Beranda News Kabar Nasional Wiranto-Tito Larang Pawai Kemengangan Sebelum Hasil Resmi KPU

Wiranto-Tito Larang Pawai Kemengangan Sebelum Hasil Resmi KPU

Pemerintah dan aparat keamanan melarang adanya pawai kemenangan melalui mobilisasi massa sebelum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab dikhawatirkan, hal ini bisa mengundang kericuhan atau ketegangan antar massa pendukung.

“Maka dari aparat Kepolisian tegas mengatakan mobilisasi massa dalam rangka pawai kemenangan sebelum pengumuman resmi akan tidak diizinkan,” tegas Menko Polhukam Wiranto usai menggelar video conference bersama kementerian dan lembaga terkait di Jakarta, Senin (15/4).

Mobilisasi massa itu pun, katanya secara nyata melanggar Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 tentang menyatakan pendapat di muka umum. Karenanya, mobilisasi massa dalam rangka apapun tidak hanya dilarang di pusat melainkan juga di seluruh daerah.

“Syukuran, pawai, itu akan tidak diizinkan aparat kepolisian di pusat dan daerah. Syukuran di rumah masing-masing boleh,” singgungnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya, pawai atau syukuran dengan mobilisasi massa akan memprovokasi pihak lain.

Jika ada hal yang dirasa tidak sesuai atau tidak memuaskan, kata Tito ada mekanisme yang bisa ditempuh. “Ada DKPP, undang-undang, Bawaslu atau MK kalau dianggap melanggar tapi tidak dalam bentuk mobilisasi massa. Kalau ada, Polri tidak berikan izin,” tegas Tito.