Muhammadiyah Tolak Berdamai dengan Corona: Tenaga Kesehatan Bertaruh Nyawa

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan meminta masyarakat untuk mulai hidup berdamai dengan virus corona sampai vaksin ditemukan. Menanggapi hal itu, Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) menyatakan sikap untuk terus melawan virus corona.

Ketua MCCC, Agus Samsudin, mengatakan berbagai indikator perkembangan wabah corona masih menunjukkan tren kenaikan mulai dari jumlah kasus hingga korban meninggal. Terkait hal ini harus ada upaya meningkatkan perlawanan terhadap penyebarannya.”Kebijakan untuk mengendurkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pernyataan untuk berdamai dengan virus corona di saat seperti ini bukanlah suatu sikap yang tepat,” kata Agus, Rabu (20/5).

Agus menegaskan para tenaga kesehatan yang bertaruh nyawa harus diselamatkan dan dijaga dengan baik. Hal ini pula yang dilakukan oleh Muhammadiyah. “Kebijakan penanganan COVID-19 dibuat di tingkat Pimpinan Pusat dan diterjemahkan dalam aksi di lapangan dengan ujung tombaknya berada di Pimpinan Cabang (PCM) dan Ranting Muhammadiyah (PRM), selain Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),” tuturnya.Sejauh ini, Muhammadiyah telah mengucurkan dana hingga Rp. 143.458.606.000 dengan jumlah penerima manfaat 2.322.922 jiwa yang tersebar di 30 provinsi yang sudah membentuk struktur MCCC.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan masyarakat harus mulai hidup berdampingan dengan virus corona. Sebab hingga kini belum ada tanda-tanda virus tersebut akan hilang, pun dengan vaksin yang hingga kini masih belum ditemukan.”Berdampingan itu justru kita tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus COVID tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat yang harus kita laksanakan,” ujar Jokowi.(kumparan)