Virus Corona sebagai Ujian Keimanan bagi Mukmin


Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa kabar Bapak, Ibu, dan Saudara semua? Semoga Allah selalu memberikan kesehatan lahir dan batin dan terhindar dari segala musibah yang tidak dapat kita pikul. Maru kuta simak firman Allah Swt dalam surah Al-Ankabut:2–3 berikut.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka, sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui pula orang-orang yang dusta.” (Surah al-Ankabut:2–3)

Pandemi Corona sejak akhir tahun lalu menjadi sesuatu yang menakutkan. Seluruh dunia dibuat tersentak dan sibuk untuk melawan penyebarannya. Kita tahu bahwa virus sesuatu yang tidak tampak dengan kasat mata, tetapi dia ada. Dampaknya begitu dahsyat. Setiap negara beberapa bulan ini mengeluarkan seluruh energi dan potensi nya untuk “perang” melawan makhluk Allah yang penuh misterius itu.

Wabah saat ini bagi mukmin diyakini sebagai ujian dari Allah. Ujian merupakan bagian kehidupan mukmin. Belumlah bernama mukmin jika belum diuji oleh Allah. Melalui ujian, akan dapat diketahui kadar keimanan seseorang sebagaimana firman Alllah Swt dalam surah al-Ankabut: 2–3 di atas.

Berdasarkan ayat itu, setiap mukmin pasti diuji oleh Allah sebagaimana ujian itu pernah diberikan kepada orang-orang terdahulu. Dengan ujian itu Allah mengatahui mana yang benar-benar mukmin dan mana pula mukmin yang palsu.

Wabah Covid 19 merupakan bagian ujian bagi mukmin apakah makin yakin akan kebesararan dan kekuasaan Allah atau tidak? Apakah makin sadar bahwa kemapuan manuaia itu terbatas? Hanya melawan makhluk yang sangat kecil itu manusia kalang kabut. Mukmin yang hakiki akan menerima kenyataan ini dengan ketakwaan, kesabaran, tentu kita kembalikan semuanya kapada Allah (tawakal). Itulah pada dasarnya kunci kesuksesan dari ujian.

Allah sudah memberikan informasi bahwa orang-orang terdahulu pernah diberikan ujian, termasuk kekasih Allah yang berpredikat nabi dan rasul. Siapa yang tidak tahu sejarah Nabi Ayub? Allah memberikan ujian berupa penyakit menahun yang menyebab keluarga dan kaumnya menjauhinya. Ayub berhasil dari ujian karena ketakwaan, kesabaran, dan kepasrahannya. Dia yakin bahwa itu datang dari Allah.

Mari kita sikapi wabah Corona dengan makin takarub kepada Allah bahwa kita sedang diuji tanpa melupakan usaha untuk menatasinya. Tentu berbeda dengan orang yang tidak beriman, bisa jadi wabah ini meruoakan azab bagi mereka.

Kita berdoa agar musibah ini cepat berlalu. Semoga Allah melindungi kita, keluarga, dan masyarakat kita dari berbagai ujian yang kita tidak mampu menghindarinya dan beban hidup yang kita pun tidak sanggup memikulnya.

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami!”

Amin.

Wallahu a’lam bishshawaab.

Wassalmualaikum wr. wb.