Din Syamsudin Sesalkan Capres yang Main Serangan Personal

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin (kedua kanan), Sekjen MUI Anwar Abbas (kiri), Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Azyumardi Azra (kedua kiri) dan Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Noor Ahmad (kanan) menghadiri Rapat Pleno Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI di Jakarta, Senin (6/8). Rapat pleno ke-29 itu mengangkat tema umat Islam menghadapi agenda demokrasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj/18.

Sangpencerah.id – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyoroti hasil debat Pilpres 2019. Ternyata banyak hal yang tidak seharusnya terjadi dalam acara tersebut, Salah satunya serangan personal.

Din menuturkan, debat kedua seharusnya bisa menunjukan peningkatan kualitas penampilan dari yang lebih bagus dari sebelumnya. Tujuannya debat bisa berjalan lebih hidup, sehingga gagasan masing-masing kandidat bisa lebih keluar.

“Saya termasuk yang mengamati debat pilpres itu ya kurang ada peningkatan dari yang pertama,” ujar Din di kantor MUI Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut tokoh Muhammadiyah itu juga mengaku menyesalkan, karena masih ada serangan personal. Itu tidak dibenarkan dalam sebuah perdebatan.

“Cuma yang masih saya sayangkan masih ada yang bersifat personal. Mohon maaf siapapun itu. Semoga tak terjadi lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Din meminta agar di debat ketiga tidak ada lagi kandidat yang bermain isu personal. Lebih baik memaparkan ide dan gagasan untuk bangsa ke depan.

“Kalau personal terus menerus apalagi debat ketiga, ya itu menurunkan derajat demokrasi kita. Karena orang menilai derajat kenegarawanan dari masing-masing capres,” pungkasnya.(jp)