Idulfitri Hari Kemenangan

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

Assalamualaikum wr. wb.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ.

Apa kabar saudaraku,
Semoga pada hari raya kaum muslimin, Allah beri kesehatan dan kekuatan lahir dan batin.
Taqabbalallahu minna waminkum taqabbal ya karim. Selamat Idulfitri 1441H Mohon maaf lahir dan batin.

Rasulullah saw. bersabda,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَفَلَ مِنْ غَزْوٍ أَوْ حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ يُكَبِّرُ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ مِنَ الأَرْضِ ثَلاَثَ تَكْبِيرَاتٍ وَيَقُولُ ‏ “‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ ‏”‏ُ. [رواه البخاري ومسلم]

“Bahwa Rasulullah selesai dari perang, haji, dan umrah bertakbir tiga kali untuk semua kemuliaan di bumi. Beliau berkata, ‘Tiada Tuhan selain Allah sendiri. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kita telah kembali, kita bertaubat, kita tetap menyembah pada Tuhan kita (Allah), dan tetap memuji-Nya. Allah tepati janji-Nya, Dia tolong hamba-Nya, dan Dia kalahkan musuh-musuh-Nya seorang diri.” [HR Bukhari dan Muslim]

Sejak kemarin selepas magrib, takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang memenuhi angkasa. Itu pertanda hari raya sudah tiba. Ramadan pun telah berlalu meninggalkan orang berpuasa. Sedih rasanya hati ditinggalkannya. Masihkah kita dipertemukan nanti dengan Ramadan bulan mulia? Allah yang tahu karena itu rahasianya.Namun, kita berdoa agar kita dipertemukan lagi tahun depan untuk berpuasa. Tapi, yang pasti hari ini 1 Syawal sudah berada di tengah-tengah kita. Idulfitri 1441 Hijriah hari gembira seusai puasa. Hari kemenangan umat Islam sedunia.

Kita sudah baca hadis Rasulullah yang disebutkan. Isinya merupakan bagian takbir yang dilantunkan. Kegembiraan beliau dan sahabat sekembali dari perang yang membawa kemenangan. Begitu pula pulang dari haji dan umrah dengan mendapat keberhasilan. Mereka mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil tanda kegembiraan. Hari ini pun kita menggemakannya dengan ucapan yang mengetarkan. Lidah berucap, hati pun membenarkan.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ.

Idulfitri adalah hari kemenangan insan suci. Kesucian itu terungkap dari kata fitri, sedangkan id berarti kembali. Karena itu, Idulfitri berarti ‘kembali suci’. Mengapa begitu dalam kandungan arti? Umat Islam baru saja kembali, mengikuti pelatihan diri selama 30 hari. Siang berpuasa dan malam bermunajat kepada Ilahi. Dosanya diampuni, terlahir kembali seperti bayi.

Mukmin berpuasa karena iman sebagai landasan. Kewajian itu dilakukan dengan keikhlasan, sedangkan ketakwaan sebagai tujuan. Allah limpahkan keberkahan dan berikan pengampunan. Dari api neraka pun diberi pembebasan. Berbahagialah orang beriman? Selama Ramadan mengikuti pendidikan dan pelatihan. Fisik ditempa rohani pun diberi santapan. Rasanya tidak mungkin alumni Ramadan masih suka bermarahan. Tidak elok rasanya menaruh kedengkian. Tidak wajar baginya sifat pemborosan. Tidak layak baginya memikirkan hidup perseorangan. Terkristal dalam pikir dan rasanya sifat kepedulian. Bukankah madrasah Ramadan sudah mengajarkan kita keimanan dan ketakwaan.

Iman dan takwa dasar dan tujuan orang berpuasa. Iman mengajarkan kita bahwa Allah yang menuntun kita. Dia Tuhan yang selalu mencurahkan rahmat-Nya. Dia Allah yang berbaik hati kepada manusia. Mukmin dituntun untuk meraih pahala. Allah sediakan pahala bagi orang berpuasa. Siangnya pahala tak ada kira, malamnya ganjaran berlipat ganda. Bahkan, ada satu malam diganjar seribu bulan bandingannya.

