Beranda News Kabar Nasional PAN Akankah Pecah Setelah Hanafi Rais Mengundurkan Diri, Bagaimana Suara Muhammadiyah?

PAN Akankah Pecah Setelah Hanafi Rais Mengundurkan Diri, Bagaimana Suara Muhammadiyah?

Amie Rais dan Zulkifly Hasan
Amie Rais dan Zulkifly Hasan

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin menilai munculnya partai baru pecahan dari Partai Amanat Nasional (PAN) hanya permasalahan waktu saja, setelah mundurnya Hanafi Rais. “Soal partai baru hanya soal waktu saja. Indikasinya jelas, Amien Rais disingkirkan, Mulfachri Harahap dicopot dari pimpinan komisi III, Hanafi Rais mengundurkan diri, lalu kubu Amien Rais juga tak diakomodir,” ujar Ujang ketika dihubungi Kamis (7/5). 

Ujang mengatakan potensi kemunculan partai baru akan semakin membesar melihat tidak adanya islah, rekonsiliasi, dan justru konflik yang tak kunjung mereda di internal pimpinan Zulkifli Hasan tersebut.  “Jadi soal partai baru, kemungkinan besar akan berdiri sebagai pecahan dari PAN. Tapi sebenarnya sangat disayangkan jika PAN pecah. Partai yang lahir dari rahim reformasi sayang jika harus terbelah menjadi dua,” kata dia. 

Di sisi lain, Ujang juga mengungkap munculnya partai baru akan berdampak pada suara PAN di kontestasi politik 2024. Apalagi, faktor Amien Rais sebagai mantan Ketua Umum Muhammadiyah akan membuat pendukung beralih.  “Ini akan berdampak bagi suara PAN di 2024. Karena pendukung Amien Rais itu masih banyak,” katanya. “Dan partai baru bentukan Amien Rais nanti bisa menggunakan basis masa Muhammadiyah. Karena seperti kita tahu, Amien Rais merupakan mantan Ketum Muhammadiyah,” Ujang menambahkan.

PAN Reformasi

Sebelumnya diberitakan, politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Putra Jaya Husin menyebut selain Hanafi Rais, masih ada beberapa anggota DPR dari Fraksi PAN ingin mundur dari jabatan wakil rakyat di parlemen.  “Sebulan, dua bulan lalu juga ada beberapa orang yang mau mundur, tapi kami larang karena ada amanah rakyat di situ,” ujar Putra saat dihubungi, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Menurut Putra, beberapa anggota dewan yang ingin mundur karena melihat PAN sudah tidak sesuai dengan tujuan awal yaitu memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa. “Saya sendiri sebagai salah satu pendiri, masih bertanya-tanya, apasih yang dilakukan PAN sekarang untuk bangsa dan negara. Apa yang diperjuangkan untuk rakyat? Selalu mengekor kepada siapapun yang berkuasa,” papar Putra.

Lalu muncul ide membentuk PAN Reformasi. Menurut Putra, rencana pembentukan PAN Reformasi nantinya juga bukan untuk menarik kader-kader PAN pimpinan Zulkifli Hasan, tetapi untuk kepentingan perjuangan suara masyarakat. “Kami bikin partai bukan untuk menarik suara yang banyak dari PAN. Itu terlalu kecil tujuannya, itu sama saja membunuh sodara sendiri, kami ingin menegakkan kebenaran dan keadilan,” ucap Putra. Lebih lanjut Putra mengatakan, mundurnya Hanafi pun turut mempengaruhi kader-kader yang kecewa dengan PAN saat ini untuk mempercepat pembentukan partai baru atau PAN reformasi.  “Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru. Sikap Hanafi inilah yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru,” ujar Putra.

Putra menilai, sikap mundurnya Hanafi dari PAN dan DPR, pasti ada sesuatu yang tidak bisa diterimanya atau terjadi masalah besar di partai yang kini dipimpin Zulkifli Hasan. “Kalau hanya masalah kecil, mana mungkin Hanafi keluar dari DPR. Artinya, ada yang sangat prinsip yang membuat dia melepaskan semua jabatannya itu,” ucap Putra. 

Putra melihat, PAN saat ini sudah jauh berbeda dari sebelumnya, di mana tujuan didirikan partai ini oleh Amien Rais dan lainnya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa, bukan kepentingan sekelompok orang.  “Kalau partai sudah tidak bisa lagi untuk tempat kita memperjuangkan kepentingan rakyat, ya kita membutuhkan kendaraan baru,” ujar Putra.  “Tapi selama masih ada harapan, selama masih bisa dikembalikan ketujuan semula, tidak ada sebetulnya niat kita untuk mendirikan partai baru,” sambungnya. 

Ketokohan Amien

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai Amien Rais berpotensi membuat partai politik baru pasca-mundurnya Hanafi Rais. Anak sulung Amien Rais itu diketahui mundur dari kepengurusan PAN dan anggota DPR fraksi PAN periode 2019-2024. Menurut Adi Prayitno, partai baru bentukan Amien Rais hanya tinggal menunggu waktu saja.”Amien Rais punya segalanya untuk bikin partai politik baru. Ketokohan dan para loyalisnya masih kuat. Tinggal tunggu waktu saja,” katanyadi Hari Kamis (7/5).

Namun, Adi mengingatkan tantangan jika Amien hendak membuat partai politik baru.

Tantangan itu, lanjut Adi, adalah meloloskan partai ke DPR RI untuk berkontestasi dalam perpolitikan nasional. “Yang susah itu meloloskan partai ke Senayan karena ambang batas parlemen lumayan tinggi,” ujar pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah itu.