RAT 2017, KS BMT Attaqwa Bertekad Sejahterahkan Anggota

Sangpencerah.id – Koperasi Syariah BMT Attaqwa Muhammadiyah Sumbar menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017 di Aula Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Sabtu, (21/4/2018). RAT ini mengangkat tema Koperasi Syariah berkemajuan anggota sejahtera.

RAT merupakan agenda wajib di dalam kepengurusan koperasi, karena di dalam rapat tersebut dilakukan pertanggung jawaban pengurus koperasi selama satu tahun kepada anggota koperasi yang bersangkutan.

Dalam RAT tersebut disampaikan beberapa laporan tahunan yang memuat hal-hal yang perlu di dalam RAT koperasi syariah BMT Attaqwa. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Yunisman terus mensupport agar KS BMT Attaqwa terus exis dan berkembang ditengah tantangan zaman.

Ditegaskannya, saat ini ma­sih banyak koperasi yang be­lum meme­nuhi ketentuan tentang RAT, ter­masuk keten­tuan rapat wajib dipim­pin pim­pinan rapat yang dipilih dari anggota, didampingi sekretaris dan notulen. Hasil RAT juga harus dilaporkan ke Dinas koperasi dan UKM setempat.

RAT dengan agenda antaralain laporan pertanggung jawaban pengurus lama dan pergantian pengurus baru. Ketua pengurus koperasi BMT Attqwa, Mirwan Pulungan, mengatakan, ” Alhamdulillah, sampai saat ini BMT Attaqwa masih tetap eksis dan terus berkembang hingga saat ini”.

Mirwan melanjutkan Strategi kedepan kita tidak akan menambah pembiayaan dari pihak ketiga, tetapi dengan mengoptimalkan potensi warga persyarikatan.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dr.Shofwan Karim mengatakan Saya minta segenap pengurus dan anggota BMT hendaknya terus menjaga kekompakan. “Jangan sampai patah arang walaupun ada kemunduran memang situasi ekonomi sedang tidak baik, mari bangkit coba kita restrukturisasi, simpanan sukarela perlu ditingkatkan kuantitasnya dan menambah jumlah anggota khususnya kader Muhammadiyah,” ujarnya.

Shofwan juga meminta pengurus agar bisa merehabilitasi kembali swalayan Mentari yang mati suri. saatnya orang Muhammadiyah rebut kembali ekonomi. Ada penurunannya tetapi itu hal yang biasa, lanjutnya, kita harus melakukan revitaliasi dan rehabilitasi, serta melakukan evaluasi pengurus secara berkala. (RI)