT karena kita tidak tahu apa yang terjadi di luar kemampuan kita berupa kecelakaan. Dengan zikir, insyaallah, Allah SWT selalu bersama kita, sesuai dengan ayat di awal tulisan ini, “Berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Zikirnya petugas keamanan adalah bagaimana mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan menjalankan aturan yang berlaku tanpa mencari-cari kesalahan orang lain untuk meperoleh keuntungan pribadi. Zikirnya akan menghalanginya untuk berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain, mendatangkan kebencian kepada pengguna jalan dan pengendara, menimbulkan kegaduhan terhadap orang banyak, dan sebagainya. Mereka selalu terkoneksi dengan Allah SWT sehingga Dia selalu mengawasinya dalam segala tindak tanduknya dalam melaksanakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Zikirnya penegak hukum dan penentu keadilan adalah bagaimana para penegak hukum, seperti jaksa dalam memberikan tuntutan hukum terhadap terdakwa sesuai dengan norma hukum yang dilanggar tanpa mencari-cari celah untuk memberatkan atau meringankan dakwaannya karena pengaruh atau tekanan kepadanya. Begitu pula hakim akan menimbang-nimbang dan menelaah dakwaan yang diajukan jaksa dan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga vonis yang dijatuhkan tidak mencederai hukum dan keadilan. Mereka senatiasa berzikir kepada Allah setiap dakwaan dan putusan yang diambil sehingga betul-betul sesuai dengan firman Allah SWT,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Maidah: 8)

Zikirnya pembuat undang-undang di parlemen adalah bahwa setiap produk undang-undang yang mereka buat harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara sehingga hak-hak rakyat yang terdiri atas berbagai adat, budaya, suku bangsa, agama dapat terjamin, keutuhan bangsa dan negara terjaga, kepentingan bersama terakomodasi, dan keadilan merata. Dalam setiap pembahasan daftar isian masalah (DIM) di dalam rancangan undang-undang yang dibahas betul-betul mempertimbangkan kepentingan rakyat dan bangsa, bukan kepentingan perseorangan, pengusaha, golongan, dan partai. Apa yang diberikan kepada bangsa dan negara adalah yang terbaik karena bangsa dan negara menanti kebaikan dan terjaga dari keburukan mereka, seperti sabda Rasulullah saw.,

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

“Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya, sedangkan keburukannya terjaga.” (HR Tirmidzi)

Zikirnya pejabat dan penguasa adalah pada saat mereka membuat kebijakan dan mengambil keputusan, kebijakannya dan keputusannya itu berpihak kepada rakyat. Kibijakan yang berpihak kepada kelompok atau pengusaha karena keuntungan pribadi atau golongan jauh dari mereka karena mereka mengingat Allah SWT bahwa kibijakan itu tidak dapat dibuat karena merugikan rakyat. Keputusan yang tidak menguntungkan bangsa dan negara disadarinya untuk tidak diambil karena akan bertentangan dengan aturan hukum dan keadilan masyarakat. Jadi, zikirnya itu akan mengingatkannya untuk membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang bermanfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS An-Nisa: 58)

Zikir tidak hanya dilakukan oleh mereka yang bekerja di berbagai bidang dan profesi, Ibu rumah tangga pun dituntut untuk selalu berzikir. Pada saat ibu menyiapkan makanan untuk keluarga dan anak-anak, ucapkan zikir jali dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil pada setiap memasak, menggoreng, dan membuatkan minuman anak-anak. Insyaallah, akan ada keberkahan dan rahmat Allah SWT bagi keluarga sehingga keluarga tumbuh menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan rahmah.

Masih banyak lagi pekerjaan dan profesi yang menuntut setiap mukmin agar berzikir kapada Allah SWT. Zikir merupakan kekuatan yang akan menginginkannya untuk senantiasa berbuat yang terbaik dan tidak melenceng dari niliai-nilai ilahiah dan islamiah. Manakala zikir selalu ada pada diri mukmin, yakinlah bahwa segala perbuatan dan tindakannya selalu diawasi Allah SWT sehingga tidak melanggar aturan dan hukum-Nya.

Ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh setiap mukmin yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT.
Pertama, zikir membersihkan hati. Rasulullah saw. menjelaskan dalam hadisnya, ”Sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada pengilapnya (pembersihnya). Sesungguhnya pengilap hati adalah zikrullah.” (HR Baihaqi)

Jangan sampai seperti kaum terdahulu yang mengabaikan kebenaran yang datang kepadanya. Hati mereka tidak tunduk dengan zikir kepada Allah SWT sehingga membatu. Berberda dengan orang beriman yang hatinya tunduk dengan berzikir kapada Allah SWT. Allah SWT berfirman,

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نزلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat (zikir kepada) Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya. Kemudian, berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hadid: 16)

Kedua, zikir mengenghapuskan dosa. Orang yang sesalu berzikir kepada Allah SWT akan mendapatkan keampunan sehingga dosanya terhapus memperoleh dan pahala atas perbuatannya. Allah SWT berfirman,

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“… laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab: 35)

Ketiga, zikir membawa ketenangan. Ketenangan batin akan dapat diperoleh dengan banyak berzikir kapada Allah SWT. Allah SWT berfirman,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28)

Keempat, zikir mengundang rahmat Allah. Dengan berzikir, orang beriman berarti mengundang rahmat Allah SWT dan doa para malaikat. Allah SWT juga akan memberikan keselamatan kapada orang yang berzikir dari kegelapan, kezaliman, dan kemaksiatan menuju cahaya-Nya. Rasulullah saw. bersabda, ”Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir nama Allah, kecuali mereka dinaungi oleh para malaikat, dipenuhi oleh rahmat Allah SWT, dan diberi ketenangan kepada mereka. Allah SWT juga menyebut-nyebut nama mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Ucapan zikir yang paling disukai Allah SWT seperti yang disampaikan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya,

أَحَبُّ الكَلامِ إلى اللهِ أرْبَعٌ: سُبْحانَ اللهِ، والْحَمْدُ لِلَّهِ، ولا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، واللَّهُ أكْبَرُ. لا يَضُرُّكَ بأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

”Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat hal, yaitu subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar. Keempat kalimat ini boleh dimulai sesuai dengan yang kehendaki.” (HR Imam Muslim).

Semoga orang beriman senantiasa berzikir kepada Allah SWT tanpa melihat waktu dan tempat. Zikir akan dapat mengingatkannya dalam berbuat dan bertindak karena dia sedang terkoneksi selalu dengan Allah SWT. Apa pun yang dilakukan oleh seorang mukmin pada saat zikir akan memberi kesadaran kepadanya bahwa perbuatan dan tindankannya berada dalam pantauan Allah SWT. Oleh karena itu, semua perbuatan dan tindakannya akan mengikuti kehendak dan aturan Allah SWT.

Wallahul muwafiq ila aqwamit-tariq.

Wassalamualaikum wr. wb.

Tangerang, 22 Juni 20

”Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat hal, yaitu subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar. Keempat kalimat ini boleh dimulai sesuai dengan yang kehendaki.” (HR Imam Muslim).

Semoga orang beriman senantiasa berzikir kepada Allah SWT tanpa melihat waktu dan tempat. Zikir akan dapat mengingatkannya dalam berbuat dan bertindak karena dia sedang terkoneksi selalu dengan Allah SWT. Apa pun yang dilakukan oleh seorang mukmin pada saat zikir akan memberi kesadaran kepadanya bahwa perbuatan dan tindankannya berada dalam pantauan Allah SWT. Oleh karena itu, semua perbuatan dan tindakannya akan mengikuti kehendak dan aturan Allah SWT.

Wallahul muwafiq ila aqwamit-tariq.

Wassalamualaikum wr. wb.

Tangerang, 22 Juni 20