Beranda Opini Sejak 1912, Muhammadiyah Rival Abadi Misionaris

Sejak 1912, Muhammadiyah Rival Abadi Misionaris

Yang disasar dakwahnya KH. Ahmad Dahlan sepembacaan saya memang kaum abangan dan priyayi, mereka yang pada waktu itu menjadi sasaran empuk zending dan misi. Kalau kaum Santri punya orbit dakwah sendiri. Karena itu di awal berdirinya, corak Muhammadiyah sebagai gerakan awal kentara sekali. Ia bertarung head to head di lapangan dengan misionarisme Kristen yang didukung negara pada saat itu.

Karenanya, apa yang dimiliki Yayasan Kristen dan Katolik untuk melakukan pra evangelisasi ke kaum abangan dan priyayi, Muhammadiyah juga punya. Zending dan Misi punya sekolah, Muhammadiyah juga punya. Kristen membangun Rumah Sakit, Muhammadiyah juga bikin. Pantu asuhan, panti jompo itu kontestasi dakwah Muhammadiyah dengan Misi Kristen. Meskipun gesekan Islamis dengan Budi Utomo tajam, KH. Ahmad Dahlan memilih tetap dalam Budi Utomo, ngancani para priyayi merumuskan yang terbaik untuk negeri.

Jadi ladang dakwahnya beda, tidak semua masalah umat bisa selesai dengan baca kitab. Bersinergi antara yang pinter ngaji dengan yang menjadi leader di bidang amal sosial adalah harapan abangan macam saya, yang sudah bosen liat orang kisruh dalam beragama.

Penulis : Arief Wibowo