Setiap Cabang Ilmu Ada Madzhabnya (Bagian XIV)

Matan HPT

اَمَّا بَعْدُ فَاِنَّ الفِرْقَةَ النَّاجِيَةَ (1( مِنَ السَّلَفِ اَجْمَعُوا عَلَى الإِعْتِقَادِ بِأَنَّ العَالَمَ آُلَّهُ حَادِثٌ خَلَقَهُ االلهُ مِنَ العَدَمِ وَهُوَ اَىِ العَالَمُ) قَابِلٌ لِلفَنَاءِ (2( وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (3 (وَهَا نَحْنُ نَشْرَعُ فِى بَيَانِ اُصُولِ العَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ.

Kemudian dari pada itu, maka kalangan ummat yang terdahulu, yakni mereka yang terjamin keselamatannya (1), mereka telah sependapat atas keyakinan bahwa seluruh ‘alam seluruhnya mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidak-adaan dan mempunyai sifat akan punah (2). Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang ‘alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran Agama (3). Dan demikianlah maka kita hendak mulai menerangkan pokok-pokok kepercayaan yang benar.

Syarah:

Kata Kunci:  الفِرْقَةَ النَّاجِيَةَ (Kelompok yang selamat)

Firqah maknanya adalah kelompok. Firqah terkadang terkait erat dengan sekelompok orang yang mempunyai pemimpin, pemgikut, pemikiran dan cara menelurkan suatu pemikiran. Kelompok yang seperti ini, sering juga disebut dengan madzhab.

Sering sekali kita mendengar istilah madzhab. Dalam bahasa kita, madzhab sama dengan kelompok. Ketika belajar fikih, istilah madzhab umum dibincangkan. Madzhab sendiri secara bahasa adalah jalan. Madzhab juga bisa bermakna pendapat, seperti kata, “Maa dzhahaba ilaihi fulan”, maksudnya, seperti pendapat si fulan. Jadi, madzhab di sini adalah pendapat. Madzhab Syafii, bearti pendapat imam Syafii, madzhab Hanafi, bearti pendapat Imam Hanafi dan demnikian seterusnya.

Agar madzhab dapat terbentuk, ada empat syarat yang harus dipenuhi, yaitu

  1. Ada imam sebagai peletak madzhab.
  2. Ada metodologi yang diletakkan oleh sang Imam.
  3. Ada hasil dari metodologi.
  4. Ada pengikut.

Jika empat komponen dasar itu telah terpenuhi, maka suatu madzhab bisa dikatakan “sah” berdiri. Dari empat komponen di atas, tidak ada ada syarat madzhab harus terkait dengan persoalan fikih. Oleh karena itu, madzhab bisa berbagai macam aliran pemikiran,  baik fikih, kalam, bahasa arab, qiraat, hadis dan lain sebagainya. Intinya, selama empat komponen di atas dapat terpenuhi, maka ia sudah bisa disebut mazhab. 

Dalam khazanah pemikiran Islam, banyak sekali terdapat madzhab. Di fikih, ada banyak madzhab, yang masih eksis hingga saat ini minimal ada delapan madzhab, yaitu Syafii, Hambali, Hanafi, Maliki, Zhahiri, Jakfari, Zaidi dan Ibadhi. Di ranah ilmu kalam, ada madzhab Asyari, Maturidi, Muktazilah, Khawarij, Syiah, Murjiah dan lain sebagainya.  Di aranah kajian bahasa arab, ada madzhab Kuffah dan Basrah serta pendapat independen dari Sibawaih. Di tasawuf ada Naqsabandi, Syadziliyah, Burhamiyah dan lain sebagainya. Di ilmu qiraat ada istilah qiraah asyarah, yatu membaca al-Quran sesuai dengan 10 periwayatan yang berbeda.

Di masyarakat kita, yang paling umum diketahui hanya madzhab fikih. Setelah itu, baru madzhab kalam, lalu madzhab tasawuf. Selain yang tiga tadi, banyak yang tidak mengenal, bahkan mungkin asing ditelinga kita. Dari tiga madzhab itu pun, yang umum diketahui sekadar madzhab fikih saja.  

Bisa saja, seseorang menganut sekian madzhab sekaligus, seperti imam Ghazali yang secara fikih bermadzhab Syafii, secara kalam bermadzhab Asyari dan secara tasawuf punya madzhab sendiri. Atau Husain al-Bashri yang secara kalam menganut madzhab Muktazilah dan secara fikih bermadzhab Syafii. Qadhi Abdul Jabbar juga muktazilah, namun fikihnya Syafii. Dalam ilmu kalam, beliau menulis banyak kitab di antaranya adalah al-Mughni, Syarkhu Ushulil Khamsah, Tatsbit Dala’ili an-Nubuwwah dan juga Tanzihul Qur’an Anil Matha’in. Namun  beliau dianggap sebagai pembesar ulama kalangan Syafiiyah.

Sebagaimana yang saya sebutkan di atas, bahwa syarat madzhab harus mempunyai empat komponen tadi. Jika kita ambil contoh dari madzhab fikih, katakanlah madhab Syafii, maka kita akan melihat sosok Imam Syafii. Beliau meletakkan ushul fikih syafiiyah sebagai metodologi ijtihad. Beliau mempunyai pendapat fikih dan juga beliau mempunyai pengikut yang tersebar di mana-mana. Demikian juga dengan imam Asyari. Dalam ilmu kalam, beliau pendiri madzhab Asyariy. Beliau mempunyai metodologi sendiri dan mempunyai pendapat sendiri. Lebih dari itu, pengikut beliau juga tersebar di aman-mana.

Apakah pendapat madzhab harus sesuai dengan pendapat sang imam? Belum tentu. Bisa jadi di masa-masa setelahnya ada pengembangan, baik di tataran metodologi ataupun di ranah hasil dari metodologi. Namun karena ia tetap mengacu dari metodologi awal dari sang Imam, maka ia tetap dinisbatkan kepada madzhab sang imam. Contoh, di fikih ada madzhab Syafii. Imam Syafii dianggap sebagai pendiri madzhab. Di kalangan pengikutnya ada imam Ramali, imam Subki, imam Nawawi dan lain sebagainya. Kadang pendapat para pengikut imam berbeda dengan pendapat sang Imam. Kadang antar pengikut sang imam juga terjadi perbedaan pendapat. Maka dalam fikih madzhab ada istilah tarjih madzhab, yaitu mencari pendapat terkuat dari pendapat ulama, dalam satu madzhab saja.

Di ilmu kalam Asyari ada Imam Asyari, Imam Baqilani, Imam Juwaini, Imam Ghazali dan lain sebagainya. Kadang pendapat mereka juga berbeda dengan sang Imam, kadang antar satu madzhab juga terjadid perbedaan. Hanya saja, mereka tetap mengacu pada metodologi kalam Asyari. Untuk itu, mereka tetap dianggap sebagai pengkut madzhab Asyari. Ini juga berlaku di tasawuf, kajian bahasa, qiraat dan lain sebagainya.

Jadi madzhab ternyata bukan sekadar dalam fikih saja, atau ilmu kalam saja. Madzhab merupakan aliran pemikiran yang terjadi di berbagai macam cabang keilmuan. Madzhab-madzhab tadi, selalu berkembang silih berganti. Ada yang sudah hilang ditelan zaman, ada yang berganti nama, ada pula madzhab baru yang belum pernah ada sebelumnya.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899