Menjaga Hubungan dengan Allah dan Manusia

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

Apa kabar saudaraku?
Semoga Anda dalam keadaan sehat walafiat, selalu menjaga hubungan dengan Allah dan manusia, serta senantiasa memperoleh pelindungan dari-Nya. Amin!

“Allah berfirman:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” (QS Ali Imran 112).

Ada dua hal yang dapat digarisbawahi dalam ayat
Surah Ali Imran: 112), yakni pentingnya menjaga hubungan antara manusia dan Allah (hablun minallah) dan hubungan antara sesama manusia (hablun minannas). Hubungan kepada Allah dibangun melalui ibadah kepada-Nya. Itulah sebetulnya tujuan Allah menciptakan makhluk manusia dan jin yang tidak lain untuk mengabdi kepada Allah SWT. Allah berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

ِ”Aku tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Az-Zariat: 56)

Hubungan kepada Allah SWT dilakukan dengan menjalankan perintah dan menghentikan larangan-Nya. Secara khusus komunikasi dengan Allah dilaksanakan dengan salat karena salat itu menjadi sarana munajat kita kepada Allah SWT. Di dalam salat itu keluhan dan permohonan kita kepada-Nya berlangsung dengan baik dan khusyuk. Bahkan, setelah salat komunikasi itu berlanjut dengan berdoa kepada-Nya.

Hubungan antarsesama manusia pun harus dijalin dengan baik, apalagi dalam suasana Idulfitri ini. Dalam suasana Lebaran biasanya umat Islam di Indonesia melakukan silaturahmi dengan pulang kampung (mudik) dan mengunjungi sanak keluarga. Bahkan, dalam bentuk yang lebih besar silarurahmi dilakukan di suatu tempat dalam acara halalbihalal.
Namun, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini silaturahmi dalam bentuk mudik dan halalbihalal tidak mungkin dilakukan. Hal itu terjadi karena adanya aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebarasan virus Corona.

Mengapa masyarakat Indonesia begitu bersemangat melakukan pulang kampung dan berkungjung ke rumah saudara menjelang atau saat Idulfitri? Itulah kesempatan libur yang dimanfaatkan ke kampung halaman sehingga dapat bertemu dengan sanak saudara untuk saling berkunjung, mengucapkan selamat, dan mohon maaf atas dosa dan kesalahan yang diperbuat.

Tampaknya tradisi mudik bukan saja terjadi di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara Islam yang lain, misalnya Malaysia, Mesir, Turki, Cina, India, dan Benglades. Mudik di beberapa negara itu, kecuali Mesir, sama, yang dilakukan pada Idulfitri. Di Mesir tradisi mudik dilakukan pada Iduladha karena Iduladha merupakan hari raya besar yang berlangsung selama empat hari (tanggal 10–13 Zulhijah)

Budaya mudik dan berkunjung ke keluarga merupakan budaya yang hidup di Indonesia. Dapat dibayangkan andaikata pada masa wabah Corona ini dibolehkan mudik, dapat dipastikan bahwa bandara, stasiun kereta api, pelabuhan dan terminal bus akan penuh sesak dari calon penumpang.

Demi bertemu dengan sanak saudara di kampung, pemudik tidak akan memikirkan lagi keselamatan diri dan keluarganya dari penularan virus wabah Corona. Tapi, pemerintah melarang perantau melakukan mudik. Walaupun begitu, banyak juga yang nekat pulang ke kampung dengan berbagai cara yang dilakukan untuk mengelabui petugas , seperti naik bak dan truk terbuka dengan tutupan terpal seolah-olah membawa barang. Walaupun demikian, usaha mereka dapat juga diketahui petugas keamanan.

Mengapa masyarakat ingin mudik dan berkunjung kepada keluarganya? Itulah bangsa kita yang terkenal erat kekeluargaannya. Terlepas dari tujuan mudik sebagai unjuk status kesuksesan di rantau–menurut sosiolog–, pulang mudik mengeratkan hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antara orang rantau dan orang kampung. Hal itu juga penerapan ajaran agama Islam yang mendorong muslim untuk menjaga hubungan silaturahmi.
Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi,

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ

“Allah ’Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku adalah Ar- Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” (HR Ahmad 1/194)

Memang mudik bagi masyarakat muslim ke kampung halaman mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Biaya pulang kampung itu sudah dipersiapkan oleh calon pemudik jauh-jauh hari. Namun, mereka yakin bahwa kebahagiaan bersama keluarga besar di kampung akan menghilangkan perasaan dan pikiran bahwa “pulang kampung menghabiskan uang”. Rasulullah sudah memberi semangat kepada kaum muslimin bahwa bersilaturahmi itu justru akan mendatangkan rezeki.

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang, hartanya akan diperbanyak, dan keluarganya akan mencintainya.” (HR Bukhari)

Dalam hadis yang kain Rasulullah bersabda,

bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari No. 5985 dan Muslim No. 2557)

Betapa indahnya silaturahmi kalau ada kesempatan kita pulang mudik dan berjumpa dengan sanak keluarga. Allah akan memanjangkan umur mereka yang bersilaturahmi, hartanya akan diperbanyak dengan kemudahan rezeki setelah mereka kembali ke rantau atau selepas kunjungan itu, dan sudah barang tentu keluarganya dan orang yang dikunjungi itu makin senang dan dekat kepadanya.

Silaturahmi bukan saja kita lakukan dengan orang yang memiliki hubangan baik dengan kita, justru penting dilakukan dengan orang yang memutuskan sulaturahim dengan kita. Rasulullah bersabda,

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

“Hubungkan orang yang memutus silaturahmi kepadamu, beri orang yang menghalangi untuk berbuat baik, dan maafkan orang menzalimimu.” (HR Ahmad dan Baihaqi)  

Persoalannya tahun ini kita tidak dapat pulang kampung? Apa yang dapat kita lakukan? Silaturahmi sebetulnya tidak terhalang karena kita berdiam di rumah manjalani PSBB. Kita sudah dipermudah dengan teknologi canggih yang mampu menghubungkan kita dengan siapa pun di dunia ini. Media sosial berupa telepon, WA, pangilan video (video call), telekonferensi, zoom in, dan sebagainya dapat kita gunakan untuk menyapa, saling mendoakan, dan mohon maaf atas segala kesalahan. Dengan demikian, silaturahmi akan tetap terjalin dan kebersamaan makin terjaga.

Di samping silaturahim dapat (1) memanjangkan umur, (2) memperbanyak harta, dan (3) makin dicintai keluarga, ada beberapa hikmah lain yang dapat diperoleh orang yang melakukan silaturahmi. Hikmahnya adalah (4) perwujudan iman kepada Allah, (5) terhindarnya dari kesulitan masuk surga, (6) sarana penciptaan perdamaian dan kerukunan karena sesama muslim tidak boleh berseteru melebihi tiga hari tiga malam, dan (7) sarana penghapus dosa sesama manusia.

Sebagai orang yang baru saja menyelesaikan puasa Ramadan, kita harus meningkatkan hubungan dengan Allah dan melanggengkan hubungan sesama manusia. Hal itu dilskukan dengan mempererat silaturahmi dan menjaga persahabatan. Amin!

Wallahu a’lam bissawab.
Wassalamualaikum wr wb.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899