Imas, Qori Tuna Netra ‘Membius’ 50 Perwakilan Lazismu se-Indonesia

Keterbatasan tak membuat Imas Masliyah kehilangan semangat belajar. Imas yang menyandang tuna netra membuktikan hal itu. Di depan sekitar 50 pengurus Lazismu se-Indonesia yang sedang mengikuti Rakorsus di Hotel Sofyan, hari ini, Imas memperlihatkan kepiawaiannya membaca al-Qur’an.
Tak hanya bikin bangga. Imas yang “membaca” al-Qur’an berhuruf Braille dengan jari-jarinya benar-benar membuat hati haru.
Membangun masa depan kelompok disabilitas merupakan salah satu program Lazismu. Salah satunya, dengan distribusi al-Qur’an berhuruf Braille.
Al-Qur’an berhuruf khusus itu diperlukan sekitar 2,5 juta masyarakat muslim di Indonesia. Namun kemampuan produksinya masih sangat terbatas.
Sebelum muncul printer Braille yang digerakkan dengan software, percetakan al-Qur’an huruf Braille dilakukan secara manual. Percetakannya pun hanya ada satu. Berlokasi di Bandung.
Mesin cetak al-Qur’an berhuruf Braille itu ternyata hanya ada dua di dunia.  Salah satunya yang didatangkan BJ Habibie dari pabriknya di Jerman.
Saat ini, sudah al-Qur’an huruf Braille sudah bisa dicetak dengan printer digital. Konon harganya berkisar Rp 40 juta per unit. Bila dioperasikan 24 jam, sehari bisa memproduksi 20 kitab menggunakan contineus paper berbahan khusus. Monggo yang berminat untuk donasi ke Lazismu. (jto)