KPK Pastikan Ada ‘Cap Jempol’ di Amplop ‘Serangan Fajar’ Bowo Sidik

Penyidik menunjukan barang bukti disaksikan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus korupsi Bupati Mesuji di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Dari OTT tersebut KPK menyita barang bukti berupa uang dalam pecahan Rp100.000 senilai Rp1.280.000.000, serta mengamankan lima orang tersangka salah satunya adalah Bupati Mesuji Khamami terkait korupsi proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd.

KPK memastikan ada ‘cap jempol’ pada tumpukan amplop ‘serangan fajar’ Bowo Sidik Pangarso. Namun KPK belum memerinci apa maksud ‘cap jempol’ pada amplop itu.

“Tidak ada nomor urut, yang ada adalah cap jempol di amplop tersebut,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).

“Kalau dugaan keterkaitan dan dugaan penggunaannya amplop-amplop tersebut diduga akan digunakan untuk serangan fajar, untuk kepentingan pemilu legislatif khususnya pencalegan BSP (Bowo Sidik Pangarso) di Dapil 2 Jawa Tengah,” kata Febri.

Namun KPK enggan mengaitkan ‘cap jempol’ itu dengan salah satu pasangan calon pada Pemilu 2019. Sejauh ini Febri hanya menyampaikan tanda itu terdapat pada barang bukti berupa amplop yang disita itu.

“Tapi fakta hukumnya seperti yang saya jelaskan tadi, kami perlu tegaskan ini karena kita hanya bisa berpijak pada fakta hukum yang ada. Jadi KPK perlu meng-clear-kan ini kepada publik dari perkembangan proses pengecekan barang bukti yang dilakukan itulah fakta hukum yang ditemukan,” kata Febri.(detik)