Beranda Khazanah Macam-Macam Ujian Hidup

Macam-Macam Ujian Hidup

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

  • السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

Apa kabar Bapak, Ibu, dan Saudara? Semoga semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dilindungi Allah Swt. Amin!

Mari kita renungkan surah al-Baqarah:155 berikut.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Sungguh akan Kami berikan ujian/cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah:155)

Setiap orang tidak luput dari ujian atau cobaan. Bedanya terletak pada kadarnya. Ada yang ringan, sedang, dan berat. Mampukah manusia menghindar dari ujian. Seorang mukmin harus yakin bahwa ujian itu datang dari Allah. Tidak ada yang dapat mengetahui kapan ujian itu datang menimpa seseorang atau orang banyak? Hanya Allah Yang Mahatahu.

Berdasarkan ayat di atas, ada lima macam ujian: (1) ketakutan, (2) kelaparan, (3) kekurangan harta, (4) jiwa (kematian), dan buah-buahan.

Lima macam ujian itu akan dibahas dalam lima topik yang akan disajikan dalam lima kali renungan.

  1. Ujian Ketakutan

Ketakutan menjadi salah satu ujian dalam hidup. Ketakutan itu pada dasarnya ketidaksiapan seseoramg dalam menghadapi kehidupan yang akan datang dan refleksi ketidakmampuan seseorang menjalani masa depannya. Orang tua takut kehilangan dan kegagalan anaknya. Suami takut kehilangan istrinya. Istri pun takut kehilangan suaminya. Orang kaya takut kehilangan hartanya. Penguasa takut kehilangan kekuasaannya. Pedagang takut kerugian dagangannya. Pemuda takut tidak mendapatkan pekerjaan. Artinya, seseorang dihantui oleh kehilangan haknya dan ketidakberdayaannya terhadap apa yang akan dihadapinya nanti.

Saat ini orang takut pada virus Corona. Begitu hebatnya ketakutan itu, banyak aturan agar ada pembatasan fisik, sosial, dan massa. Walaupun itu merupakan upaya pencegahan, ketakutan tetap saja dirasakan sebagian besar masyarakat. Takut kalau wabah itu mengenai diri, keluarga, teman, kerabat, dan sebagainya.

Seorang mukmin tidak perlu merasa takut terhadap yang akan datang selama dia yakin akan rahmat dan pertolongan Allah. Manusia adalah makhluk yang tidak berdaya. Karena itu, segalanya diserahkan kepada Allah selaku pemilik segala sesuatu. Serahkan hidup ini kepada-Nya. Yang penting orang mukmin bekerja keras mendapatkan karunia dan rahmat Allah Swt.

Begitu pula ketakutan terhadap pandemi Corona itu. Takut kalau kita terpapar Corona. Takut jika keluarga kita terkena Covid 19. Takut diisolasi di rumah sakit khusus karena virus itu. Kalau sedang menghadapi virus Corona, siapa pun tetap waspada dan berusaha mematuhi pencegahan virus sesuai dengan panduannya.

Kata kunci di akhir ayat tadi adalah hadapi dengan kesabaran dan serahkan kepada Allah sebagai pemilik alam semesta.

Rasa takut yang dijelaskan Dalam surah Al-Baqarah:155 itu adalah khauf yang dimiliki semua orang. Ada kata lain yang berarti takut, yakni khasyiah (خشية).

Rasa takut yang sesungguhnya adalah khasyiah yang berarti rasa takut kepada Allah atas keagungan-Nya.

Perbedaan khasyiah dan khauf terdapat dalam surah ar-Ra’du:21:

وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلْحِسَابِ

“Orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.”

Dalam ayat itu khasyiah diikuti dengan Rabb (Tuhan), sedangkan khauf diikuti dengan hisab yang buruk. Hal itu menunjukkan bahwa khauf merupakan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak menguntungkan, seperti buruknya hisab di akhirat. Sementara itu, khasyiah merupakan takut kapada Allah sehingga patuh terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya

Kasyiah dimiliki oleh orang yang memiliki derajat yang khuaua, yakni ahli ilmu (ulama) sebagaimana firman Allah Swt.

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah
ulama.” (QS. Fathir [35]: 28).

Ketakutan kepada Allah menghasilkan kekuatan dan kecerdasan sehingga mengantarkan pemilik rasa takut tersebut pada derajat keilmuan yang tertinggi. Itulah ulama.

Semoga ada manfaatnya. Kiranya Allah senantiasa memberikan kesehatan dan pelindungan kepada kita, keluarga, masyarakat, dan kaum muslimin. Kita terhindar dari rasa takut (khauf) yang tidak beralasan dan kita tingkatkan takut (khasyiah) kepada Allah Swt. untuk mangapai rida-Nya dan memperoleh derajat yang tinggi di sisi-Nya. Amin ya Rabbal Alamin.

Wallahu a’lam bishsawaab.

Wassalamualaikum wr wb.

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899