Tebarkan Hoax tentang KOKAM, Kajitow Elkayeni Bertatus Wanted

Berikut ini sebuah tanggapan atas tulisan “Ilusi Machoisme yang Menyedihkan” dari akun facebook : Kajitow Elkayeni (facebook.com/kajitow), penulis Seword.com

Selain menulis di status facebook, dia juga menulis di seword.com yang sangat menghina Kokam pada khususnya, Muhammadiyah pada umumnya. (baca : Amien, Contoh Masa Tua yang Menyedihkan). Saat ini penulis sedang dicari Kokam se-Indonesia untuk klarifikasi tulisannya.

Berikut ini tanggapan Tim Generasi Muda Muhammadiyah atas tulisan “HOAX” tersebut :

1. Mereka menulis :
“Orang ini (Komandan KOKAM) ingin mengesankan kegagahan, machoisme, maka ia memilih kuda sebagai tunggangannya. Meniru imajinasi jujungannya, Prabowo. Bedanya, ia melakukannya sesuai budget yang ada. Pengin gagah, tapi ngirit.

Maka ia memilih kuda kurus dan kecil. Dua pengawalnya juga kerempeng. Pandangannya nanar. Gayanya seadanya. Baju dorengnya kedodoran. Dan yang membedakan mereka berdua dengan tentara selazimnya adalah, lengan bajunya tidak digulung.”

Tanggapan Kami :
Menunggang kuda adalah bentuk melestarikan sunnah. Siapapun yg berusaha melestarikan sunnah harus kita apresiasi, terutama jika dia seorang muslim. Jangan karena kudanya anda anggap kecil, lantas anda rendahkan. Terkesan anda mencari-cari kesalahan yang sama sekali tidak substantif.

2. Mereka menulis :
“Orang ini mungkin sedang membayangkan jiwa korsa. Meski jelas tertulis di dadanya Kokam. Organisasi yang mungkin tak pernah diajari memegang senjata api. Mungkin hanya baris-berbaris, pamer foto di media sosial. Organisasi yang lahir belakangan dan serba tertinggal. ”

Tanggapan Kami :
Statement ini tendensius atau memang kurang referensi. Yang bersangkutan perlu membaca lagi referensi yang berkaitan dengan KOKAM & Muhammadiyah. Di Ensiklopedia Muhammadiyah hal. 197, dijelaskan bahwa Kokam /Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah resmi dibentuk pada tanggal 1 Oktober 1965 utk menghadapi PKI. Jadi klaim organisasi belakangan dan serba tertinggal adalah hoax dan sama sekali tidak berdasar.

3.Mereka menulis :
“Saat orang lain sudah bertahun-tahun lampau bergumul dengan mayat dan amis darah, tiba-tiba ada ide brilian di antara mereka, “Aha! kita bikin organisasi para militer!”

Tanggapan Kami :
Justru Kokam dibentuk pada tahun 1965 sebagai perpanjangan tangan Muhammadiyah untuk bahu membahu bersama rakyat & ABRI menghadapi PKI yang haus darah ummat islam.

4.Mereka menulis :
“Lalu sekarang, orang-orang culun itu dikumpulkan oleh sebuah cita-cita besar, untuk bisa main tentara-tentaraan. Dan digunakan untuk memberikan tekanan politik. Meski tampang mereka lucu, usaha mereka boleh juga. Setidaknya, dalam kumpulan ribuan, suara mereka cukup keras menggelegar.”

Tanggapan Kami :
Jika anda seorang muslim, kemanakah anda saat seorang Siyono dizalimi hingga kehilangan nyawa dan keluarganya diintimidasi. Kemanakah anda saat petani kendeng dan juga Novel Baswedan dizalimi. Apakah pembelaan kokam terhadap mereka anda sebut main tentara-tentaraan?

5. Mereka menulis :
“Ini ironi yang menyedihkan. Dari organisasi yang jauh dari kesan kekerasan, orang-orang dengan ilusi machoisme paramiliter terlahir. Mereka seperti hendak menolak sejarah, hendak mengubah cara pandang pendahulu mereka. Bahwa ngurus pendidikan dan kesehatan saja tidak cukup. Generasi baru harus diberi kebanggaan main tentara-tentaraan.”

Tanggapan Kami :
Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah waktu itu Kyai Ahmad Badawi, bersama Jenderal Besar Besar A.H Nasution sepakat berkerjasama mengadakan Kursus Kader Takari (cikal bakal KOKAM). Akhirnya Kolonel H.S Prodjokusumo yang juga ketua PWM Jakarta diangkat jadi Komandan KOKAM pertama. Muhammadiyah memang anti-kekerasan, awalnya konsen ke sosial pendidikan dan kesehatan. Tapi untuk kebutuhan nahi munkar saat itu, para Kyai & Ulama memandang perlu dibentuk KOKAM. (Referensi : Sejarah KOKAM hal. 51)

6. Mereka menulis :
“Biar culun, kerempeng, tak pernah pegang senjata, tak mengapa. Yang penting teriakannya kenceng. Kalau makan nambah.”

Tanggapan Kami :
Tuduhan ini jelas bertentangan dengan fakta. Dulu KOKAM dilatih khusus oleh RPKAD (Sekarang Kopassus) utk menghadapi PKI. Dan di masa sekarang KOKAM masih sering bekerja sama dengan pihak TNI setempat untuk melakukan pelatihan kader. Silahkan cek berita : 250 Kokam Diklat Karakter Building di Yonif 413 Sukoharjo & Diklat Khusus Pimpinan Wilayah KOKAM se-Jatim Digembleng Materi Fisik dan Mental

7. Mereka menulis :
“Orang ini adalah gambaran sempurna dari ketakseimbangan antara cita-cita dengan realita. Low budget, tapi ingin tampil gaya. Maka ketika Amien Rais dipanggil polisi, dengan arogansi ndesit, ia berkata, “(nanti) Kokam marah…”

Mungkin dalam bayangannya, Kokam itu menakutkan. Padahal kalau melihat foto ini orang-orang justru malah tertawa…”

Tanggapan kami :
Tuduhan arogansi ini jelas hoax. KOKAM hanya mengingatkan bahwa penegakkan hukum haruslah adil. Sudah jelas juga si penulis lebih banyak menggunakan perasaan daripada fakta dan data. Dominan subyektifitas daripasa obyektifitas.

Mari kita warga persyarikatan cerdas dalam menyikapi sebuah isu.

===========================

*KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) adalah kesatuan dari Unsur Muhammadiyah yang lahir ketika kondisi bangsa sedang mengalami guncangan keras. KOKAM adalah kesatuan anak muda yang siap menjaga keutuhan bangsa dari rongrongan kelompok yang ingin memecah belah persatuan.
(Sejarah Kokam hal 69)

baca juga :

Setelah Digertak Ketua Pemuda Muhammadiyah, Junimart Minta Maaf ke Buya Syafii Maarif

Pemuda Muhammadiyah Resmi Laporkan Seword.com ke Kemenkominfo dan Bareskrim