Jenazah Randy Telah Dimakamkan Sore ini di Muna

Tepat pukul 15.30 Wita jenazah Randy, korban penembakan saat demonstrasi di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) dimakamkan di kampung halamannya, Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.

Duka mendalam kembali menyelimuti saat jenazah mahasiswa semester tujuh Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ini diturunkan di liang lahat. Orang tua dan saudara kandung korban tak kuasa membendung air mata.

Kasat Pol PP Edy Ridwan yang didaulat oleh pihak keluarga menyampaikan riwayat almarhum mengungkapkan duka yang mendalam.

“Almarhum merupakan pahlawan demokrasi, karena dia meninggal akibat memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia,” terang Edy, Jumat (27/9/2019).

Nyawanya terenggut usai berjuang bersama rekan rekannya menolak Rancangan Kita Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) digedung DPRD Sultra.

“Perjuangannya patut dibanggakan. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” ucap Edy kepada ratusan pelayat, hadir juga Dandim 1416/Muna, Letkol Inf. Febi Triandoko.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Wakil Ketua KPK, La Ode Muhamad Syarief yang menyampaikannya lewat telepon selularnya.

“La Ode Muhamad Syarief secara pribadi menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya adik Randi,” katanya.

Sementara itu, ayah korban La Sali (47) menegaskan kematian anak laki-laki semata wayangnya itu, diusut tuntas.

“Pemerintah dan Kepolisian harus bertanggung jawab atas kematian anakku. Segera temukan pembunuh anakku,” tegasnya.

Bahkan ia dengan lantang mengaku kematian anaknya harus dibalas setimpal.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini juga meminta seluruh mahasiswa se-Indonesia terus memperjuangkan dan menyuarakan kepentingan rakyat dan. “Saya minta seluruh mahasiswa berjuang bersama,” tegasnya. (zonasultra.com)