Aktivis Tunanetra Muhammadiyah Cerita Nyaris Tewas Jatuh ke Celah Peron KRL

    Aktivis Muhammadiyah, Fazlur Rahman, terjatuh di celah antara peron stasiun dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line. Beruntung, tunanetra ini selamat meski menderita luka-luka.
    Berdasarkan keterangan Fazlur yang merupakan Ketua Pengkaderan DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Senin (25/11/2019), peristiwa itu terjadi di Stasiun Cikini pada Minggu (17/11) pekan lalu, pukul 18.00 WIB. Fazlur hendak naik KRL menuju Stasiun Klender dan tujuan akhir Stasiun Bekasi.
    Fazlur yang menggunakan tongkat melangkah ke pintu gerbong KRL. Namun dia terperosok ke dalam celah antara lantai peron dan pintu gerbong. Setengah badannya, yakni bagian pinggang ke bawah, masuk ke celah berbahaya itu.
    “Saat saya sudah berada di bawah (karena terjatuh), tangan kiri saya menyentuh (sesuatu) di depan. Saya yakin itu (bagian) kereta. Saat itu saya tersentak,” kata Fazlur di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya No 62, Jakarta Pusat.
    “Karena di Cikini cukup jauh ke dalam di jarak antar peron, maka saya diangkat oleh petugas, dipegang. Kalau saya loncat, itu nggak mungkin karena itu sangat tinggi. Saya masih dipegang oleh petugas. Setelah itu saya naik sendiri,” kata Fazlur.
    Pintu gerbong kereta mulai menutup pertanda kereta segera melaju. Orang-orang di dalam kereta maupun di luar kereta histeris. Beruntung, sebelum pintu kereta menutup sempurna, Fazlur berhasil lepas dari celah berbahaya itu. Dia bahkan masuk ke gerbong kereta. Saat itu, dia merasa isi gerbong kereta tidak terlalu ramai. Dia kemudian duduk di pojokan.
    “Setelah itu saya menetralisir diri saya sendiri untuk tarik napas dan sebagainya, tanpa ada pihak-pihak dari KCI dari manapun itu untuk menenangkan saya, memeriksa diri saya, rasanya sudah sakit,” kata Fazlur.
    Kaki dan sikutnya luka lecet, pinggan kanan lebam. Darah keluar dari kaki kiri. Di stasiun berikutnya, seseorang menawarkan bantuan karena melihat kaki Fazlur yang berdarah. Dia diberi obat merah dan minyak kayu putih.
    Pagi tadi pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bersilaturahmi ke Kantor PP Muhammadiyah menemui Fazlur. Namun sayang saat coba dimintai konfirmasi terkait peristiwa yang dialami Fazlur tersebut, pihak KCI tidak berkenan memberikan keterangan ke media massa.
    “Saya kecewa pihak KCI tidak mau mengklarifikasi dan tidak mau diwawancara oleh media,” ujar Fazlur.