Pemuda Muhammadiyah Medan Kecam Kriminalisasi Aktivis oleh Polda Sumut

Jagad media sosial sejak kemarin malam heboh akibat pemanggilan paksa terhadap beberapa tokoh ormas islam di Sumatera Utara. Puncaknya Senin, (27/5) pasca dipanggil paksanya Buya Rafdinal, Wakil Ketua PDM Medan oleh Polda Sumut.

Ada sejumlah nama yang mendapat surat panggilan dari Polda Sumut terkait isu makar yang dituduhkan Polda Sumut kepada para aktivis/pejuang Islam Sumatera Utara diantaranya: Ustad Heriansyah (Ketua GNPF Sumut), Rabu Alam (Ketua Presedium GNKR), Roni Handoko (Ketua Pelaksana Aksi Damai 22); Angga Fahmi (Ketua IMM Kota Medan); Ustad Indra Suheri (Ketua FUI Sumut) dan Rinaldi.

“Berkenaan dengan itu, kami Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan mengecam upaya pemanggilan yang dilakukan Polda Sunut tersebut terutama kepada kader terbaik Muhammadiyah Ustad Buya Rafdinal dan Angga Fahmi. Jangan karena berbeda pandangan politik dengan pemerintah lalu kemudian melakukan upaya kriminalisasi massal kepada para pejuang demokrasi tersebut” ujar Ketua PDPM Medan Eka Putra Zakran, SH didampingi Irsan Armadi: (Wakil Sekretaris), Muhammad Sundus (Wakil Ketua) dan Amnur Dwirsah (Wakil Ketua) di Medan.

Ia mengatakan sejatinya hukum berkeadilan tanpa pandang bulu pada siapapun. Nah masalahnya sekarang keadannya lain, hukum justru tumpul ke kawan tapi tajam ke lawan politik.

Jangan jadikan pasal karet sebagai alat oleh aparat untuk membungkam demokrasi.

“Kami meminta agar apara aktivis tersebut agar segera dibebaskan dari segala tuduhan makar dimaksud, yang justru kasat mata hari ini hukum dipertontonkan di depan publik sangat tidak berkeadilan” tutupnya (Rel)