Riset Ikatan Pelajar Muhammadiyah : 31 Persen Bocah Tertarik Iklan Rokok

Sangpencerah.id – Kasus R, bocah dua tahun asal Sukabumi yang kecanduan rokok menjadi sorotan beberapa pihak salah satunya oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang memang menaruh fokus pada masalah rokok. Disebutnya, kasus ini menjadi contoh nyata kedaruratan rokok di Indonesia.

Hafizh Syafaaturahman, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat IPM memperkuat pendapatnya dengan membeberkan hasil riset terkait dampak iklan yang dinilai sangat berpengaruh pada keputusan anak untuk merokok di usia muda.

“Kami IPM riset, mengambil sampel di ibu kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Semarang, sekitaran Jawa, dan hasilnya usia paling banyak yang merokok 14-15 tahun, itu sampai 22 persen,” kata Hafizh saat konferensi pers ‘Indonesia Darurat Rokok’, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ada pun yang menambah kekhawatiran, perokok di usia 7-9 tahun bahkan sudah mencapai 4 persen. IPM pun juga menanyakan terkait dari mana para remaja mengenal rokok. Sebanyak 67 persen remaja mengaku mengetahui dari teman dan kedua terbesar diketahui dari iklan rokok.

“Kita tanya pernah enggak melihat iklan rokok? 98.97 persen menjawab melihat iklan rokok di manapun mereka berada. Lalu ditanya lagi seberapa menarikkah iklan rokok? 31,36 persen mengetahui sangat menarik iklan rokok,” beber Hafizh.

Dari hasil riset itu pula ditemukan perokok remaja paling banyak atau sebanyak 89,24 persen mengaku melihat iklan dari televisi. Sementara sebanyak 85.1 persen melihat dalam sponsor yang ada di berbagai acara.(detik)