Lazismu Muhammadiyah Kirim Satu Kontainer Logistik ke Palu

Sangpencerah.id – Bantuan dari masyarakat untuk korban gempa-tsunami Palu dan sekitarnya yang berada di gudang CSM Cargo yang berdekatan dengan Kantor Layanan (KL) Lazismu Manggarai pada Senin malam (22/10/2018) mulai dipindahkan dalam satu unit truk kontainer petikemas.

Bantuan logistik seberat 23 ton itu dimasukan dalam petikemas (stuffing) untuk selanjutnya dibawa ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sampai berita ini diturunkan, KL Lazismu Manggarai menyampaikan, semalam setelah kontainer penuh, kontainer segera dikunci dengan segel untuk menghindari potensi kerusakan muatan barang (23/10/2018).

Semua bantun ini untuk warga penyintas di Palu dan sekitarnya. Melalui CSM Cargo yang berkolaborasi dengan PT Samudera Indonesia, proses pengiriman memakan waktu kurang lebih 7 – 10 hari. Alur pengiriman ini dari darat menuju jalur laut dan berakhir di Posko Koordinasi MDMC – Lazismu di Kota Palu,” kata Lambang Saribuana selaku Ketua KL Lazismu Manggarai, Jakarta Selatan.

Lambang mengatakan kolaborasi ini sangat membantu Lazismu untuk mengirim bantuan ke lokasi pascabencana. “Samudera Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pengiriman barang lewat jalur laut, karena itu bantuan logistik dipastikan aman sampai tujuan,” kata Lambang.

Sebelum berlayar, kontainer akan masuk di pelabuhan untuk proses penerimaan muat barang di area pelabuhan. “Setelah itu barang dipindahkan menuju kapal,” jelas Lambang.

Selanjutnya kapal akan menuju Makassar yang sebelumnya akan singgah di pelabuhan Surabaya. “Kemudian barang akan dibongkarmuat menuju gudang PT. Samudera Indonesia yang ada di Makassar,” sambung Lambang.

Di kesempatan yang sama, General Manager Samudera Indonesia Peduli, Bambang Suryo Atmojo, mengatakan, sepenuhnya kami mendukung pengiriman bantuan ini untuk 1 kontainer setiap minggu. Sementara dari Palu ke lokasi sepenuhnya secara teknis dikoordinasikan oleh CSM Cargo.

“PT. Samudera Indonesia juga bersama-sama mengirimkan bantuan dalam bentuk barang yang disesuaikan untuk kebutuhan penerima manfaat,” bebernya. Melalui yayasan Samudera Indonesia Peduli, pihaknya juga menggalang dana dan bantuan dari keluarga besar Samudera Indonesia.

Lebih jauh lagi, PT. Samudera Indonesia mempersilahkan Lazismu untuk mengoperasikan kontainer kosong yang bisa dimanfaatkan sebagai klinik darurat. “Sejauh ini masih dikoordinasikan kepada Lazismu untuk pemanfaatannya,” pungkasnya. (na)