Beranda Khazanah Ujian Buah-buahan

Ujian Buah-buahan

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

  • السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

Apa kabar Bapak, Ibu, dan Saudara? Semoga semua dalam keadan sehat walafiat, taah dalam menghadapi berbagai ujian hidup, dan selalu dilindungi Allah Swt. Amin!

وَلَقَدْ اَخَذْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِيْنَ وَنَقْصٍ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Sesungguhnya Kami telah “menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan supaya mereka mengambil pelajaran.” (Surah al-A’raaf: 130)

Ayat di atas menjelaskan kemarau panjang yang menimpa Firaun dan kaumnya. Akibatnya, tanaman tidak bisa tumbuh. Penghasilan petani bukan hanya berkurang, melainkan pupus sama sekali. Kemarau panjang itu terjadi sebagai azab kepada mereka yang sombong di hadapan Allah Yang Mahakuasa.

Bagi umat beriman kekurangan penghasilan berupa buah-buah dan hasil tanaman dapat dipandang sebagai ujian. Itulah yang kita bahas sebagai lanjutan surah al-Baqarah:155, seperti yang kemukan dalam renungan ke-2. Ujian yang ke-5 adalah kekurangan (sebagian) buah-buahan (الثمرات).

Buah-buahan merupakan hasil pertanian yang menjadi sumber penghasilan petani. Tanaman yang subur akan menghasilkan buah-buahan yang baik dan berkualitas tinggi. Sebaliknya, tanaman yang kersang tidak akan menghasilkan buah-buahan, bahkan hampa. Kondisi itu terjadi pada musim kemarau.
Kalau keadaan itu berlangsung lama pada suatu negeri, masyarakatnya akan kehilangan penghasilan dan akan memunculkan kemiskinan.

Panen buah-buahan merupakan simbol sumber penghasilan petani. Masih banyak sumber penghasilan lain dari berbagai profesi yang ditekuni seseorang. Bagi pegawai atau karyawan sumber penghasilannya adalah gaji bulanan. Bagi pedagang, sumber penghasilannya adalah keuntungan dagangannya. Bagi pengusaha sumber penghasilannya adalah proyek usahanya. Bagi pengusaha jasa, sumber penghasilannya adalah jasa yang diberikannya. Bagi sopir dan penarik ojek, sumber panghasilannya adalah jasa kendaraan yang disopiri dan dikendarainya. Jika sumber penggasilannya itu berkurang atau macet karena pensiun atau PHK, tidak ada proyek, kerugian, kebangkrutan, wabah pandemi Corona, atau sebab lain bukankah itu merupakan kekurangan atau kehilangan penghasilan?

Bagi pegawai atau karyawan barangkali kekurangan penghasilan tidak begitu terasa. Baru terasa manakala ia memasuki masa pensiun atau di-PHK. Gaji utuh sebagai penghasilan yang diterima setiap bulan selain uang yang lain, akan terasa berkurang. PHK yang dialami karyawan akan menutup penghasilan bulannya. Masih bersyukur, mereka yang masih menerima pendapatan bulanan dari pensiunan sehingga masih ada yang diterima setiap bulanannya. Namun, karyawan yang di-PHK akan merasakan bahwa penghasilannya tidak lagi diterimanya pada bulan berikutnya.

Mereka yang penghasilannya berkurang atau mungkin hilang sama sekali, terutama dalam situasi berjangkitnya pandemi Corona ini, tidak lain harus bersabar dan berbesar hati bahwa di balik kesulitan pasti akan ada kemudahan.

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surah al-Insyirah:6)

Setiap orang merasakan bahwa dalam situasi yang tak menentu akibat wabah Corona, ruang gerak untuk berusaha dan mencari rezeki terbatas. Banyak yang kehilangan kesempatan dan peluang untuk mendapatkan penghasilan. Mau berusaha, di luar tempat tinggal dan tempat kerja tidak memungkinksn karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kita hanya terkurung di rumah. Hal itu tidak menyebabkan kita putus asa. Insyaalah, kondisi ini akan berlalu. Keadaan segera pulih kembali. Kita seharusnya makin dekat kepada Allah Swt dan mengingkatkan ketakwaan kita. Ketakwaan yang salah satu cirinya adalah sabar akan dapat membuka jalan untuk mendapankan rezeki berikutnya. Allah Swt telah menjamin orang yang selalu menjaga takwanya dalam kondisi apa pun akan diberikan solusi dalam kesulitan hidup. Kita tidak tahu rencana Allah ke depannya. Sekarang kita dalam kesusahan. Nanti Allah akan tunjukkan pintu rezeki, baik yang sudah kita ketahui sumbernya atau sama sekali tidak kita ketahui. Yakinlah. Ini janji Allah Swt dalam surah at-Talaq: 2–3,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

”Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia (Allah) akan memberikan jalan keluar baginya dan menganugerahkannya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Semoga kita selalu dalam kondisi kesehatan yang prima, sabar dalam ujian, perbanyak istigfar, dan tingkatkan ketakwaan, manfaatkan kesempatan banyak kesempatan di rumah untuk banyak beramal. Dengan demikian, Allah akan memberikan jalan keluar dari ujian yang kita hadapi, khususnya berkurangnya penghasilan kita sebagai dampak wabah Corina. Semoga pula wabah ini cepat diangkat Allah Swt. Amin!

Wailallahi !

Wassalamualikum wr wb

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899