Jenazah Ditolak Warga, Muhammadiyah Kapuas Makamkan PDP Covid19

Kasus penolakan terhadap jenazah terkait virus corona masih terus terjadi. Kali ini jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ditolak warga.

Meski para dokter sudah memastikan jenazah yang dimakamkan sesuai protokol tidak akan menularkan virus corona, namun masih ada warga yang takut tertular. Dilansir Antara, Kamis (14/5), jenazah PDP itu rencananya dimakamkan di lingkungan pemakaman Masjid Al Muhajirin, Desa Anjir Mambulau Barat, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

Jenazah tersebut merupakan PDP berjenis kelamin perempuan berusia 39 tahun. Semasa hidup, yang bersangkutan merupakan warga Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.Kapolsek Kapuas Timur, Iptu Siti Rabiyatul A, mengatakan penolakan disampaikan warga ketika liang lahat sudah dibuat dan jenazah siap untuk dimakamkan pada Rabu (13/5) sore. Mereka terprovokasi oleh salah satu warga yang melihat petugas pemakaman mengenakan alat pelindung diri (APD).

Warga akhirnya menyampaikan keberatan dan menolak. Mereka juga memprovokasi warga lainnya untuk melakukan hal serupa. Hal itu membuat tempat pemakaman menjadi ramai.Aparat kepolisian telah berusaha memediasi warga dengan pihak keluarga, agar jenazah tetap bisa dimakamkan di lokasi tersebut. Meski telah dijelaskan prosedur pemakaman sudah sesuai dengan protokol dari Kemenkes, warga tetap tidak terima.

Pihak keluarga pun akhirnya mengalah dan memindahkan lokasi pemakaman. Kemudian proses pemakaman jenazah sendiri dilakukan di Alkah Muhammadiyah, Gang Kasturi Jalan Pemuda, Kota Kapuas, oleh Relawan Muhammadiyah Covid19 Command Centre Kapuas dan berjalan dengan lancar.

Muhammadiyah Covid19 Command Centre Kapuas sendiri telah memakamkan 5 jenazah sesuai syariat islam dan protokol pemakaman covid 19.