Tribunsantri Sebar Hoax dan Fitnah Kepada Panwaslu Malaysia

Pasca dibongkarnya temuan pencoblosan surat suara Pilpres dan Pileg secara ilegal di Malaysia oleh relawan Capres 02 dan Panwaslu Malaysia menimbulkan reaksi kecaman dari publik masyarakat karena hal tersebut telah mengkonfirmasi terjadinya praktek kecurangan, bahkan Bawaslu RI menyatakan kecurangan ini terjadi secara sistematis.

Namun setelah terkuaknya fakta tersebut justru kubu pendukung Capres 01 melakukan kontra opini dan narasi yaqng menyebut bahwa penemuan surat suara yang dicoblos adalah hoax dan settingan dari pihak kubu lawan dengan segala tulisan mereka berusaha meyakinkan publik bahwa itu hanya sebuah sandiwara dan sebagainya padahal terungkapnya kecurangan ini jelas ada dokumentasi dan telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Parahnya hanya untuk berusaha menutupi fakta kecurangan yang terjadi media – media pendukung kubu Capres 01 mulai menyerang dan menyudutkan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yazza Azzahara dengan memberitakan hoax dan fitnah bahwa Yazza Azzahara adalah relawan pemenangan Prabowo Sandi

Mereka beropini demikian karena meyakini Yazza ikut berfoto dan berpose dua jari dengan relawan 02 lainnya, namun analisa mereka sungguhlah dangkal karena ternyata foto yang mereka tuduh adalah Yazza Azzahara ternyata bukan melainkan foto orang lain bernama Idawati Murdaningrum

Dalam laman Facebooknya Idawati menuliskan ”

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Berkaitan dengan berita yang dikeluarkan oleh Tribunsantri.com berjudul “Keterangannya di TVOne Janggal, Foto Panwaslu Malaysia Yaza Azzahra Berpose Dua Jari Bersama Relawan 02 Viral” yang viral pagi ini, saya ingin menyampaikan klarifikasi. Foto yang dilingkari pada foto Relawan 02 adalah saya. Idawati Murdaningrum. Bukan foto ibu Yaza Azzahra. Adalah benar saya Relawan 02. Saya adalah Anggota Satgas Prasasti Malaysia. Saya dan Ibu Yaza adalah 2 orang yang berbeda. Jadi dengan nyata, tribunsantri telah menyebarkan berita yang tidak benar alias HOAX!
Dan saya menyatakan keberatan foto saya dg lingkaran dicantumkan di berita tersebut. Oleh karena itu saya meminta
tribunsantri.com untuk segera mengkoreksi kesalahan ini, menyampaikan permohonan maaf kepada saya dan pihak-pihak lain yang dirugikan. Koreksi dan permohonan maaf itu harus dimuat di tribunsantri.com dan media lain.

Apabila
Tribunsantri.com gagal menunjukkan i’tikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini, maka saya akan mengambil langkah-langkah hukum.

Demikian klarifikasi dan pernyataan ini saya buat dengan sebenar2nya. Terimakasih.

Link berita:
https://www.tribunsantri.com/2019/04/keterangannya-di-tvone-janggal-foto-panwaslu-malaysia-yaza-azzahra-berpose-dua-jari-bersama-relawan-02-viral.html

Sampai saat ini berita kami tulis postingan di media tribunsantri ternyata sudah dihapus dan diganti berita lain dan belum ada permintaan maaf dari pihak tribunsantri yang telah menulis berita hoax dan fitnah tersebut.

Hal ini semakin menunjukkan kualitas para buzzer dan pendukung Capres yang masih berpendidikan rendah seperti media tersebut mudah tersulut informasi hoax dan melakukan fitnah kepada orang lain serta mendelegitimasi peran Bawaslu untuk melakukan tugasnya melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu (redaksi)