Bambang Wen : Pengelola AUM Harus Baik dan Bertanggung Jawab

Sangpencerah.id – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonosobo, Bambang Wen meminta setiap pimpinan dan pengelola amal usaha Muhammadiyah menjalankan amanat umat secara baik dan bertanggung jawab. “Semua amal usaha di berbagai bidang dan tingkatan berkewajiban menjadikan amal usaha dengan pengelolaan yang sebaik-baiknya,” ujar dia

Penegaskan itu disampaikan Bambang saat memberikan pembinaan dalam kegiatan Pelatihan Al Islam Kemuhammadiyahan dan Karya Ilmiah di Aula Pertemuan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo, baru-baru ini. Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan karyawan sekolah tersebut juga turut digelar reorganisasi sekolah tersebut, guna memilih managemen sekolah yang terbaik.

Menurut dia, amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, berorientasi pada dua hal, yaitu perpaduan antara sistem sekolah umum dan madrasah pesantren. Untuk mencapai suatu keberhasilan amal usaha berkaitan dengan lembaga pendidikan, dibutuhkan suatu peranan pelaksana yang mumpuni baik dari kepala sekolah, guru maupun karyawan yang berdedikasi dan bertanggung jawab.

“Subtansi pelatihan ini adalah semua jajaran dalam birokrasi sekolah dapat berkreasi dan menuangkan ide-ide gagasannya ke dalam suatu karya ilmiah, sebagai ajang dakwah. Pembinaan ini juga bertujuan untuk mengetahui job description (uraian pekerjaan) masing masing peranan. Sehingga reorganisasi di SMK 1 Muhammdaiyah Wonosobo tidak perlu adanya black campaign dan saling menjelekkan,” beber dia.

Dengan hal itu, diharapkan pelatihan dapat mencetak karakter yang berahlakul karimah terhadap siswa-siswi SMK 1 Muhammadiyah. “Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah dengan watak tajdid yang dimiliki, senantiasa beristikomah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di segala bidang, sehingga menjadi rahmatin lil alamin,” harapnya.

Selain itu, kegiatan itu bertujuan mengingatkan kembali terhadap fungsi Persyarikatan Muhammadiyah. Amal usaha Muhammadiyah milik persyarikatan dan persyarikatan bertindak sebagai badan hukum atau yayasan dari seluruh amal usaha itu. Sehingga semua bentuk kepemilikan persyarikatan harus dapat diinventarisasi dengan baik dan dilindungi dengan bukti kepemilikan yang sah sesuai hukum.(sm)