Al-Arifun Dalam Manhaj Irfani (Bagian XXIX)

Matan

اَمَّا بَعْدُ فَاِنَّ الفِرْقَةَ النَّاجِيَةَ (1 (مِنَ السَّلَفِ اَجْمَعُوا عَلَى الإِعْتِقَادِ بِأَنَّ العَالَمَ كلَّهُ حَادِثٌ خَلَقَهُ االلهُ مِنَ العَدَمِ وَهُوَ اَىِ العَالَمُ) قَابِلٌ لِلفَنَاءِ (2 (وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (3 (وَهَا نَحْنُ نَشْرَعُ فِى بَيَانِ اُصُولِ العَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ.

Kemudian dari pada itu, maka kalangan ummat yang terdahulu, yakni mereka yang terjamin keselamatannya (1), mereka telah sependapat atas keyakinan bahwa seluruh ‘alam seluruhnya mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidak-adaan dan mempunyai sifat akan punah (2). Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang ‘alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran Agama (3). Dan demikianlah maka kita hendak mulai menerangkan pokok-pokok kepercayaan yang benar.

Syarah
Kata Kunci:
لِمَعْرِفَةِ االلهِ : Makrifatullah

Irfan sebagaimana saya sampaikan sebelumnya merupakan pendekatan untuk mengenal hakekat kebenaran dan ketuhanan dengan perantara hari nurani. Tidak semua orang dapat melakukan pendekatan ini, kecuali melalui berbagai aturan dan suluk yang dikenal dengan ahwal dan maqamat. Mereka yang sudah sampai pada maqam tertentu biaya digelari dengan al-arif/al-arifun atau al arif billah.

Menurut para al-arifun, Allah mempunyai banyak rahasia. Meski demikian, banyak yang tidak mengerti mengenai rahasia Allah tersebut. Hanya orang yang sudah sampai derajat makrifat yang akan mengetahuinya.

Orang biasa atau orang awam, ketika beribadah kepada Allah tujuan utamanya agar ia masuk surga dan terhindar dari api neraka. Bagi kalangan al-arifun, tujuan utama ibadha, bukanlah masuk surga atau terhindar dari panasnya api neraka. Karena bagi mereka, andai Tuhan tidak menciptakan surga nerakapun, mereka tetap akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya. Kenikmatan terbesar bagi al-arifun adalah tatkala mereka dapat mengenal Allah dengan sesungguhnya. Kelak, mereka akan dapat melihat Allah dengan sesungguhnya.

Agar sampai pada pengetahuan hakekat kebenaran dan ketuhanan, para murid akan dibimbing oleh seorang syaih dan murabbi. Mereka akan melakukan baiat lalu dituntut dengan berbagai amalan yang harus dilakukan. Amalan dan latihan tersebut sering dikenal dengan istilah suluk.

Dalam setiap latihan, mereka akan menaiki tangga-tangga spiritual yang disebut dengan istilah maqamat dan akan merasakan pengalaman spiritual yang disebut dengan istilah ahwal. Para muridun tidak mungkin sampai kepada derajatnya al-arifun kecuali ia meniti tangga-tangga (maqamat) yang biasa dijadikan pijakan oleh para al-arifun. Tingkatan tangga tertinggi adalah maqam makrifat, maqam musyahadah dan maqam zuhud.

Maqam makrifat merupakan cinta. Maqam ini mempunya beberapa konsep, yaitu, pondasi, ruh dan rahasia. Pondasinya al-arifun adalah ilmu pengetahuan. Ruhnya akhlak yang mulia dan rahasianya adalah kecintaan kepada Allah.

Maqam musyahadah, yaitu kenikmatan luar biasa dan tiada batas yang dirasakan oleh al arif billah. Derajat tertinggi dari maqam ini adalah al-ihsan, yaitu tatkala hamba beribadah kepada Allah, seakan-akan ia dapat melihat Allah. Meski ia tidak dapat melihat Allah, namun sungguh Allah dapat melihatnya.

Al-arif billah dan orang-orang mukmin selalu melihat Allah dari sifat-sifatnya. Hanya saja, mereka tidak pernah menggambarkan zat Allah dengan sifat-sifatnya. Sementara itu maqam zuhud, yaitu tatkala al-arif billah sudah membersihkan seluruh hatinya dari kecintaan selain kepada Allah. Jiwanya dipenuhi dengan cinta Allah. Al-arifun memandang dunia tidak ada artinya sama sekali. Dunia ibarat sampan yang dijadikan sarana untuk mencapai ridha Allah semata.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899