Din Syamsudin Desak Polri Usut Kematian Randi

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, angkat bicara atas tewasnya mahasiswa Universitas Haluoleo, Kendari, yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Randi (22 tahun).

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu tewas dengan luka tembak di dada saat demonstrasi menentang sejumlah RUU kontroversial di depan kantor DPRD Sultra, Kendari.

“Saya berpesan kepada segenap keluarga besar IMM/AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) di seluruh Tanah Air memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar almarhum memperoleh husnul khatimah,” ucap Din dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9).
Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu menyebut tragedi yang menimpa Randi sebagai bukti tindakan kepolisian yang represif menghadapi demonstran.

“Menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tragedi demokrasi akibat tindakan represif yang patut disesalkan.”, Din Syamsuddin.
Din mendorong kepolisian agar mengusut kasus ini secara jujur dan transparan. Tak hanya itu, juga mengautopsi jenazah untuk memastikan penyebab tewasnya Randi.
“Agar tidak menimbulkan fitnah, sebaiknya dilakukan autopsi oleh tim internal Muhammadiyah,” saran Din. (Muhammadiyah memiliki banyak rumah sakit yang bisa menangani tragedi ini).

Din juga menyerukan kader IMM dan Muhammadiyah secara luas agar tetap tenang dan tidak terhasut melakukan tindakan anarkisme sebagai reaksi atas tewasnya Randy.
“Selalu kompak dalam menegakkan amar makruf nahyi munkar (menyerukan kebaikan dan mencegah kemunkaran),” pungkasnya.