Pemuda Muhammadiyah Gugat Timsel KPU Solo Raya

Sangpencerah.id – Merasa ada yang tidak beres dengan proses dan hasil seleksi Anggota KPU Kabupaten Sukoharjo, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo mendampingi salah satu anggotanya, Fery Kurniawan mengajukan gugatan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas pengumuman uji Kelayakan dan Kepatutan calon Anggota KPU Kabupaten/Kota di lingkungan provinsi Jawa Tengah bernomor : 1308/PP.05.2SD/33/Prov/X/2018.

Ketua PDPM Sukoharjo, Eko Pujiatmoko mengatakan gugatan PTUN atas hasil seleksi KPU sudah melalui proses kajian yang mendalam.

“Kami melihat ada yang tidak beres dalam seleksi ini. Dari seluruh calon yang berasal dari Muhammadiyah tidak ada satupun yang lolos. Padahal kami nilai sudah layak dan memenuhi syarat. Setelah kami kaji dan konsultasikan pada PDM kami ajukan gugatan ini,” kata Eko Pujiatmoko, Kamis (18/10/2018).

Gugatan tersebut juga memperhatikan Surat Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo No. 20.46/III/O/A/2018 yang ditujukan kepada Ketua KPU RI perihal keberatan Atas Pengumuman yang Menetapkan Hasil Seleksi Calon Anggota KPU dengan nomor 18/PP.06-Pu/33/TimSel/ Jtg3/VIII/2018 tertanggal 27 Agustus 2018.

“Kami mendaftarkan Gugatan PTUN atas Pengumuman Tim Seleksi Jawa Tengah 3 Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Periode 2018-2023 bernomor 18/PP.06-Pu/33/Tim-Sel/Jtg3/VIII/2018, berikut seluruh hal yang berkaitan dengan pengumuman tersebut ke PTUN Semarang dengan Nomor perkara 142/G/2018 PTUN.SMG tertanggal 17 Oktober 2018,” tambahnya.

Fery Kurniawan, penggugat merupakan salah satu pendaftar calon KPU Sukoharjo yang gagal masuk 10 besar. Dari 22 calon yang terjaring tes, 9 diantaranya kader Muhammadiyah. Dan semuanya tidak lolos penjaringan 10 besar. Padahal pada tes tertulis Fery yang saat ini sebagai PPK Kecamatan Bendosari, ranking 6 dan psikotes ranking 2.

Terpisah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Wiwoho mengatakan, pihaknya mendukung apa yang dilakukan PDPM Sukoharjo dalam hal mendampingi anggotanya untuk mendapatkan keadilan.

“Selama yang dilakukan sesuai konstitusional kami mendukung,” tandas Wiwoho.(sorot)