IMM Minta Polda Sumut Ambil Alih Kasus Perambahan Hutan di Tapsel

Menjelang 3 bulan Kasus Perambahan Hutan yang didalami Polres Tapanuli Selatan dinilai belum menemukan titik terang sebagai wujud penegakan hukum demi tegaknya keadilan.

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (DPD IMM SUMUT) melalui Bidang Lingkungan Hidup dan Agraria mendukung penuh Kepolisian Daerah Sumatera Utara agar mengambil alih Kasus pembukaan atau perambahan kawasan hutan lindung di Kabupaten Tapanuli Selatan yang diduga kuat melibatkan orang nomor satu di Kota Padangsidimpuan, “Kita percayakan kasus ini segera ditarik oleh Polda Sumatera Utara agar kiranya segera dilakukan pengembangan dan pendalaman di Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut”. Terang Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup dan Agraria, Muhammad Juang Rambe

Juang, panggilan akrabnya menambahkan setidaknya ada 4 poin yang menjadi alasan kuat kenapa Kasus ini diambil alih oleh Polda Sumatera Utara, “Pertama, Terhitung lebih dari 60 hari atau 2 bulan sejak awal penangkapan sampai hari ini dinilai belum ada penetapan tersangka oleh Polres Tapanuli Selatan. Kedua, saksi pelengkap penjaga kebun milik Walikota Padangsidimpuan ini dinilai tidak pernah diperiksa pihak Polres Tapanuli Selatan dan malah terkesan dibiarkan lari atau menghilang, ini diduga terjadi rekayasa yang tidak sehat. Ketiga, barang bukti (BB) Backhoe merk CAT type Long-Arm yang sudah dipasang police-line sudah diangkat atau dibawa keluar TKP, tapi diduga kuat tidak dibawa atau dititipkan di gudang penyimpanan Mapolres Tapanuli Selatan. Keempat, Menurut amatan kami pihak Polres Tapanuli Selatan dinilai belum pernah press-release penjelasan perkembangan dan status penangkapan serta pemeriksaan”.
Papar Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Kampus ternama di Kota Medan ini

Seperti diketahui, Penegakan Hukum dibawah Kepemimpinannya Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andriyanto, MH begitu banyak mengukir prestasi, Polri dinilai dekat dengan masyarakat dan Sinergitas tauladan yang baik juga diperlihatkan Kapolda Sumut bersama Pangdam I Bukit Barisan, ini tentu angin segar dan spirit humanity yang harus ditiru diberbagai kalangan, “Kita percayakan Polda Sumut mengambil alih kasus ini agar lebih transparansi dan tetap dalam prinsip keadilan”. Tutupnya