Takwa adalah darajat yang dijanjikan bagi orang berpuasa. Posisi itu adalah posisi yang paling mulia. Simak firman Allah SWT,

 ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang di antara kamu paling takwa. (QS Al-Hujurat: 13).

Tiada derajat yang melebihi takwa. Orang mukmin telah berusaha meraihnya. Selama Ramadan sudah dikerahkan segala daya upaya. Sudahkah kita mendapatkannya? Allah yang kuasa menjawabnya. Tapi, Dia selalu memenuhi janji-Nya.

Ketakwaan selepas puasa kita jadikan pagar diri. Dengan takwa akan terpelihara kita dari berbagai sifat tak terpuji. Di dalam Al-Qur’an takwa diberikan beberapa ciri. Mereka yang memilikinya diberikan surga seluas langit dan bumi. Mereka didorong untuk berinfak dalam keadaan senang dan sedih hati. Mampu mengendalikan emosi sehingga tidak meledak menimbulkan benci. Menjadi orang yang suka memberi maaf dengan tulus hati. Mereka yang ingin berbuat dosa, keji, dan aniaya terhadap diri ingat Ilahi. Mereka membebaskan diri dari perbuatan tak terpuji. Mereka sadar dari perbuatan itu sehingga melakukannya tidak jadi.
Mereka beristigfar menyesali diri. Dia yakin bahwa Allah penerima tobat orang yang kembali. Itulah firman Allah dalam Ali Imran 133–153 ternukil dalam Al-Qur’an suci. Betapa indahnya orang bertakwa yang dijanjikan surga di akhirat nanti.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ * وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ *
“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui?” (QS Ali Imran (133–135)

Hari ini hari bermaaf-maafan. Atas segala dosa dan kesalahan. Baik yang disengaja maupun di luar kesadaran. Terutama kepada Ayah-Bunda yang telah merawat kita dan membesarkan. Jasanya tak ternilai walau berapa pun nilai pembayaran.
Mungkin mereka sudah tiada, hanya doa yang dapat kita panjatkan. Ziarahi kuburan mereka kalau sempat dilakukan. Bisa jadi wabah Corona penyebab tidak terlaksana yang diinginkan. Kirimlah doa agar Allah melapangkannya di kuburan. Bisa juga bersedekah untuk mereka agar di kuburnya ada kelapangan. Terhindar dari huru-hara barzakh yang mengerikan. Semoga di surga tempat perjumpaan.

Jangan lupa berliturahmi dengan kerabat. Kepada anak saudara orang terdekat. Begitu juga kepada teman sejawat. Sulit rasanya kita bisa berjabat. Terhalang oleh wabah Corona yang mengharuskan kita di tempat. Media sosial sangat bermanfaat. Jarak yang jauh menjadi dekat. Sampaikan kepada mereka ucapan selamat. Maaf lahir batin dari kesalahan yang diperbuat. Insyaallah, kekeluargaan makin erat. Di dunia dekat nanti di akhirat pun mudah-mudahan sama-sama mendapat syafaat.

Idulfitri hari mulia dan suci. Takbir berkumandang dari magrib sampai pagi. Tandanya kita bersyukur kapada Ilahi. Ungkapan kegembiraan sepenuh hati. Hati yang tulus bebas dari rasa benci. Terjauh pula dari ujub dan tinggi hati. Perilaku sombong dan mau menang sendiri. Semuanya harus dijauhi. Semua sifat itu tidak layak dimiliki. Bagi insan yang sudah fitri.

Khusus hamba yang pasti banyak kesalahan. Tersinggung hati membaca tulisan. Memang ada yang benuansa sentilan. Bisa juga langsung karena ucapan. Begitu pula salah dalam tindakan. Dari lubuk hati yang paling dalam. Terikut pula dari keluarga sekalian. Mohon maaf atas segala kekeliruan. Ikhlaskan kami dari segala kekurangan. Di hari suci hari keberkahan. Minal Aidin wal-Faizin saya ucapkan. Taqabbalallahu taqabal ya karim hamba sertakan.

Allahu akbar allahu akbar walillahil-hamd

Wasaalamualaikum wr. wb.