Relawan Capres Berkedok PP Pemuda Muhammadiyah “Serang” Amien Rais

Setelah kemarin ramai soal kritik terbuka Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar kepada Ayahanda Din Syamsuddin yang ternyata tuduhan tersebut lebih karena Sekjen PPPM nir adab dan gagap membaca pernyataan Ayahanda Din. Dzulfikar dinilai hanya mencari popularitas media semata sehingga malah banyak dikecam netizen Muhammadiyah.

Kali ini PP Pemuda Muhammadiyah (PP PM) kembali melontarkan tuduhan kepada ayahanda Amien Rais (AR) soal pernyataan beliau tentang people power. PPPM mengeluarkan rilis melalui salah satu pengurusnya yaitu Ali Muthohirin yang menuduh ayahanda AR telah melalukan provokasi yang akan menimbulkan konflik horisontal. Mereka merilis ke berbagai media, diantaranya dimuat di Okezone.com, Sindonews.com, timesindonesia.co.id, pontas.id

Tuduhan PPPM itu sangat dangkal dan tidak argumentatif tanpa mencari sumber serta data yang cukup sebelum menarik kesimpulan. Apa yang disampaikan Ayahanda AR secara tersirat lebih kepada “pressure” kepada KPU dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu bersikap netral dan adil.

People power tidak harus dimaknai peyoratif bahwa akan terjadi bentrokan dan gesekan apalagi ayahanda AR juga sudah menjelaskan people power yg dimaksud masih dalam koridor demokrasi bukan people power seperti halnya kudeta yang akan memakan korban.

Indonesia pernah mencatat dan mengalami aksi yang bisa disebut people power yakni ketika aksi 212 menuntut penegakan hukum terhadap kasus penistaan agama, aksi yang diikuti oleh jutaan orang di jantung ibu kota berjalan damai tidak menimbulkan gejolak bukti bahwa aksi people power bisa dilakukan secara damai dan sesuai koridor hukum.

Sehingga tuduhan PPPM kepada Ayahanda AR jelas analisa yang dangkal dan tidak punya referensi data yang cukup, lebih kepada asumsi dan halusinasi sekumpulan pemuda terhadap salah satu tokoh penggerak reformasi.

Apalagi fakta bahwa ternyata Ali Muthohirin sebenarnya adalah salah satu bendahara relawan pemenangan Capres 01 sehingga patut diduga terjadi “conflic of interest” mengatasnamakan PPPM bahkan merasa mewakili anak-anak muda Muhammadiyah.

Kalaupun Ali berbeda pendapat dengan Ayahanda AR soal pernyataan beliau harusnya sampaikan saja kritiknya atas nama relawan 01, bukan menggunakan kendaran PPPM untuk melontarkan tuduhan kepada ayahnda AR.

Memang PPPM telah mendeclare menjaga netralitas dalam Pilpres namun seiring berjalannya waktu semakin tervalidasi dugaan kuat bahwa PPPM telah terkontaminasi dan dijadikan kendaraan untuk mendukung Capres tertentu dan dijadikan alat untuk “menggebuk” siapapun tokoh yang dinilai berpotensi punya pengaruh luas terhadap warga Muhammadiyah seperti halnya yang dialami Ayahanda Din dan AR.

Hal ini perlu diwaspadai oleh warga Muhammadiyah ketika oknum-oknum PPPM terang-terangan telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan politik praktis.

Sejak berdiri tahun 2013, website sangpencerah.id konsisten memberikan pembelaan dan counter opinion apabila ada kelompok atau perorangan yang melecehkan atau menyerang kewibawaan persyarikatan dan tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Namun kami prihatin hari ini harus berhadapan dengan benalu-benalu di dalam tubuh khususnya di organ PPPM yang mulai secara massif dan sistematis menyerang kehormatan ayahanda Muhammadiyah dan merusak marwah persyarikatan hanya karena kepentingan politik sesaat. Jika pola ini terus dilakukan oleh oknum PPPM sesungguhnya mereka sedang membangun jarak dengan warga Muhammadiyah yang mengakar sampai ranting. Hal ini akan menjadi catatan kelam perjalanan Pemuda Muhammadiyah.

(Redaksi Sang Pencerah)