KPU: Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan Paling Banyak Masalah

Rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu 2019 yang paling alot, terjadi pada rekapitulasi di kecamatan.

Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Pramono Ubaid Tanthowi, pada rekapitulasi yang saat ini sedang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, perbedaan hasil perhitungan kerap bersama-sama diselesaikan pihak-pihak terkait di tingkat tersebut.

“Memang sebenarnya, yang paling banyak masalah itu ada di (rekapitulasi) tingkat kecamatan,” ujar Pramono di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa 30 April 2019.

Adapun, pihak-pihak itu misalnya petugas Pemungutan Suara Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pengawas, juga saksi.

Pramono menyampaikan, pengecekan silang antara data-data yang dimiliki mereka akan dilakukan sampai data yang validitasnya tertinggi muncul.

“Perbedaan pendapat atau selisih angka yang ada di (formulir) C1 betul-betul dicocokkan kembali, diverifikasi, adu data, dikoreksi,” ujar Pramono.

Pramono juga mengungkapkan, rekapitulasi terus dilakukan berjenjang ke tingkat kota/kabupaten, provinsi, lantas nasional. Ia optimistis, lembaga Pemilu itu bisa memenuhi tenggat waktu tuntasnya hasil Pemilu 2019, secara keseluruhan pada 22 Mei 2019.

“Kita masih optimis, proses rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu itu sesuai jadwal,” ujar Pramono. (vivanews)