Deklarasi Pro-Kontra Presiden Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Terlibat

Sangpencerah.id – Pemuda Muhammadiyah Medan menegaskan tak terlibat dalam setiap kegiatan politik khususnya deklarasi akbar #2019GantiPresiden mau pun “Jokowi2Periode” yang akan digelar bersamaan, Minggu (22/7/2018).

Organisasi Muhammadiyah tidak terlibat dalam pendukungan suatu partai politik dalam mencalonkan pemimpin.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan Eka Putra Zakran mengatakan, seluruh pengurus yang ada di tingkat Pusat hingga Daerah tidak terlibat dalam deklarasi akbar suatu partai dalam mengkampanyekan profil calonnya, bahkan sampai isu #2019gantiPresiden.

“Assalamualaikum, kegiatan tagar ganti Presiden mau pun kegiatan politik kami tidak mendukungnya, Kami tetap menghormati, karena Muhammadiyah itu ormas pendakwah bukan politik,” ucap Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Eka Putra Zakran, di kediamannya, Jalan Ambia, Kota Medan.

Ia menjelaskan, Ormas Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat yang berdekatan agama yaitu pendakwah, dan bukan sebagai pendukung suatu partai politik.

“Jelas kami itu orang-orang pendakwah bukan sebagai mengampanyekan politik di masyarakat,” ucapnya.

Eka menambahkan, selama ini tidak ada satu pun orang dari ormasnya yang terlibat dalam hastag tagar tersebut, sudah viral di media sosial. Dan sikap kedepannya bagaimana, ia masih menuggu keputusan dari pusat.

“Kami menunggu keputusan dari pusat apa perintah untuk selanjutnya. Muhammadiyah tidak terlibat dalam tagar tersebut dalam deklarasi ini,” ujarnya.

“Alhamdulillah saya melihat sampai sekarang ini tidak terlihat mendukung politik,” tambahnya

Beliau menerangkan, memang banyak dari pengurus Muhammadiyah yang terlibat dalam satu parpol dan menjadi kadernya. Tetapi PDPM juga menegaskan tidak ada Muhammadiyah dibawa-bawa ke dalam partai, melainkan Individu yang menjadi kader sebuah partai yang membawa nama sendiri.

“Kalau ada yang mendukung, itu tidak membawa nama organisasi, melainkan pilihan pribadi. Karena kegiatan itu politik. Kegiatan ini digelar bersamaan dan di tempat yang berdekatan, kita tidak mau nanti hal-hal semacam ini mengurangi nilai ukhuwah antar sesama warga Sumut. Kalau kegiatan itu berlangsung kita hormati. Itu langkah dan upaya positif, tapi kita tidak masuk dalam upaya dukung mendukung pihak manapun,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku bukan menolak kegiatan tersebut. Kegiatan itu merupakan hak pribadi masing-masing. Namun ia tidak menghendaki jika PDPM dilibatkan dalam daftar pendukung kegiatan pihak manapun.

“Kita organisasi Muhammadiyah, tidak masuk dalam politik. Pemuda Muhammadiyah memiliki jajaran pusat, instruksi dari pimpinan wilayah maupun pusat belum ada. Kita selaku bawahan tidak mau mengambil langkah yang salah. Pada prinsipnya menunggu instruksi itu. Lagi pula, Presiden ini wilayah pusat. Kami menunggu arahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya.

Ditegaskannya juga, modus-modus kampanye terselubung di luar jadwal resmi masa kampanye pemilu 2019 harus mendapatkan perhatian serius semua pemangku kepentingan Pemilu, sebab tindakan tersebut berpotensi menguburkan prinsip-prinsip pemilu berintegritas.

Pelaksanaan kegiatan Deklarasi Akbar Gerakan Nasional Relawan Ganti Presiden maupun Jokowi 2 Periode termasuk bagian dari pencideraan demokrasi.

Apabila ada alat peraga atau konten media yang isinya meresahkan masyarakat atau menimbulkan kerugian kepada seseorang, karena ada pihak yang berkepentingan untuk menjatuhkan orang tersebut sebelum dimulainya kontestasi pemilihan, maka tindakan tersebut telah mencederai asas-asas demokrasi.

“Pengawas Pemilu harus berpikir terhadap hal-hal tersebut dan tidak bersikap normatif atau cenderung memakai kacamata kuda, demi tegaknya demokrasi dan integritas pemilu. Sebagai polisi pemilu serta posisi pengawas pemilihan yang bersifat tetap selama 5 tahun dan tidak lagi ad hoc, maka sudah saatnya para pengawas Pemilu untuk berani mengambil tindakan tegas terhadap para pihak yang telah mencederai demokrasi dengan memanfaatkan lubang-lubang aturan pemilu yang ada,” tambahnya.